#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tanpa Alarm, Mike Tyson Bangun Sebelum Azan Subuh lalu Joging, Simak Penuturannya
27 March 2020 06:45 WIB
BEBERAPA manusia terlahir dengan bakat besar dalam dirinya. Salah satunya menjadi atlet hebat hingga meraih prestasi tertinggi dan jadi legenda. Salah satunya adalah Mike Tyson. Sejak ABG, Tyson punya postur tubuh yang gempal dengan kekuatan tangan yang berlimpah.

Sejak usia belasan tahun, dia sudah berlatih dan ditangani langsung oleh pelatih yang juga legendaris yaitu Cus D’Amato. Sayang, D’Amato keburu meninggal dan tak sempat melihat Tyson jadi juara dunia termuda di usia 20 tahun. Meski begitu, segala bakat dan kekuatan Tyson tidak ada artinya jika tak diiringi dengan latihan yang ekstraberat.

Bagi Tyson, tinju adalah hidupnya dan latihan jadi napasnya untuk terus hidup. Saat di puncak performa, Tyson menjalani hari-hari yang jauh lebih berat daripada petinju lainnya. Setiap hari, dia bangun pukul 04.00. Jika di Indonesia, dia sudah bangun sebelum azan subuh.


Baca Juga :
- Sportif! Amir Khan Bilang Juara Dunia Ini adalah Petinju Terbaik di Kelas Welter
- Pacar Dybala Ini Ceritakan Pengalamannya Dikarantina Corona, Gejalanya Biasa Saja

Hebatnya lagi, Tyson bangun begitu saja tanpa alarm atau ada yang membangunkan. Badannya seperti sudah tahu bahwa pukul 04.00 harus bangun. Setelah ini-itu, pukul 04.30 dia sudah berada di jalanan untuk joging. Artinya, dari bangun tidur sampai berpakaian untuk joging, pelemasan, hingga mulai lari hanya butuh 30 menit.

Selama 1,5 jam dia joging. Kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Istirahat terbaik tentu saja tidur. Sekitar pukul 10.45 WIB, dia kembali bangun lalu sarapan. Setelah itu, Tyson pergi ke sasana untuk berlatih. Jangan tanya menu apa saja yang dilahapnya di sasana. Semua jenis latihan dijalaninya.


Baca Juga :
- Kemungkinan Terburuk, Siapa Juara di Liga Top Eropa jika Kompetisi Dihentikan Total
- Sinyal Kuat Merapat ke Inter, Giroud Tolak Tawaran Perpanjangan Kontrak Chelsea

Termasuk latih tanding. Dalam sepekan, Tyson menjalani latih tanding sebanyak 200 ronde dalam 55 jam latihan. Semua itu dilakoninya pada Senin-Sabtu. “Alasan saya melakukan itu semua karena petinju lain tidak seperti ini,” kata Tyson. “Ini memberikan saya sedikit keuntungan.”

Bayangkan, dengan kekuatan besar yang tersimpan di tubuhnya ditambah latihan di atas rata-rata, tak heran Tyson begitu mudah melumat semua lawannya. Memang, proses tak akan membohongi hasil.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA