#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Weliansyah, Legenda Semen Padang, Mengenang Golnya dari Tengah Lapangan ke Gawang Niac Mitra pada 1989
09 April 2020 21:27 WIB
PADANG - Weliansyah merupakan legenda hidup Semen Padang FC (SPFC), sebagian kariernya dihabiskan mengabdi di SPFC, baik sebagai pemain, pelatih, dan karyawan perusahaan Semen Padang. 

Pelatih kelahiran 19 Januari 1966 ini mengenang momen indahnya saat masih menjadi pemain SPFC. Sejak junior di Piala Soeratin 1985 dirinya berkontribusi membawa SPFC U-19 menjadi juara.

Lalu bergabung dengan tim senior juga menjadi bagian sejarah Kabau Sirah menjadi juara Piala Galatama tahun 1992, setelahnya menembus Piala Champions Asia dan terhenti di delapan besar.


Baca Juga :
- Kiper Semen Padang FC, Rendy Oscario, Silaturahmi di Rumah Saja Selama Lebaran  
- Gelandang Semen Padang, Rosad Setiawan, Bersyukur Akhirnya Lebaran bersama Keluarga

"Itu salah satu kenangan berkesan bersama SPFC," kata Weliansyah kepada TopSkor.id Kamis (9/4/2020).

Tak berselang lama, Weliansyah mengungkapkan lagi kenangan manisnya saat menjadi pemain SPFC, saat dirinya mencetak gol indah ke gawang Niac Mitra Surabaya pada Kompetisi Galatama 1989.

"Jadi saat itu, kiper lawan membuang bola sampai setengah lapangan. Saat bola belum jatuh ke rumput saya tendang voli lurus dan menjadi gol. SPFC menang 4-1 dalam pertandingan itu," Weliansyah mengenang.

Meski berposisi sebagai gelandang bertahan dan juga bisa menjadi stopper, Weliansyah  memiliki naluri gol tinggi. Buktinya, setiap kompetisi ia selalu mencetak gol.

"Alhamdulillah kadang menyumbangkan tiga gol, empat gol setiap kompetisi. Saya juga dulu sering dipercaya menjadi eksekutor tendangan penalti," katanya.

Weliansyah terkenal sebagai pemain yang ganas menjegal lawan. Ia mengaku setiap pemain memiliki ciri khas masing-masing. Dirinya hanya ingin menjadi gelandang bertahan yang kuat dan pekerja keras, meski secara teknik diakuinya tidak begitu luar biasa. 

"Kalau dulu striker asing, striker lokal, seperti Bambang Pamungkas, Kurniawan, Santiago, dan pemain lama lainnya Elly Idris, Rochi Putiray,  sudah tahu karakter saya. Saling tabrak dan beradu fisik," ucapnya. 

Meski dianggap agak ganas bermain, Weliansyah tidak pernah kurang ajar dan tidak pernah jahat dengan pemain lawan, karena prinsipnya hanya bekerja keras untuk tim yang dibela. 

"Sebagai seorang gelandang atau stopper, saya  tidak suka dilewati pemain lawan. Kalau bola yang lewat, orangnya jangan, kalau orangnya lewat bolanya yang jangan. Sebagai seorang destroyer, demi pertahanan tim saya terkadang harus melakukan foul," kata  Weliansyah. 

Sukses sebagai pemain, Weliansyah juga membuktikan kemampuannya melatih tim junior Kabau Sirah. Ia pernah membawa SPFC U-15 ke delapan besar turnamen U-15  2002, lalu SPFC U-21 jadi runner up  2010-2011 pada kompetisi  U-21. 

Kemudian pada 2013 membawa SPFC U-16 jadi runner-up Piala AFF U-16 di Myanmar. "Kami hanya kalah adu penalti melawan Myanmar saat itu," ucap dia.

Weliansyah juga jadi asisten pelatih SPFC senior  2005-2007, 2010, 2016, 2018, dan  2020. Pada 2019 Weliansyah sempat sebentar menjadi pelatih kepala, setelahnya diganti pelatih asing Eduardo Almeida.

"Untuk ilmu dan pengalaman menjadi pelatih, saya banyak juga belajar dari pak haji Suhatman Imam, Jenni Wardin, dan juga Sutan Harhara," ujarnya.

Dijelaskan Weliansyah, Suhatman merupakan pemain legendaris Sumatra Barat yang pernah ikut Pra-Olimpiade. Penuh karisma dan berkarakter keras. Sedangkan Suhatman memiliki andil besar menjadikan Weliansyah pesepak bola profesional.

"Kalau Jenni Wardin, beliau karakternya lebih kebapakan dan kekeluargaan. Kalau Sutan, ilmu sepak bolanya saya akui hebat," Weliansyah menuturkan.


Baca Juga :
- Subsidi PT LIB Cair, Kabau Sirah Tunaikan Gaji Mei
- Wacana Kompetisi dengan Protokoler Kesehatan :  Semen Padang FC Siap, Sriwijaya FC Tunggu Pemerintah 

Terakhir, ia berpesan kepada para pemain sepak bola saat ini agar menjadi pesepak bola yang bertanggung jawab. Punya rasa memiliki yang kuat terhadap tim yang dibelanya, khususnya tim daerah sendiri.

"Pemain sekarang memang sedikit beda dengan yang dulu. Kalau dulu yang dipikirkan bagaimana bisa jadi starter dan tidak mau jadi cadangan. Soal duit itu nomor dua. Saya berpesan agar pemain sepak bola saat ini, lebih disiplin dan bertanggung jawab," kata Weliansyah, menutup pembicaraan.*05

BERITA TERKAIT

news
Social Media Twitter/Facebook/Instagram/Youtube just search = Agoes TopSkor
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA