#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Cassano: Saya Lebih Tampan daripada David Beckham
09 April 2020 04:55 WIB
MADRID – Mantan striker Real Madrid, Antonio Cassano, menceritakan kembali petualangannya di Santiago Bernabeu termasuk konfliknya dengan pelatih Fabio Capello dan persaingan ketat di lini depan Los Blancos.

Pria 37 tahun asal Italia ini punya reputasi sebagai sosok yang kontroversial dan tidak pernah sungkan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.

Meski begitu, Cassano mengaku dirinya bersalah lantaran pernah marah terhadap Capello yang menanganinya di Madrid pada musim 2007/08 dan dia pun memohon maaf kepada rekan senegaraya itu.


Baca Juga :
- Pemain Muda asal Jepang Milik Madrid Ini Kemungkinan Kembali Dipinjamkan Musim Depan
- Raul Gonzalez Mencetak Gol dengan Jari Kaki yang Mati Rasa dalam Final 2001/02

“Di bawah asuhan 'Don Fabio' saya menjalani salah satu pramusim terbaik dalam karier saya,” kata Cassano dalam sebuah acara live chat di media sosial dengan ditemani sang istri, Carolina Marcialis.

“Saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram menjadi 82 kilogram. Saya pun memulai musim itu dengan tampil dalam dua laga pertama, tapi pada pertandingan ketiga sang pelatih menggeser saya ke bangku cadangan sehingga saya marah terhadapnya.

“Saya harus meminta maaf kepada Capello atas semua itu.”

Cassano kemudian melontarkan pujian kepada winger asal Inggris David Beckham yang pernah menjadi rekan setimnya di Madrid.

“David Beckham pemain sepak bola yang hebat, tapi lebih dari itu dia sosok yang sangat baik,” kata Cassano.

“Dia seperti bintang rock yang dikenal di seluruh dunia, tapi dia tetap rendah hati.

“Saya lebih tampan daripada dia,” kata Cassano lagi sambil tertawa.


Baca Juga :
- Kabar Baik untuk Juventini! I Bianconeri Dilaporkan Sudah Mulai Negosiasi Dengan Agen Pogba
- McGregor Sampaikan Apresiasi buat Sergio Ramos yang Menirukan Gaya Selebrasinya di Octagon

Cassano bermain di Madrid ketika klub itu dikenal sebagai Los Galacticos dan dia harus bersaing dengan striker-striker hebat seperti Ronaldo Nazario dan Ruud Van Nistelrooy untuk mendapatkan tempat di lini depan.

“Van Nistelrooy salah satu striker paling kuat saat itu, tapi dia jarang dimainkan di Madrid karena Ronaldo sangat fenomenal,” katanya. “Ronaldo berasal dari planet lain.”*03

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA