#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Enam Sisi Kelam Buffon: Dituduh Fasis, Berselingkuh, Berjudi, dan Memaki Wasit
10 April 2020 02:00 WIB
TURIN - Gianluigi Buffon akan selalu dikenal sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Tapi, pemain asal Italia ini juga sempat melakukan sejumlah tindakan kontroversial sepanjang kariernya. Berikut ini beberapa di antaranya:

Tuduhan Fasisme

Buffon pernah dituduh sebagai seorang fasis lantaran menulis slogan diktator Italia, Benito Mussolini, di kausnya saat masih bermain di Parma. Tapi, dia berkilah bahwa dirinya tidak mengerti maksud dari slogan tersebut.


Baca Juga :
- Neymar Digeser Jadi Target Cadangan, Barcelona Prioritaskan Perekrutan Lautaro dan Pjanic
- Sebelum Pergi, Maldini Diuji Mampukah Meyakinkan Donnarumma Bertahan di Milan

“Ada beberapa pengalaman negatif dalam hidup kita yang mendewasakan kita,” katanya kepada El Pais pada 2013. “Saya tidak malu dengan diri saya karena saya tidak melakukan itu dengan niat buruk. Kesalahan itu penting karena menyadarkan kita bahwa kita hanya manusia biasa.

“Kesalahan itu akan menyadarkan kita bahwa kita tidak tahu apa-apa. Itu penting karena dunia sepak bola berusaha meyakinkan kita bahwa kita ini istimewa. Tapi, kesalahan menyadarkan kita bahwa kita tidak berbeda dengan bartender atau tukang listrik.”

Menderita Depresi

Saat berada di puncak kariernya, Buffon pernah mengalami depresi pada usia 26 tahun. “Kaya dan terkenal, tapi depresi menyerang saya. Saya tidak puas dengan kehidupan ini atau sepak bola. Saya merasakan ada lubang besar dalam jiwa saya,” kata Buffon dalam otobiografinya.

“Jika kita hidup secara nihilistis dan hanya fokus pada sepak bola, jiwa kita akan mulai berubah. Lambat laun kita akan menjadi begitu tertekan sehingga tidak lagi mau bangun dari tempat tidur,” katanya kepada The Players' Tribune. “Pada masa-masa itu, kita akan menerima tiga hal yang sangat memabukkan dan juga sangat berbahaya: uang, ketenaran, dan pekerjaan impian."

“Suatu pagi, saat kita bangun dari tidur untuk latihan, kaki kita mulai gemetar tanpa terkendali. Kita akan jadi begitu lemah sehingga tidak bisa mengemudikan kendaraan.

“Awalnya, kita akan berpikir bahwa kita hanya kelelahan. Tapi, kondisinya makin buruk. Yang kita inginkan hanyalah tidur. Selama tujuh bulan, kita akan mengalami kesulitan untuk menemukan kesenangan dalam hidup kita. Rutinitas kita bisa jadi penjara.”

“Itu bagus buat saya karena saya sekarang tidak takut menghadapi masa-masa sulit dengan keluarga atau pekerjaan saya. Kita bisa melewati itu seorang diri, by talking.”

Hobi Judi

Buffon pernah diperiksa lantaran kasus korupsi saat terjadi skandal pengaturan skor di Italia. “Saya tidak akan berjudi lagi. Saya pernah pergi ke rumah judi, tapi yang tidak terkait dengan sepak bola. Saat mereka mengaitkan saya dengan skandal itu, mereka mempermalukan saya karena membuat loyalitas olahraga saya diragukan,” katanya pada 2006.

Perselingkuhan

Pada 2017, Alena Seredova, mantan istri sekaligus ibu dari dua anak Buffon, pernah mengungkapkan kepada media bahwa sang kiper berselingkuh dengan Ilaria D'Amico.

“Saya lebih suka pernikahan saya bubar dengan cara berbeda daripada lewat media,” kata Seredova.

Melanggar Batas Kecepatan

Setelah mengunggah foto dirinya yang tengah mengemudikan kendaraan saat masih membela Paris Saint-Germain, Buffon ketahuan melakukan sejumlah pelanggaran.

Publik bisa melihat bahwa dia memacu kendaraannya 150 km per jam yang berarti melebihi batas kecepatan, memakai headphone, dan menyimpan sebungkus rokok di samping pintu mobilnya.

Penalti di Bernabeu

Saat Medhi Benatia “disemprit” wasit Michael Oliver lantaran menjatuhkan Lucas Vazquez di kotak penalti pada laga lawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Buffon melampiaskan kemarahannya kepada sang wasit.

Sang kiper akhirnya diganjar kartu merah dan Cristiano Ronaldo berhasil membobol gawang Juventus dari titik putih tanpa mampu dicegah kiper pengganti, Wojciech Szczesny.


Baca Juga :
- Ronaldo Mengenang Kepergian Simoni: Dia adalah Konduktor dan Kami Orkestranya
- Arturo Vidal Tegur Chiellini soal Alkohol: Tidak Pantas Hal Pribadi Diungkap ke Publik

“Jika kamu memberikan penalti itu, kamu bukan manusia, kamu binatang,” kata Buffon kepada sang wasit saat itu.

Tapi, dia langsung menyadari kesalahan itu seusai pertandingan. “Saya menyesal sudah menyinggung wasit. Jika saya bertemu lagi dengannya dua hari kemudian, saya akan memeluknya dan memberi tahu dia soal penalti itu. Saya tidak marah, saya merasa damai,” kata Buffon.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA