#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
LOCKDOWN STORY
Side Job Setop Dulu, Tantan Akui Kompetisi Terhenti Tidak Bisa Lagi Main Tarkam
09 April 2020 12:05 WIB
BANDUNG -- Tantan sudah pernah merasakan sedihnya harus menepi dari sepak bola. Pemain berjuluk Kijang Lembang permah patah kaki dan harus melupakan sepak bola selama satu setengah tahun.

Kini, saat motivasinya melambung tinggi, dan tekad kuatnya mengantarkan PSKC Cimahi berprestasi bagus di kompetisi kasta kedua, dia kembali harus melupakan sepak bola. Virus corona menghentikan semua aktvitas sepak bolanya.

"Tapi kalau latihan untuk jaga kondisi tetap jalan. Pekerjaan rumah dari coach Robby Darwis selalu saya kerjakan. Kan ada kewajiban menunjukkan latihan  secara online dan lewat foto yang dikirimkan ke grup WA," kata Tantan. Sikap profesional ditunjukkan Tantan. Dia sadar tidak muda lagi. Melahap program latihan jadi opsinya untuk bersaing dengan pemain lainnya. 


Baca Juga :
- Mudik ke Boyolali, Mantan Pemain Timnas U-23 Ini Kaget Banyak Fasilitas Lapangan Bagus
- PT LIB Buka Kemungkinan Liga 1 dan Liga 2 Musim Ini Disetop dan Diganti Musim Baru, 2020/21

"Hanya dengan terus berlatih saya bisa terus mempertahankan kebugara. Agar tidak kedodoran jika kembali ke klub," ujar Tantan, Kamis (9/4). "Ini bukti keseriusan saya di kompetisi. Saya tidak mau lagi terpinggirkan. Enggak enak kalau tidak berkompetisi."

Terhentinya kompetisi Liga 2 musim ini memang menyakitkan pemain. Tapi karena virus corona banyak membawa korban, mereka harus berbesar hati menerima kenyataan pahit ini. "Susah cari uang gara-gara kompetisi dihentikan karena mewabahnya virus corona. Kami tidak bisa beraktivitas sama sekali di luar rumah," ucap Tantan.


Baca Juga :
- Kompetisi Lebih Baik Distop, Begini Alasan Eko Maung
- PSSI Punya Protokol Kesehatan Ketat Jika Kompetisi Dilanjutkan

Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Dulu kompetisi berhenti, tapi aktivitas sepak bola tetap berjalan. Misalnya gelaran Piala Presiden. "Di luar itu kita bisa main tarkam. Sekarang nggak bisa sama sekali. Kita  hanya bisa berdoa semofa persoalsa ini cepat selesai. Dan kompetisi bergulir lagi," pemain kelahiran Lembang, 6 Agustus 1982 bertutur.

Tapi untungnya, Tantan masih punya kontrakan dam ternak. Yang bisa memberinya pemasukan buat keluarga di tengah ketidakpastian kompetisi. "Ya masih sampingan sedikit dari kontrakan dan ternak. Selain itu istri juga kerja di pabrik obat," ujar Tantan.*03

BERITA TERKAIT

news
tukang tulas tulis persib bandung
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA