#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Aji Berani Bereksperimen, Wonder Kid Persebaya Mengorbit 
24 February 2020 20:05 WIB
SURABAYA - Turnamen pramusim bertajuk Piala Gubernur Jatim (PGJ) kemarin, benar-benar dijadikan wadah bagi pelatih Persebaya Aji Santoso untuk menjajal pemain sebelum terjun ke Liga 1 2020. Dalam lima pertandingan, Aji sudah mencoba semua pemain Persebaya yang saat ini berjumlah 28 pemain.

Terutama pemain muda yang diberikan kepercayaan lebih oleh Aji. Pelatih asal Malang itu tak terlihat ragu memasang mereka. Hasilnya beberapa pemain muda Persebaya mengorbit saat ini.

Seperti Koko Ari Araya yang masih berusia 19 tahun. Penampilannya di babak penyisihan Grup A Piala Gubernur Jatim membuat dia dipanggil pelatih timnas Shin Tae Yong.


Baca Juga :
- Mengenang 20 Tahun Wafatnya Eri Irianto, Legenda Persebaya Pemilik Tendangan Geledek
- Terkait Situasi Saat ini, Pelatih Persebaya Aji Santoso Minta Semua Saling Mendoakan

Selain Koko ada juga tiga wonder kid Persebaya: Rizky Ridho, Hambali Tolib, M. Supriadi yang bersinar dalam PGJ. Tiga pemain tersebut menyumbang peran sendiri-sendiri hingga Persebaya berhasil juara.

Rizky Ridho tak tergantikan di lini belakang. Sementara Hambali dan Supriadi masing-masing menyumbang satu gol.

Selain itu Aji juga menjajal beberapa pemain baru untuk rotasi. Kekosongan bek kiri setelah ditinggal Rachmat Irianto karena panggilan timnas, membuat Aji coba memasang Abu Rizal hingga Alwi Slamat.

“Ini yang patut saya banggakan, selain saya kepingin berprestasi. Saya akan berusaha memunculkan pemain-pemain muda ini agar maksimal,” kata Aji.

Meski berhasil juara, namun Aji tetap mengingatkan kepada pemain bahwa target utama adalah kompetisi yang mulai bergulir 29 Februari nanti. “Ini kerja keras semua dari manajemen, pelatih, dan pemain. Mudah-mudahan ini akan berlanjut di kompetisi nanti. Karena target kami di kompetisi, harus lebih baik dari musim kemarin,” kata Aji.

“Ini suatu pelajaran bagus untuk kompetisi nanti. “Paling tidak anak-anak tampil konsisten sepanjang kompetisi.”

Soal eksperimen posisi, salah satunya dengan menarik Alwi Slamat dari posisi gelandang ke bek kiri terbukti berhasil. “Menurut saya Alwi luar biasa, main di posisi itu. Kami lihat Riko (Simanjuntak) tidak banyak bergerak, tidak banyak peluang dengan ketemunya Alwi,” ujar Aji saat menyinggung laga final melawan Persija.

Sementara itu top scorer tim Bajul Ijo pada PGJ, Makan Konate mengaku sangat bersyukur dengan raihan ini. Ia bersama penyerang Persebaya David Da Silva sama-sama menyumbang tiga gol.


Baca Juga :
- Hodak: Klub Mandiri saja Menderita, Apalagi yang Masih Bergantung kepada Pemerintah
- Mantan Anak Didiknya, Saddil Ramdani, Tersandung Kasus Hukum. Ini Kata Aji Santoso

“Alhamdulillah saya fokus lagi. Nanti kalau Liga 1 mudah-mudahan Allah kasih rezeki banyak untuk cetak banyak gol atau banyak assist,” ujar Konate yang juga mencatatkan tiga assist di PGJ.

Soal penunjukkan ban kapten, Konate juga mengaku tak keberatan. Bahkan, ban kapten yang melingkar di lengannya terbukti mampu mengangkat kepercayaan dirinya. “Tidak ada masalah. Tapi, saya belum tahu, ada Hansamu sama Irianto, mereka lagi di Timnas. Kalau mereka balik, nanti kaptennya kasih kepada mereka tidak ada masalah. Tidak ada target untuk jadi kapten, tergantung coach,” ujar playmaker asal Mali ini.*MUHAMMAD BAHRUL MARZUKI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA