#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pertahanan Persija Belum Aman
28 February 2020 21:06 WIB
JAKARTA - Persija akan menjamu Borneo FC pada laga pertama Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Minggu (1/3). Tiga poin tentunya jadi sasaran utama pasukan Sergio Farias.

Secara fisik dan mental, Marco Simic dan kawan-kawan berada di level tertinggi. Meski, setiap pertandingan perdana pasti tidak mudah. “Kami beruntung bisa main di kandang pada laga pembuka. Bagus, karena main di depan Jakmania. Coach Farias sudah tahu sedikit soal lawan. Musim lalu saya di Borneo, sudah tahu siapa yang harus diwaspadai. Kami akan adaptasi dan ulang-ulang latihan untuk hadapi Borneo,” kata asisten pelatih Rodrigo Pellegrino.

Namun masih ada satu persoalan yang harus segera dituntaskan Farias dan tim kepelatihannya. Untuk lini tengah dan depan, Farias tampaknya tak akan dibuat pusing. Ia punya stok pemain memadai, berkualitas, dan tinggal dimainkan sesuai strategi yang ingin diterapkan.


Baca Juga :
- Inilah Skuat Starter Khas Arema yang Berkarakter Keras dari Masa ke Masa
- Kisah Yaris Riyadi, Pesona si Ucing yang Menancapkan Kukunya di Persib Bandung

Akan tetapi, hal ini belum cukup diimbangi dengan tembok kokoh yang berdiri di sektor pertahanan. Kubu Macan Kemayoran mengakui, mereka masih butuh tambahan amunisi di jantung pertahanan. Saat ini Persija hanya punya empat bek tengah murni yakni Otavio Dutra, Ryuji Utomo, Maman Abdurahman, dan bek muda Al Hamra Hehanussa.

Idealnya, dikatakan Farias, dia butuh setidaknya lima bek tengah untuk mengarungi musim yang cukup padat. Sejauh ini, Ryuji dan Dutra paling sering dipercaya tampil bersama. Duet ini menjanjikan, namun belum cukup menjamin gawang Persija aman dari kebobolan. Faktanya, dari delapan laga uji coba selama pramusim, hanya dua kali Persija mencatat clean-sheet.

Tepatnya saat melakoni uji coba melawan tim Liga 2 Tiga Naga yang dimenangkan dengan skor 4-0. Serta kemenangan 2-0 atas Sabah FA di Piala Gubernur Jatim beberapa waktu lalu. Bahkan dalam dua laga terakhir di mana Farias menurunkan duet Ryuji-Maman, gawang Persija kemasukan lima kali.

Empat gol pada laga final PGJ dan satu saat beruji coba melawan Geylang Internasional, akhir pekan lalu. “Untuk satu musim mungkin idealnya kami memiliki lima pemain di belakang. Tapi faktanya kami tidak punya banyak pemain di posisi itu,” kata Farias.

Meski begitu, pelatih asal Brasil sudah menyiapkan rencana lain. Jika sangat dibutuhkan, bek sayap Marco Motta akan ia reposisi sebagai bek tengah. Ini bukan pilihan mudah, sebab Motta sudah menemukan kenyamanan bermain di posisi aslinya, fullback kanan.

Tapi, jika Motta di geser ke tengah, praktis Persija juga akan kehilangan kreativitas serangan dari sisi flank kanan di mana sang pemain sering berkolaborasi apik bersama Riko Simanjuntak di sisi kanan.

“Kalau mendesak, kenapa tidak menurunkan Motta di tengah. Saat melawan Persebaya, dia main sebagai center back,” Farias menambahkan. “Tapi kami juga harus menyiapkan Hamra di posisi berbeda. Mereka harus dibiasakan, kalau kami punya waktu untuk melatih di posisi lain.”


Baca Juga :
- Diremehkan Media Argentina, Mateo Bustos Beri Pembelaan Berkelas untuk Liga Indonesia
- Kocak, Dian Agus Disangka Penjaga Kos dan Dicurhati Para Mahasiswa yang Tinggal di Kos-kosan Miliknya di Ponorogo

Idealnya, Persija memang harus mencari satu bek tambahan yang punya kualitas setara. Bahkan muncul kabar, Persija sedang menyiapkan satu pemain asing di posisi bek, jika status WNI Marc Klok rampung sebelum bursa transfer pemain Liga 1 ditutup. Langkah ini cukup penting, sebab stok pemain belakang Persija musim ini bisa dibilang rentan.

Musim lalu, Dutra kerap keluar masuk ruang ganti untuk perawatan cedera. Ryuji, rajin mendapat kartu, sehingga harus absen di beberapa pertandingan. Maman juga sudah tak secepat dulu. Sedangkan Hamra, minim jam terbang.***FURQON AL FAUZI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA