#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ambisi Dzeko Jadi Raja Gol Eropa
20 February 2020 11:10 WIB
ROMA – Krisis yang melanda AS Roma di Seri A diperparah dengan kabar-kabar miring di luar. Salah satunya adalah pelatih Paulo Fonseca mengeluhkan kondisi tim kepada Edin Dzeko dan Aleksandar Kolarov, yang dianggap sebagai pemimpin. Pria Portugal tersebut kesal diterpa rumor yang tidak benar.

Faktanya dia mengajak bicara timnya dan memotivasi mereka untuk bangkit, dimulai dari babak 32 besar Liga Europa. Roma akan berhadapan dengan KAA Gantoise di Stadion Olimpico, Kamis (20/2) atau Jumat dini hari WIB.

Dzeko siap membimbing rekan-rekannya dalam duel pertama ini. Dengan kostum I Giallorossi, hanya ada empat pemain sukses jadi yang tersubur di turnamen kasta kedua Eropa itu. Terakhir adalah Dzeko, pada musim 2016/17, dengan raihan delapan gol. Saat itu, dia berbagi podium dengan Giuliano, yang memperkuat Zenit St. Petersburg.


Baca Juga :
- Bikin Sedih, Eusebio Di Francesco Ungkap Penyesalan Terbesar Ketika Masih Latih Roma
- Presiden UEFA Sebut Liga Champions dan Liga Europa Bisa Dibatalkan

Sayangnya, saat itu skuat asuhan Luciano Spalletti dihentikan Lyon di perdelapan final. Dzeko siap kembali mewujudkan impian mengangkat trofi dan kembali mengulang prestasi tiga musim lalu. Rekeningnya baru terisi tiga gol, selisih tiga dengan Alfredo Morelos (Ranger FC) yang menguasai klasemen.

Sebelum Dzeko, tiga pendahulunya sebagai bomber di Eropa adalah Pedro Manfredini di Coppa Fiere musim 1960/61 dengan 12 gol. Dua musim kemudian, dia memastikan kehebatan dengan enam gol, didampingi pemain Roma lainnya, Francisco Lojacono dengan enam gol. Rudi Voeller, menyumbang 10 gol dan membawa I Lupi ke final Piala UEFA 1990/91.

Beberapa hari lalu, Voeller mengatakan, “Di Jerman, sejak muda Dzeko telah memenangi gelar juara. Seorang pemain hebat, pemain nomor 9 berkelas dan hanya sedikit pemain seperti dia di dunia. Menjadi striker Roma tidak mudah, ketika menang semua indah, semua mencintai Anda, tapi jika kalah tiga kali berturut-turut maka semuanya menjadi berbahaya tapi ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan.”

Dzeko sudah paham dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dia berusaha merebut hati tifosi dengan caranya. Sampai sekarang, dia telah mencetak 23 gol bersama Roma di kompetisi Eropa (11 di Liga Eropa dan 12 di Liga Champions). Pastinya sangat sulit bisa mengejar 38 gol Francesco Totti tapi dengan satu gol lagi bisa mencapai kuota 102 gol, menjadi bomber keenam terbaik dalam sejarah klub Roma.


Baca Juga :
- AS Roma Berminat Tampung Mario Gotze, Romanisti Setuju?
- Liga Belgia Musim Ini Dihentikan, Club Brugge Ditetapkan sebagai Juara

“Tidak ada pertandingan mudah, semua mengharapkan para penyerang bisa menyelesaikan pertandingan. Saya sudah terbiasa dengan tekanan seperti ini,” attaccante 33 tahun itu di situs UEFA.

Roma saat ini juga menunggu penampilan Amadou Diawara. Gelandang ini kemarin sudah berlatih dengan grup, hampir satu bulan sejak pemain mengalami cedera: 22 Januari di Piala Italia melawan Juventus. Terapi khusus tampaknya berfungsi tapi kondisi pemain terus dipantau setiap hari. Jika semua berjalan sesuai dengan harapan, Fonseca mungkin bisa memainkannya lawan Gent.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA