#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Buntung! Tayangan Berbayar untuk Wilder vs Fury Jilid 2 Tekor Gara-gara Streaming Ilegal
28 February 2020 15:45 WIB
NEW YORK – Seperti biasa, sebuah pertarungan besar bisa dinikmati melalui tayangan berbayar. Begitu pula saat pertarungan Deontay Wilder versus Tyson Fury jilid dua pada akhir pekan lalu. Rangkaian pertarungan di momen itu bisa dinikmati lewat jaringan streaming berbayar Pay Per View (PPV).

Harganya relatif tak mahal yaitu 80 dolar AS (sekitar Rp 1,1 juta). PPV membeli hak siar dari penyelenggara pertarungan itu. Selanjutnya, PPV menjualnya baik ke saluran lain seperti Fox dan ESPN atau pembeli mana pun di seluruh dunia. Sayang, alih-alih bisa untung banyak, PPV malah tekor.

Dari pemberitaan yang ada, untuk sekadar balik modal, PPV butuh 1,1 juta pembeli. Sedangkan dari data yang didapat, pembeli tayangan pertarungan itu ada di angka maksimal 850 ribu pembeli. Terhitung besar tapi secara bisnis merugikan PPV. Bisa jadi karena harga hak siarnya sudah terlalu tinggi.


Baca Juga :
- CEO Inter Marotta: Tidak Akan Ada Lagi Transfer dengan Nilai Fantastis
- PSSI dan LIB Diharap Bisa Berdiskusi ke FIFA atau AFC

Namun, promotor Eddie Hearn punya pendapat yang sedikit berbeda. “Satu masalah utama adalah soal menjamurnya streaming ilegal sehingga orang lebih suka menyaksikan pertarungan dari situ saja,” kata Hearn. “Penyebab maraknya streaming ilegal adalah harga jual PPV yang mulai tak terjangkau.”

Jika saat ini PPV tekor, ada kemungkinan mereka akan malas ambil lagi atau minta harga dikurangi agar risiko tekor berkurang. Ini untuk pertarungan jilid 3 yang sedang digodok kemungkinannya.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA