#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bobotoh Berharap Kelanjutan Liga 1 Tidak Sampai Memunculkan Polemik
08 April 2020 15:10 WIB
BANDUNG – Tidak ada keputusan lain yang lebih bijaksana selain melanjutkan kompetisi Liga 1 dan 2 yang tertunda  saat ini. Jika ada yang mengusulkan kompetisi lebih baik kembali ke titik nol atau diulang dari awal, dikhawatirkan akan memunculkan polemik.

“Sebab di situ ada keringat dan doa, kalau kompetisi diulang ke nol lagi itu bukan keputusan yang tepat. Saya kira usulan itu hanya akan memunculkan polemik, pastinya ada yang dirugikan dan diuntungkan, di sini PSSI atau PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus lebih bijak dalam mengambil keputusannya nanti,” kata Heru Joko, Ketua Viking Persib Club.

Heru menegaskan, mewakili bobotoh pihaknya tidak setuju. Menurutnya, penghentian kompetisi yang baru sampai tiga pertandingan bukan sebuah kesengajaan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: HUT Ke-57, Inilah Deretan Prestasi dan Rekor Persipura
- Robert Rene Alberts Mulai Bingung antara Memulai Latihan atau Ikuti Anjuran Pemerintah

Hal itu katanya, karena situasi dan kondisinya yang memaksa kompetisi harus ditunda untuk sementara karena keadaan darurat atau force majeure. Karena itu, katanya lagi, kompetisi lebih baik dilanjutkan apapun yang terjadi nanti.

“Dengan dilanjutkan saya yakin tak akan memunculkan polemik, bahkan harus dihargai tim-tim yang sudah bertanding. Karena, mereka saat bertanding tidak cuma-cuma, bukan saja keringat dan doa, tim-tim sudah berjuang keras dengan biaya yang tidak sedikit, kalau harus diulang dari nol saya kira dari mana dasarnya,” Heru menegaskan.

Isu agar kompetisi dikembalikan ke nol atau direstart ulang meletup dari salah satu klub asal Jawa Timur.  Alasannya, memang banyak. Seperti, jadwal pertandingan yang tidak ada kepastian, masa darurat yang ditetapkan oleh BNP sampai 29 Mei.

Artinya, seluruh klub akan bersiap kembali pada Juni sedangkan persiapan hanya sebulan karena memasuki Juli kompetisi mulai berputar lagi. Nah, di bulan Juli itulah disebutkan akan berbenturan dengan berbaga masalah di antaranya masa  transnfer matching system (TMS) sesuai ketetapan dari federasi sepakbola dunia, FIFA yang membuka kran transfer window kedua.

“Pemaksaan kompetisi akan membuat klub semakin kesulitan. Sebab, pertandingan baru berlangsung sekitar empat bulan (setelah vakum) namun kIub sudah dihadapkan oleh evalusi pemain. Dengan kata lain, bursa transfer tahap kedua tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal,” Direktur Madua United, Haruna Soemitro, menegaskan kepada Topskor.id (6/4).

Oleh karenanya, Haruna menambahkan, jika musim 2020 di shutdown, hal tu ini akan  mengurangi beban PSSI sehingga federasi bisa fokus menyiapkan Piala Dunia U-20 mendatang, tanpa terganggu kompetisi domestik.

Menyikapi usulan Haruna, Heru Joko pun balik mengusulkan agar masukan seperti itu ditampung dulu dan  tidak menjadi sebuah keputusan yang terburu-buru sehingga akan merugikan klub-klub.

“Ya, lebih baik ditampung dulu masukan seperti itu, seterusnya menjadi kajian dan pertimbangan yang berwenang sehingga melahirkan win win solution. Idealnya menurut kami lanjutkan saja dulu,” ujar Heru.


Baca Juga :
- Di Hari Jadinya ke-29 Castillion Berharap Bisa Kembali Tampil di Liga 1
- Kepala Dispora Bandung: Stadion GBLA Selalu Siap jika Akan Digunakan

Sementara itu, pentolan bobotoh Persib lainnya, Yana Ewok, hanya berharap situasi dan kondisi akibat pandemi corona segera berakhir. Namun, katanya, untuk memutuskan kapan kompetisi bisa kembali digulirkan tergantung situasi dan kondisinya.

“Jika hanya untuk memutuskan memang mudah, tetap harus dilihat kapan situasi kondisi lockdown, waktu stay at home dan segala macam yang berhubungan dengan pencegahan  perseberan itu  berakhir. Kita kan belum tahu juga,” kata Yana, Selasa (8/4/).*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA