#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Atalanta Bergaya Eropa, Valencia Berkiblat ke Italia
19 February 2020 09:48 WIB
BERGAMO – Rabu (19/2) atau Kamis dini hari WIB, di San Siro, akan hadir Atalanta BC, tim Italia yang memiliki karakter paling Eropa, dan Valencia, wakil Spanyol dengan permainan paling mirip gaya Italia (sering bertahan). Keduanya akan berebut tiket ke perempat final Liga Champions sekaligus peluang meraup bonus tambahan 10,5 juta euro (sekira Rp155 miliar).

Selepas laga lawan AS Roma, pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan, “Liga Champions merupakan impian kami. Kami punya peluang nyata untuk sampai ke perempat final. Saya menonton pertandingan Valencia-Atletico Madrid dan atmosefer di Mestalla, fantastis. Tapi kami harus memikirkan duel di San Siro. Valencia adalah tim yang punya nilai dengan banyak pemain berkualitas. Oleh karena itu, kami akan menjalani pertandingan dengan hebat untuk meletakkan basis pada pertandingan kedua yang  sangat menentukan.”

Tuan rumah kemungkinan menerapkan formasi menyerang 3-4-1-2 yang dapat bertransformasi jadi 5-3-1-1 saat tak menguasai bola. Atalanta akan menunjukkan keahliannya melakukan pressing di semua zona lapangan untuk menyulitkan lawan bergerak dengan leluasa. Mereka mampu menyerang dengan 11 pemain dan bertahan dengan 10 pemain (Duvan Zapata ditinggal sendirian di depan).


Baca Juga :
- Ketika Mendy Berhasil Mengalahkan Marcelo
- Presiden UEFA Sebut Liga Champions dan Liga Europa Bisa Dibatalkan

Agresivitas skuat asal Bergamo bisa dijelaskan dari statistik berikut. Hingga 24 pekan di turnamen domestik, La Dea memainkan 715,29 bola, sedangkan Valencia baru 604,88. Alejandro Gomez dan kawan-kawan telah melepas 188 tembakan ke gawang (rata-rata 7,83), 102 lebih banyak dari penghuni ranking ketujuh La Liga. Dari antara jumlah ini, 13,21 di dalam area, kurang dari setengah raihan Los Che, tapi akurasi Atalanta lebih baik. 

Skuat Gasperini menghasilkan tendangan 15 kali per pertandingan, sedangkan Valencia 6,63 (dengan total 360 banding 159). Di Italia, tidak ada tim lain yang menciptakan gol sebanyak mereka (63 gol), dengan Josip Ilicic menjadi tumpuan lini depan, berkat koleksi14 gol.

Arsitek  Valencia, Albert Celades, membentuk sebuah tim yang tahu cara bertahan di belakang. Rata-rata panjang serangan mereka hanya 55,38 meter dan mampu merebut bola dari kaki lawan di jarak 32,1 meter. Sedangkan dalam kategori itu, Atalanta lebih panjang dengan 65,04 meter dan posisi terpendek saat mencuri bola pada 38 meter.


Baca Juga :
- Inilah Klub-klub yang Paling Dirugikan jika Kompetisi Musim Ini Dibatalkan karena Wabah Corona
- Liga Belgia Musim Ini Dihentikan, Club Brugge Ditetapkan sebagai Juara

Jumlah intervensi bola dimenangkan oleh anak buah Celades 10,17 berbanding 10,08. Aksi yang membuat tim dapat melakukan serangan balik dan menghasilkan tembakan. Bagi tim tamu, Atalanta sangat menakutkan apalagi ketika beberapa pemain yang terlibat di fase bertahan tumbang: kiper Jasper Cillessen, bek Cristiano Piccini, Ezequiel Garay, Gabriel Paulista dan Alessandro Florenzi.

Di depan portiere Jaume Domenech, ada pasangan Mouctar Diakhaby-Eliaquim Mangala, sedangkan Daniel Wass dan Jose Gaya akan main sebagai gelandang. Geoffrey Kondogbia memimpin di tengah dan Dani Parejo bisa mengubah modul 4-5-1 ke 4-4-1-1. Maxi Gomez bisa menjadi ancaman utama bagi kiper Atalanta, Pierluigi Gollini.*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA