#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Vincent Majid, Sosok di Balik Performa Spektakuler Fajar Macho
29 March 2020 17:12 WIB
JAKARTA - Kesuksesan para atlet dalam berjuang untuk meraih kemenangan di Circle ONE Championship, tentunya tidak lepas dari peran support system yang ada dibelakangnya, “The Man Behind the Gun”. Itulah ungkapan tersohor untuk orang yang mendalami peran tersebut.

Bagi atlet ONE flyweight Fajar “Macho”, peran tersebut dimainkan oleh sahabatnya yang juga merupakan pelatih bela diri campuran pertamanya, Vincent “Jack Hammer” Majid.

Vincent yang juga berlaga di ONE Warrior’s Series ini merupakan orang pertama yang mempertemukan Fajar dengan olahraga seni bela diri campuran. 


Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship

Tak hanya itu, perannya sebagai The Man Behind the Gun mampu membawa Fajar memenangkan sabuk juara nasional bantamweight OPMMA, serta meraih kemenangan dalam laga debutnya di panggung dunia ONE Championship.

“Dahulu ketika tahun 2011 saya merupakan atlet senior di Banten, waktu itu Fajar masih menjadi atlet gulat di Banten,” kata Vincent.

“Jadi ketika dia (Fajar) lagi tidak ada jadwal bertanding, saya menawarkannya menjadi pelatihnya kalau ia ingin mencoba berlatih serta bertanding di olahraga seni bela diri campuran,” Vincent menambahkan.

Vincent mengaku memilih Fajar bukan tanpa alasan, namun ia sudah memiliki intuisi bahwa jika dilatih dengan serius maka “Macho” dapat berubah menjadi atlet yang unggul.

Beberapa tahun mereka lalui dengan berlatih seni bela diri campuran secara bersama-sama, walaupun saat itu Fajar masih aktif sebagai atlet gulat dan belum pernah sekalipun mencoba untuk bertanding di kancah seni bela diri campuran.

Namun pada tahun 2015, Vincent merujuk anak didiknya ini mencoba bertanding di turnamen kickboxing untuk pertama kalinya. Ternyata hasilnya diluar ekspektasi, “Macho” yang baru pertama menjajal pertandingan striking tersebut mampu menjuarai turnamen. 

Transisi yang cepat dari seorang grappler menjadi seorang striker menurut Vincent berkat kerja kerasnya serta kemampuan mengesampingkan ego yang Fajar miliki ketika berlatih.

“Dia cepat menerima segala aspek-aspek seni bela diri campuran yang saya ajarkan. Dan juga kalau dilatih Fajar mampu mengesampingkan egonya,” ungkap “Jack Hammer”.

Sebagai pelatih, Vincent mengungkapkan bahwa ketatnya persaingan di divisi ONE flyweight membuatnya sudah mengantisipasi bakal calon lawan potensial yang akan bertemu dengan anak didiknya tersebut.

“Saya sudah mengamati calon-calon yang berpotensial menjadi lawan Fajar di pertandingan berikutnya,” tuturnya.


Baca Juga :
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts

Ajang berikutnya yang bertajuk ONE: HOPE direncanakan akan digelar di Singapura pada tanggal 17 April tanpa dihadiri penonton. Namun ajang tersebut dapat disaksikan lewat ONE Super App, SCTV, vidio.com dan MASXstream.

“Jika berbicara persaingan regional antar atlet Indonesia di ONE Championship, saya sudah menyiapkan strategi bertanding untuknya,” tutup Vincent.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA