#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Fonseca Temukan Obat Mujarab untuk Roma
27 February 2020 12:10 WIB
ROMA – Beberapa pekan terakhir, pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, berulang kali menyatakan bahwa inti masalah timnya adalah mental, bukannya fisik atau taktik. Kini obat penyakit tim ibu kota telah ditemukan. Perpaduan antara pengalaman pemain senior dan antusiasme elemen muda membawa mereka kembali ke trek yang tepat.

Setelah mengalahkan KAA Gantoise di putaran pertama, 32 besar Liga Europa, Roma kembali memetik kemenangan lawan Lecce di Seri A. Mereka memberondong gawang lima kali dan mencatatkan clean sheet. Kamis (27/2) atau Jumat dini hari WIB, skuat Fonseca mencoba mempertahankan tren positif  di markas Gent, Ghelamco-arena.

Ada misi tambahan, mematahkan tabu gagal kala bertanding jauh dari Olimpico. Dari 12 partai tandang Liga Europa terakhir, I Giallorossi hanya menang tiga kali.


Baca Juga :
- Bikin Sedih, Eusebio Di Francesco Ungkap Penyesalan Terbesar Ketika Masih Latih Roma
- Presiden UEFA Sebut Liga Champions dan Liga Europa Bisa Dibatalkan

Chris Smalling dan Henrikh Mkhitaryan, pemain pinjaman yang sudah berpengalaman di turnamen Eropa, jadi tumpuan. Pelatih berharap bisa bekerja sama dengan mereka dalam waktu lama.

“Saya ingin Smalling tetap berada di Roma, kami sedang membahas kemungkinan ini. Saya tidak tahu apa mungkin sambil melihat siutasi dengan Manchester United tapi Smalling adalah pemain sangat penting bagi kami, hebat di dalam dan luar lapangan. Smalling selalu memperlihatkan sikap positif. Micki selama musim ini mengalami beberapa kali cedera tapi sekarang mulai kembali dan mulai memperlihatkan kualitasnya. Micki adalah pemain yang berkualitas dan kreatif, saya ingin dia juga tetap bertahan di Roma,” kata Fonseca.

Micki adalah pemain dengan kemampuan adaptasi yang baik. Di Trigoria, dia berhasil menjalankan dua peran. Pertama, penyuplai operan dari lini tengah untuk meningkatkan kualitas saat fase bertahan sekaligus memudahkan membangun serangan. Di laga lain, bergerak sebagai gelandang kiri yang bisa bergerak lebih ke dalam untuk membantu Edin Dzeko dan tim untuk menyerang lebih dalam.

Dengan absennya Lorenzo Pellegrini, pemain milik Arsenal itu kemungkinan dipasang sebagai trequartista. Fonseca menunggu kepiawaian gelandang Armenia itu dalam memproduksi assist. Saat ini, dia baru menyumbang dua umpan untuk Roma. Kepercayaan besar akan diberikan kepada dua sayap muda, Carles Perez dan Justin Kluivert. Ketiganya harus membantu misil utama, Dzeko, supaya meledakkan gawang Gents dan menggondol tiket ke putaran berikutnya.

“Di kandang, kami menang tanpa kebobolan. Ini penting di Eropa. Kami akan pergi ke sana dan mencoba menang supaya lolos,” ujar Dzeko.

Wakil Belgia membawa nasib buruk setiap kali mereka kalah di pertemuan pertama fase gugur Liga Europa. Satu-satunya kemenangan dari 10 laga, didapat lawan Lausanne di Piala UEFA 1991/92. Pekan ini, mereka berharap lebih beruntung.


Baca Juga :
- AS Roma Berminat Tampung Mario Gotze, Romanisti Setuju?
- Liga Belgia Musim Ini Dihentikan, Club Brugge Ditetapkan sebagai Juara

Pulihnya Laurent Depoitre bisa membuat serangan lebih atraktif. Musim ini, penyerang itu sudah menyarangkan tujuh gol di Liga Europa termasuk fase kualifikasi. “Saya yakin dia bisa main sebagai starter, Kamis nanti,” kata pelatih Jess Thorup kepada Het Nieuwsblad.*** Dari berbagai sumber 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA