#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Shin Tae Yong Kantongi Sejumlah Catatan, Timnas Berpeluang Panggil Pemain Baru
24 February 2020 19:55 WIB
JAKARTA - Debut pelatih asal Korea Selatan (Korsel) Shin Tae Yong (DTY) bersama timnas Indonesia berakhir dengan tidak memuaskan. Kekalahan telak 1-4 dari tim promosi Liga 1 2020 Persita di Stadion Madya, Jakarta, pada Jumat (21/2) malam lalu, tampaknya tak bisa membuat publik sepak bola tanah air “tutup mata”.

Sebelumnya saat memimpin timnas U-19 di awal tahun 2020, STY juga mencatatkan lima kekalahan dan hanya mampu sekali menang dalam pemusatan latihan di Thailand. STY pun sadar ekspektasi publik terhadap timnas sangat tinggi.

Menggantikan peran Fakhri Husaini, timnas U-19 diajak ke Thailand untuk persiapan awal menuju Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.  Fisik menjadi menu utama yang diberikan kepada 28 pemain junior yang dibawanya.


Baca Juga :
- Kepada Media Lebanon, Hussein El Dor Bercerita Mengapa Menolak Liga Malaysia dan Memilih Indonesia
- Virus Corona Bukan Satu-satunya yang Menghentikan Kompetisi Liga 1, tapi...

Sedangkan bersama timnas senior, peningkatan fisik dan proses pembentukan kerangka tim juga diutamakan, ketimbang memikirkan hasil akhir. Timnas senior sendiri dipersiapkan untuk melakoni tiga laga sisa Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 dan Pra-Piala Asia (PPA) 2023 yaitu melawan Thailand (26/3), Uni Emirat Arab (31/3), dan Vietnam (4/6). Selanjutnya, timnas juga akan terjun di Piala AFF 2020 pada November mendatang.

“Jujur untuk hasil akhir dan pertandingan saya kecewa. Tapi sebenarnya ini adalah proses. Untuk skor tidak terlalu penting karena kami (tim kepelatihan) mengadakan laga uji coba ini untuk melihat kemampuan masing-masing pemain. Dengan begini, kami bisa terbantu untuk mengecek ulang pemain yang sudah dipilih,” ucap STY usai melawan Persita.

Lebih lanjut pelatih yang pernah memimpin timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak memberikan strategi ke timnya saat berlaga. Artinya pemain-pemain yang tampil lawan Pendekar Cisadane –julukan Persita– tampil dengan intuisi mereka sendiri. STY hanya menentukan perihal siapa yang bermain.

“Kami ingin lebih melihat ke mental dan fisik. Dari pertandingan pun akhirnya kami tahu bagaimana kemampuan masing-masing pemain, karena sebelumnya saya pun tidak banyak tahu tentang mereka. Tim juga terlihat sangat kelelahan setelah terus latihan fisik, meski seharusnya pemain timnas bisa melawan rasa itu,” kata pelatih 50 tahun itu lagi.

Saat menghadapi Persita, STY pun sejatinya tidak memiliki banyak opsi. Sebab dari total 33 pemain yang tergabung dalam TC, 10 pemain telah dipulangkan lebih dulu. Sembilan karena klubnya hendak bergelut di Piala AFC dan satu cedera. Sehingga, pemain yang tergabung dinilai bukan sepenuhnya pilihan sang entrenador.

STY juga mengakui bahwa sebelumnya pelatih lokal merekomendasikannya 75 nama. Jumlah itu kemudian tersaring setelah melakukan diskusi dan menyaksikan ulang rekaman laga. “Sekarang saya sudah tahu kelebihan dan kekurangan pemain di tim. Kami melihat kemampuan pemain dan ke depannya sudah punya plan untuk mengurangi risiko,” kata STY.

Dalam beberapa hari memimpin TC timnas, STY tampaknya sangat tidak puas dengan kualitas pemain-pemain Indonesia. Bahkan ia pernah menyindir kualitas passing dan kontrol pemain timnas yang tidak lebih baik dari anak Sekolah Dasar (SD). Selain itu, kiper timnas juga disebutnya seperti kakek-kakek, karena masih muda tapi terlihat lemah. Padahal, STY yakin para pemainnya punya potensi lebih.
Sementara itu, pengamat sepak bola Indonesia Binder Singh melalui akun youtube-nya, lebih melihat pada sisi positif bahwa STY sudah melakukan hal yang semestinya. “Dia telah melakukan peremajaan, membentuk keseimbangan dari materi senior dan junior di timnas. STY sudah bergerak ke arah yang benar. Kita hanya perlu bersabar dan menunggu hasil akhirnya. Bukan juga di kualifikasi Piala Dunia karena peluang kita sudah tertutup. Tapi bagaimana tim bisa kompetitif di Piala AFF,” kata Binder menjelaskan.

Mantan pemain timnas Primavera Supriyono juga menilai STY hanya perlu waktu adaptasi. “Baik itu dari sisi Shin ataupun para pemainnya. Apalagi masing-masing pemain masih dalam pramusim di klubnya (masih belum dalam kondisi terbaik),” kata Supriyono.


Baca Juga :
- Tak Bisa Pulang ke Mali, Makan Konate Melepas Rindu lewat Video Call dengan Istri
- Kisah Indra Thohir: Diantarkan Solihin GP ke Persib, Transformasi ke 3-5-2, hingga Jadi Pelatih Terbaik AFC

TC timnas tahap satu yang digelar sejak 14 Februari lalu, sudah dibubarkan, Sabtu (22/2). TC kedua rencannya akan digelar pada 16 Maret dan bakal masuk ke tahap strategi setelah yang pertama full latihan fisik. Meski tidak ada jaminan pemain TC satu akan kembali dipanggil, STY tetap meminta ke semua pemain menjaga pola makan; tak boleh gorengan dan perbanyak daging.***TAUFANI RAHMANDA

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA