#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kiper Legendaris Chelsea Jelaskan Kenapa Wayne Rooney Adalah Lawan Terberat yang Pernah Dia Hadapi
11 May 2020 01:22 WIB
LONDON – Mantan kiper Chelsea dan Arsenal, Petr Cech, menyebut Wayne Rooney sebagai lawan terberat yang pernah dihadapi sepanjang kariernya.

Pemain asal Republik Ceko ini mengibarkan namanya saat bermain di Inggris bersama The Blues antara 2004 dan 2015 dengan memenangi seabrek gelar termasuk empat gelar Liga Primer, satu trofi Liga Champions, dan satu gelar Liga Europa.

Pria 37 tahun ini kemudian menghabiskan sisa kariernya dengan menyeberang ke sesama klub London, The Gunners, sebelum akhirnya gantung sepatu pada 2019.


Baca Juga :
- Waduh! Tawaran MU untuk Koulibaly Masih Kurang
- MU Tertarik Boyong Sterling, tapi Man-City Sebut Tak Ada Klub yang Mampu Bayar Gajinya

Sepanjang kariernya di Inggris, Cech pernah menghadapi sejumlah striker kelas dunia seperti Thierry Henry, Sergio Aguero, dan Luis Suarez. Tapi, ada satu nama yang menurutnya paling sulit dihadapi.

“Wayne Rooney,” kata Cech kepada situs resmi Chelsa. “Setiap kali saya bermain melawan Manchester United, saya harus memastikan bahwa saya benar-benar fokus saat dia menguasai bola karena dia sangat sulit ditebak dan sangat cerdas.

“Dia adalah orang yang bisa mengejar bola, yang bisa berduel, yang bisa berlari, dan yang cerdas saat menembak.

“Dia bisa mencetak gol dari tengah lapangan, dia bisa mencoba dan melob bola jika kita berdiri terlalu jauh ke depan. Itulah tantangan yang saya nikmati.”

Cech punya alasan yang kuat untuk merasa khawatir terhadap Rooney mengingat mantan striker tim nasional Inggris itu telah 10 kali membobol gawangnya sepanjang kariernya.

Tapi, catatan itu tidak terlalu buruk mengingat Rooney telah membukukan 208 gol sepanjang karier di Liga Primer.

Secara kebetulan, kedua pemain tersebut menempuh jalur yang sama dalam karier mereka. Ketika Cech bergabung dengan Chelsea pada 2004, pada tahun itu pula Rooney hijrah dari Everton ke MU.

Kiprah Cech di Stamford Bridge berakhir mengejutkan karena dia dibiarkan pindah ke klub rival, Arsenal, secara free transfer pada 2015. Tapi, pria jangkung (196 cm) itu mengaku tidak punya penyesalan dalam kariernya.

“Ketika saya menoleh ke belakang, saya merasa bahagia karena sejumlah hal positif,” kata Cech yang kini bekerja sebagai penasihat teknik di Chelsea.


Baca Juga :
- Gajinya Bakal Dinaikkan Jadi Rp 7,2 Miliar per Pekan, Ighalo Tetap Tidak Masuk Daftar 10 Besar Pemain dengan Bayaran Termahal di Dunia
- Merasa Kurang PeDe, Marcus Rashford Batalkan Kesepakatan Transfer dengan Barcelona pada 2018

“Saya jelas kecewa dengan sejumlah hal yang tidak berjalan sesuai keinginan saya. Tapi, semua itu juga memainkan peran penting dalam perjalanan karier saya. Jadi, saya tidak ingin mengubah apa pun.

“Itu adalah perjalanan karier yang hebat. Saya sangat menikmatinya. Jika saya punya kesempatan, saya mau mengulang semua itu sekali lagi.”* Rijal Al Furqon/02

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA