#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mengenal Sam-A Gaiyanghadao, Petarung Legendaris dengan Ratusan Kemenangan
24 February 2020 12:54 WIB
JAKARTA - Sam-A Gaiyanghadao salah satu petarung paling hebat dalam sejarah Muay Thai. Dia mendedikasikan hidupnya bagi olahraga ini selama 25 tahun.

Petarung berusia 36 tahun ini – yang akan menghadapi Rocky Ogden untuk memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai dalam ajang ONE: KING OF THE JUNGLE pada Jumat, 28 Februari – harus mengorbankan banyak hal untuk meraih sukses.

Lahir dari keluarga yang miskin, kini Sam-A dikenal sebagai legenda di negaranya dengan catatan rekor 368-47-9. Berarti ia telah hampir memenangi 370 laga Muay Thai, sebuah angka fantastis bahkan untuk ukuran atlet lokal.


Baca Juga :
- Ini Petarung Berbahaya di Indonesia
- Vincent Majid, Sosok di Balik Performa Spektakuler Fajar Macho

Perjuangan yang telah lalui melibatkan berbagai pengorbanan, termasuk harus bertarung sejak usia belia demi meningkatkan taraf hidup keluarganya. Saat anak-anak seusianya pergi bermain sepulang sekolah, Sam-A memilih berlatih dan berlaga dalam olahraga yang telah mendarah daging bagi warga Thailand tersebut.

“Semenjak saya masih kecil, saya selalu bertanding untuk mendapatkan uang. Jadi semuanya sepadan," tutur Sam-A

“Terkadang saya ingin bermain, tapi saya tidak pernah bisa karena saya harus berlatih setelah pulang sekolah.”

“Semua teman sekolah saya bisa bermain sepulang sekolah, tapi saya telah memilih jalan ini dan saya harus tekun menjalaninya. Saya menyadari ini sejak awal, dan dapat berlatih di sasana besar saat saya usia 10 tahun.”

Meski fokus pada tujuannya, ia mengaku mengalami masa sulit saat pindah dari kampung halamannya di Sakon Nakhon ke Bangkok untuk mengembangkan kariernya. Saat itu Sam-A tidak hanya kehilangan waktu untuk bersenang-senang, ia juga merasa kehilangan keluarganya.

“Saat saya pindah ke Bangkok adalah waktu yang sulit bagi saya. Saya jauh dari keluarga saya, dan berada di tempat yang asing,” katanya.

“Saya rindu alam bebas dan saya tidak suka kebisingan Bangkok. Saya perlu waktu sebulan untuk membiasakan diri. Sangat sulit untuk saya. Saya selalu memikirkan istri dan anak-anak saya. Tapi ini adalah kesempatan besar. Tidak ada yang saya bisa lakukan di kampung saya jadi saya harus mengambil langkah ini. Saya harus berusaha sebisa saya.”

Buah dari hasil kerja kerasnya adalah beberapa gelar Juara Dunia yang hanya bisa diraih oleh segelintir atlet saja. Ia pun memiliki reputasi sebagai atlet terbaik dalam sejarah olahraga asal negeri gajah putih tersebut.

Saat karirnya mulai turun, ia mendapatkan kesempatan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya dengan menjadi instruktur di Evolve di Singapura, salah satu gym terbaik di Asia. Meski kembali harus berpisah dengan keluarga, Sam-A tahu ia melakukan hal yang benar demi memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.


Baca Juga :
- Kuncian Favorit Aziz Calim di ONE Championship
- Jihin Radzuan Incar Bi Nguyen, meski Pertarungan Tertutup

Laga akhir pekan nanti – yang disaksikan melalui ONE Super App, serta SCTV, vidio.com dan MAXstream – akan menjadi sebuah pembuktian bagi Sam-A bahwa dirinya masih belum habis.*

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA