#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kualitas Pemain Muda Terlihat Karena Ikut Kompetisi yang Teratur
01 May 2020 22:57 WIB
JAKARTA – Jika berbicara soal timnas Indonesia di level junior, tentu saja pelatih Fakhri Husaini merupakan salah satu pelatih yang sukses. Berbagai macam gelar juara ia raih saat melatih timnas Indonesia U-15, U-16, U-18 dan U-19.

Beberapa pencapaian yang pernah diraih oleh coach Fakhri Husaini antara lain juara Piala AFF U-16 2018, Jenesys Cup Japan 2018, serta meriaih peringkat ketiga Piala AFF U-18 2019.

Dari berbagai pencapaiannya itu, coach Fakhri Husaini berkesempatan membagikan pengalamannya di program terbaru Liga Topskor, Sharing To Coaches (STC).


Baca Juga :
- Piala Dunia U-20 Harus Menjadi Stimulus Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
- Erlangga Setyo Berharap Wacana Pemain U-20 Tampil di Liga 1 Terwujud

Coach Fakhri menjadi bintang tamu dalam program terbaru kanal Youtube Liga Topskor, STC, pada Senin (27/4) kemarin. Ia membagikan pengalamannya ke penggiat sepak bola usia muda.

Coach Fakhri menceritakan bagaimana sulitnya mencari sumber pemain berkualitas untuk bisa diseleksi saat ia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih timnas U-15.

Mengingat, pemain yang berkualitas merupakan pemain-pemain yang sudah terdidik di kompetisi reguler, seperti contoh Liga Topskor.

Coach Fakhri juga membeberkan perbedaan antara pemain yang jarang mengikuti kompetisi, dengan pemain yang setiap minggunya bermain di sebuah pertandingan.

“Saya kalau memilih pemain tidak pernah keluar dari 4 aspek, fisik, teknik, taktik, dan mental. Artinya pemain-pemain yang sering main di kompetisi, 4 aspek ini pasti akan berbeda dengan pemain yang tidak ikut kompetisi,” tutur coach Fakhri.

“Katakan lah misalnya dari aspek fisik, ketika membandingkan pemain-pemain yang sering bermain di Liga Topskor, dengan pemain-pemain yang saya dapat dari luar kompetisi, itu akan sangat terlihat perbedaannya. Dari teknik mereka bagus, tapi dari segi fisik mereka belum. Kematangan taktik mereka juga belum teruji,” tambahnya.

Lebih lanjut, coach Fakhri menjelaskan bahwa para pemain yang sudah mengikuti kompetisi lebih menonjol karena setiap pekannya akan berlatih, guna bisa tampil bagus di pertandingan.


Baca Juga :
- Persela Lamongan Bersiap untuk Kembali Merumput
- Lanjutan Kompetisi 2020 Bakal Bersinggungan dengan Agenda Timnas

“Kalau pemain-pemain yang ikut kompetisi setiap minggu, tentunya mereka berlatih dengan teratur. Mereka juga ditangani oleh pelatih-pelatih kompeten, tentu itu akan terasa sangat berbeda.”

Selain dari aspek-aspek di atas, pemain-pemain jebolan kompetisi usia muda cenderung memiliki mental yang lebih keras, terutama dari segi kepercayaan diri pemain saat bertanding.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA