#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Matthijs de Ligt Ternyata Bisa Jadi Playmaker
25 February 2020 09:36 WIB
TURIN - Bek Juventus Matthijs de Ligt mengungkapkan dia tidak selalu seorang bek. "Hingga usia 15 tahun saya bermain sebagai playmaker."

Pemain asal Belanda itu melakukan wawancara ke situs web resmi UEFA, dan menyentuh berbagai topik tentang kariernya sejauh ini. Pengungkapan terbesar De Ligt adalah bahwa ia tidak selalu seorang pemain bertahan.

“Hingga usia 15 tahun saya bermain sebagai playmaker. Saya banyak bermain di lini tengah, mencetak beberapa gol dan membuat beberapa assist,” kata De Ligt.


Baca Juga :
- Ubah Teknik, Jumlah Gol Tendangan Bebas Ronaldo Malah Menurun
- Gagal di Juventus, De Ligt Dilirik MU

“Tetapi kemudian mereka mengatakan kepada saya bahwa untuk karier saya akan lebih baik bermain sebagai bek tengah," dia melanjutkan.

“Pada awalnya saya berpikir: 'Saya tidak suka bermain di pertahanan,' tetapi saya sekarang menyadari bahwa bermain sebagai gelandang telah membantu saya. Saya senang dengan perkembangan saya."

Bianconeri akan bertemu Lyon pada leg 1 Babak 16 Liga Champions, Rabu (26/2) dini hari. De Ligt mengatakan akrab dengan tim Ligue 1.

“Saya cukup tahu tentang mereka. Dua rekan satu tim saya di tim nasional bermain di sana, Memphis Depay dan Kenny Tete," ungkapnya.

“Saya bermain melawan mereka ketika saya masih di Ajax, jadi saya tahu stadion dan klub. Saya pikir mereka adalah tim yang kuat, dengan banyak pemain muda. Dalam hal ini mereka mirip dengan Ajax, karena mereka dapat mengandalkan pemain muda untuk tumbuh."

De Ligt pindah ke Juve dari Ajax musim panas lalu dihargai 75 juta euro. Dia mengatakan waktunya di Serie A telah meningkatkan dirinya sebagai pemain.


Baca Juga :
- Georgina pun Jadi Hairdresser Dadakan untuk Ronaldo
- Terungkap! Diam-Diam Raiola Tawarkan De Ligt ke Real Madrid, Ini Alasannya

“Dalam beberapa tahun terakhir, teknik menjadi semakin penting. Saya pikir itu semua dimulai dari Barcelona dan gerakan ‘tika-taka ’, dengan bermain mulai dari belakang, dan untuk bermain keluar dari belakang Anda harus menguasai bola dengan baik," tutur De Ligt.

“Inilah mengapa teknik itu penting. Di Italia Anda juga bermain dengan lebih banyak pemain melawan penyerang, dan itu sangat berbeda, tetapi ini telah memungkinkan saya untuk menjadi bek seperti saya hari ini. Saya tidak takut satu lawan satu, dan itu adalah sesuatu yang saya pelajari di Ajax."*
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA