#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Serigala Margonda Adopsi Gaya Menyerang Liverpool dan Bertahan ala Atletico Madrid
08 April 2020 15:45 WIB
DEPOK - Penangguhan kompetisi sepak bola Indonesia karena efek pandemi virus corona tak menyurutkan semangat Persikad 1999 untuk mempersiapkan diri jelang tampil di Liga 3 2020. Tim yang kembali harus menapaki langkah dari kasta terbawah ini tetap melakukan aktivitas persiapan secara sederhana.

Setiap pagi, sebagian pemain bersama pelatih menjalani latihan ringan di jalanan komplek perumahan Green Lake View, Depok. Sedangkan, sebagian pemain lainnya melakukan latihan individu di rumah masing-masing.

Meski beberapa pemain berkumpul, Direktur Teknik (Dirtek) Persikad 1999, Deris Herdiansyah memastikan skuatnya tetap mematuhi aturan physical distancing. “Latihan bersama di lapangan Porkas, Depok yang dijadwalkan pekan ini harus ditunda karena tidak dapat izin dari Askot PSSI Depok. Sekarang kami hanya latihan ringan untuk jaga kondisi,” kata Deris.


Baca Juga :
- Trofi Liga Champions Pertama Liverpool yang Ditandai sebagai Musim Terakhir Keegan
- Ozil Kirim Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Indonesia, Pogba, Salah Juga Lebaran

Deris juga menjelaskan pemerintah setempat memberlakukan aturan karantina wilayah dan menutup beberapa lapangan hingga 19 Maret mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Tapi, yang jelas sebelum puasa Ramadan kami akan latihan,” kata pria yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan B AFC itu.

Persikad 1999 kini telah menjaring 26 pemain hasil seleksi yang digelar beberapa waktu lalu. Jumlah ini ditambah dengan enam pemain musim lalu sehingga total menjadi 32 pemain. Nantinya, pemain-pemain ini akan kembali disaring menjadi 25 untuk didaftarkan kepada operator Liga 3.

Meskipun kompetisi Liga 3 baru bergulir Oktober mendatang, namun klub berjulukan Serigala Margonda itu sudah menyiapkan rencana dalam membentuk karakter tim. “Semua pemain hasil seleksi itu sudah sesuai dengan kebutuhan strategi yang saya inginkan,” kata Deris.


Baca Juga :
- Fan Liverpool Ingin Marko Grujic Kembali ke Anfield
- Mohamed Salah: Lawan Congo Pertandingan Paling Sulit dalam Karier Saya

Nantinya, Persikad 1999 bakal mengusung formasi  4-3-3 dengan filosofi permainan keep ball positive. Yang artinya penguasaan bola yang kuat dengan umpan selalu ke depan. “Seperti Liverpool, pegang bola bagus, tapi menyerang. Tidak menguasai bola hanya di area sendiri saja,” ucap Deris.

Sedangkan, untuk strategi bertahan, pelatih terbaik Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 2019 itu ingin menerapkan defensive counter attack. “Kalau bertahan kami ingin kayak Atletico Madrid. Begitu hilang bola langsung pressing. Tapi, kalau lawan bagus maka pemain harus turun dulu ke area sendiri,” kata Deris.*04

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA