#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
ONE Championship Kampanyekan Gerakan Anti-rasialisme di Tengah Wabah COVID-19
17 April 2020 17:50 WIB
JAKARTA - Pandemi global COVID-19 telah berdampak luas bagi masyarakat dunia dan hampir melumpuhkan berbagai sektor. Hal ini pun turut membuka sifat alami manusia kala menghadapi krisis.

Banyak komunitas dunia yang bersatu bahu-membahu untuk menekan dan memberantas penyebaran penyakit mematikan tersebut, termasuk mendonasikan uang dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

Berbagai inisiatif telah digalang oleh berbagai kalangan baik dengan terjun langsung ke lapangan dan membagikan sembako serta masker. Ada pula yang memberikan bantuan bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam pengentasan pandemi ini.


Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship

Namun, situasi sulit seperti ini juga membuat manusia membuka boroknya. Tak sedikit berita tentang peristiwa yang menunjukkan sikap egois manusia di tengah krisis, seperti memberikan stigma, keangkuhan dan kepanikan saat membeli kebutuhan, serta praduga pada ras tertentu.

Hal ini mendorong beberapa atlet ONE Championship, terutama yang berkewarganegaraan ganda, untuk mengkampanyekan gerakan melawan rasisme di tengah pandemi COVID-19 dalam sebuah gerakan bertema “#WeAreONE Against Racism.”

Gerakan yang secara harfiah bermakna Kami Bersatu Melawan Rasialisme tersebut menunjukkan rasa solidaritas dari para seniman bela diri tersebut.

Kampanye tersebut diinisiasi lewat postingan video di media sosial untuk menginspirasi warga lainnya untuk memiliki pola pikir yang sama bahwa rasialisme tidak seharusnya memiliki tempat di dunia.

Beberapa atlet yang terlibat dalam gerakan tersebut di antaranya adalah Alain “The Panther” Ngalani yang berasal dari Kamerun dan Hong Kong, Martin “The Situ-Asian” Nguyen dari Vietnam dan Australia, Regian “The Immortal” Eersel dari Belanda dan Suriname, Gurdarshan “Saint Lion” Mangat dari India dan Kanada, Giorgio Petrosyan dari Italia dan Armenia, Janet Todd dari Jepang dan Amerika, Christian Lee dari Singapura dan Amerika, dan Bi Nguyen dari Amerika dan Vietnam.

Di saat masyarakat kini dihimbau untuk tetap di rumah demi menekan penyebaran virus tersebut, banyak kegiatan yang saat ini harus terhenti.

Ini sebuah tantangan bagi umat manusia yang mungkin baru pertama terjadi dalam skala global di era ini. Situasi tersebut membutuhkan persatuan dari setiap lapisan masyarakat, dan rasialisme hanya akan menjadi penghambat.

Video berdurasi 43 detik tersebut dimaksudkan agar seluruh warga dunia menghilangkan prasangka dan diskriminasi yang didasari oleh rasialisme dan mengajak semuanya bersatu.


Baca Juga :
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts

Di akhir video, ONE Championship menutupnya dengan kalimat "Negara tidak mengenal wajah. Virus tidak mengenal ras. Hentikan kebencian. Hentikan Rasialisme."

Dalam berupaya memerangi COVID-19, ONE Championship juga telah bekerjasama dengan Global Citizen dengan menjadi salah satu broadcaster resmi acara penggalangan dana global bertajuk 'One World: Together At Home,' yang dapat disaksikan lewat ONE Super App dan berbagai platform media sosial resmi mereka.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA