#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Andik Vermansah Mengaku Pernah Dimarahi Pelatihnya, Paul Munster
28 February 2020 08:13 WIB
JAKARTA – Andik Vermansah telah melalui hari-hari pertamanya sebagai salah satu bintang di skuat Bhayangkara FC untuk Liga 1 2020. Meski timnya menemui kegagalan pada pentas Piala Gubernur Jawa Timur (PGJ) 2020 beberapa waktu lalu, sayap 28 tahun ini tetap memandangnya sebagai hal positif.

Walaupun punya nama besar, Andik memang begitu memancarkan nilai positif. Sebab pembawaannya tetap ramah, ceria, dan santun. Seperti senyum-senyum yang terus dilebarkannya saat diwawancarai TopSkor, pascarutinitas latihan belum lama ini. Berikut isi pembicaraan selengkapnya:

Bagaimana hari-hari awal Anda sebagai pemain Bhayangkara FC?


Baca Juga :
- APPI Sudah Bicara dengan Saddil Ramdani, Begini Penjelasannya
- Saddil Ramdani Tersangka, Ancaman Tujuh Tahun Penjara Menanti

Pastinya sangat senang. Mekipun memiliki rekan baru lagi, sudah banyak pemain di sini yang saya kenal.

Di PGJ Anda dinilai belum maksimal karena masih adaptasi...

Saya melihatnya wajar. Selain saya, banyak pemain yang baru bergabung beberapa hari sebelum PGJ. Saya melihat ajang tersebut sangat bagus untuk pemanasan. Pentas yang sesungguhnya nanti di Liga 1 2020.

Anda sendiri menilai adaptasi Anda seperti apa sejauh ini?

Alhamdulillah, dari hari ke hari mulai memahami strategi yang diinginkan pelatih. Tidak ada masalah.

Apa yang terjadi di tim setelah kegagalan di PGJ?

Saya lihat ada peningkatan dalam tim, sebab PGJ dijadikan pelajaran yang sangat penting. Kekalahan dari Persik Kediri itu sangat bagus sebagai evaluasi agar ke depannya kami tidak teledor lagi.

Coach Paul Munster terkenal galak...

Iya, tapi enggak juga sih (senyum). Dia tuh galaknya untuk kemajuan pemain. Dia marahnya bukan untuk dendam atau emosi dan sebagainya, tapi marah demi pertumbuhan pemain dan kemajuan tim. Saya melihatnya seperti itu.

Anda sendiri pernah dimarahi?

 Ya, pasti pernah (tertawa). Semuanya. Semua pemain juga pernah dimarahi. Dia (Munster) tidak pandang bulu makanya saya suka dan memang harus begitu.

Fan Persebaya begitu mengharapkan Anda kembali bermain di Surabaya

Waduh, maaf saya tidak bisa berkomentar soal itu. Kita ngomongin yang lain saja (senyum, tertawa kecil).

Anda sering berganti klub, bahkan main di luar negeri. Bagaimana soal makanan yang dikonsumsi?

Sama saja saya melihatnya. Banyak yang disediakan, tinggal pilih sesuka hati.

Apa makanan favorit seorang Andik?

Sebenarnya sih masakannya ibu (orangtua), apa saja pokoknya. Tapi yang paling favorit itu tempe penyet buatan ibu.

Bhayangkara FC punya kebiasaan latihan pagi. Lantas apa yang Anda lakukan untuk menghabisi hari setelah latihan?

Beristirahat dan seandainya tidak capek, saat sore tidak lupa saya selingkan latihan tambahan seperti fitnes.

Apa hobi Anda selain sepak bola?

Bermain biliar dan beberapa hal lain. Biliar yang utama.

Siapa teman main Anda di Bhayangkara FC?

Belum ada sih, karena saya masih mau menghapal jalan dulu. Selain itu belum ada waktu free. Kalau ada waktu kosong, baru saya cari teman dan ajak main karena sudah banyak juga kan teman-teman di sini.

Dengan siapa Anda sekamar di mes?

Saya tidak tinggal di mes klub. Saya ngekos sendiri di daerah Kemang.*Taufani Rahmanda

Data Diri

ANDIK VERMANSAH

Lahir: Jember, 23 November 1991

Tinggi: 163 cm

Berat: 59 kg

Posisi: Sayap/Gelandang serang

Nomor punggung: 7

Karier Klub

2005–2013    Persebaya

2013–2018    Selangor FA

2018               Kedah 13 FA

2019               Madura United

2020–…          Bhayangkara FC

Karier Timnas

2012               Indonesia U-21


Baca Juga :
- Masa Depan Saddil Ramdani di Bhayangkara FC Terancam
- Libur Kompetisi Jadi Kesempatan Pemain Ini untuk Merebut Tempat di Tim Utama Bhayangkara FC

2011–2013    Indonesia U-23         

2012–…          Indonesia

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA