#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gelar Diskusi di DPR, IMORI Kawal Inpres Percepatan Sepakbola Nasional
21 February 2020 13:34 WIB
JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (DPP IMORI) menggelar diskusi sepakbola nasional perdana di Media Center Nusantara III Kompleks DPR/MPR RI, Kamis (20/2). Tajuknya: "Membangun Bibit Sepakbola Indonesia yang Mendunia".

Diskusi menghadirkan narasumber yang berkompeten di antaranya Dr. Raden Isnanta, M.Pd (Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Anggota DPD RI (H. Tb. M. Ali Ridho Azhari, S.H., M.I.Kom), aktivis sepak bola (Sarman EL Hakim), Hirma Sjarif (PT. Olahraga Indonesia Maju), dan Akmal Marhali (Koordinator SOS).

Diskusi dihadiri oleh berbagai latar belakang masyarakat sepakbola Indonesia, komunitas percepatan sepakbola Indonesia, pemuda, pelajar, mahasiswa, praktisi, dan akademisi olahraga. Diskusi berlangsung seru dan antusias dari peserta terkait pembangunan bibit sepakbola Indonesia yang mendunia.


Baca Juga :
- IMORI Suarakan Olahraga di Rumah Selama Wabah Corona
- Imori: Krisna Adi Hanya Wayang dalam Skenario Besar Mafia Bola

Hetifah mengatakan perlunya kolaborasi bersama Kemenpora RI dan seluruh stakeholder dan perbaikan sarana dan prasarana olahraga untuk menunjang anak-anak dan masyarakat.

“Kita berharap kolaborasi antara seluruh instansi pemerintahan baik itu Kemenpora RI, Kemendesa, Kementerian PUPR, DPD, agar sarana olahraga menjadi prioritas karena dengan olahraga masyarakat bisa sehat dan atlet bisa meraih prestasi yang maksimal,” terang Hetifah.

Raden Isnanta mengatakan sepakbola adalah jantung Indonesia. Olahraga harus selalu kita dukung dan upayakan bisa berprestasi maksimal di kancah dunia. Deputi tiga selalu memprioritaskan pengembangan sepak bola usia muda.

“Kami selalu berupaya untuk menjadikan sepakbola sebagai olahraga yang bisa maksimal dalam menghasilkan prestasi dengan memfasilitasi pendanaan terhadap pembangunan GOR, lapangan serta sarana prasarana lain yang menunjang prestasi atlet,"  ujarnya.

Sarman EL Hakim menceritakan sejarah sepakbola Indonesia yang selalu optimis akan kemajuan sepakbola Indonesia.

“Semua negara yang sedang sakit dan krisis, menjadikan sepakbola  sebagai pemersatu bangsa, serta meraih keuntungan yang besar menjadi tuan rumah event olahraga. Indonesia juga akan seperti negara lain yang akan selalu sukses jika kita optimis," kata Sarman.

TB Ali Rodho menyinggung terkait seleksi pemain dan pelatih harus melalui tes psikologis dan kejiwaan agar dapat diketahui dari sisi emosional.

“Sebaiknya pemain dan pelatih yang emosional harus diperketat seleksinya, karena dapat mengganggu kondusivitas tim, sehingga prestasi dan pembinaan pemain berjalan maksimal,"  jelasnya.

Hirma Sjarif mengajak seluruh masyarakat untuk percaya bahwa Indonesia peduli terhadap sepakbola.

“Semua lini berperan dalam pengembangan sepakbola Indonesia, baik itu komunitas, yayasan, organisasi, mahasiswa. Apapun mereka jika ada sepakbola dihatinya maka Indonesia akan siap menjadi negara yang berprestasi sepakbolanya," tuturnya. 

Akmal Marhali menutup dan menyimpulkan paparan pemateri agar revisi UU SKN oleh DPR RI mampu menerjemahkan dalam bentuk yang lebih kongkret.

“DPR RI harus menjadi terdepan dalam mengawal revisi UU SKN dan kongkret pada tataran aksi, bukan sebatas legal formal serta harus menginisiasi UU Anti monopoli industri olahraga yang di dalamnya ada match fixing serta UU terkait supporter," jelasnya.


Baca Juga :
- Kemenpora Berikan Penghormatan Kepada Keluarga Alm. Alfin Farhan Lestaluhu
- TopSkor U-16 Indonesia Gagah ke Final, Wakil Malaysia Ditumbangkan

Ketua DPP IMORI Fadly Idris mengatakan siap mengawal revisi UU SKN serta inpres Percepatan Sepak bola Nasional.

“IMORI siap berkolaborasi dengan seluruh elemen untuk mengawal UU dan Inpres agar olahraga dan sepakbola menjadi aktivitas dan prestasi bibit Indonesia yang mendunia," tegasnya.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA