#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ide Jitu Farias Gunakan Formasi Cemara untuk Persija
14 February 2020 21:17 WIB
MALANG - Persija menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020. Itu setelah pada laga kedua tim asuhan Sergio Farias itu menang atas Sabah FA 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (13/2).

Marko Simic kembali menunjukkan tajinya dengan mencetak gol pembuka lewat titik putih. Rohit Chand menggandakan kemenangan Macan Kemayoran, memanfaatkan assist Simic pada menit ke-52. Dengan tenang, pemain asal Nepal melepaskan tendangan keras mendatar yang gagal dibedung kiper Sabah Wan Azrie.

Bukan soal skor yang menjadi perhatian Farias dalam laga ini. Tapi bagaimana para pemainnya mulai memahami apa yang dia inginkan. Hanya melakukan dua perubahan dari laga sebelumnya, sedikit demi sedikit mulai tergambar komposisi starter yang akan menjadi andalan Farias untuk Liga 1 2020.


Baca Juga :
- Terkait Kondisi Pemain PSS Sleman, Begini Penjelasan Dokter Tim
- Lucu! Tanya-Jawab Warganet bareng Bagus Kahfi, dari Serius hingga Nyeleneh

“Kemenangan ini penting bagi Persija karena kami memang mencari cara untuk lolos ke fase berikutnya. Gol pertama sangat penting untuk kami mampu mengubah pertandingan dan menambah semangat untuk lolos,” kata Farias.

Melawan Sabah, Farias melakukan eksperimen dengan memainkan empat gelandang sekaligus. Tiga bertipikal bertahan, yakni Sandi Sute, Rohit Chand, dan Tony Sucipto, dan satu berkarakter menyerang: Evan Dimas. Secara kasat mata, Farias coba bermain dengan pola pohon cemara atau 4-3-2-1.

Di mana Evan dan Tony bergantian mendampingi Riko Simanjuntak sebagai "pelayan" di belakang Marko Simic. Taktik ini cukup berhasil untuk mendominasi penguasaan bola di lini tengah. Dalam laga ini, Simic juga memainkan peran yang sedikit berbeda.

Dia beberapa kali terlihat melebar untuk memancing bek-bek lawan sekaligus membuka ruang bagi pemain tengah menusuk ke kotak penalti lawan. Variasi taktik Persija di bawah Farias, kian menunjukkan bahwa mereka menjadi tim yang patut diperhitungkan musim ini.

“Lawan memang melakukan press di 10 menit awal. Mereka membuat kami sulit dan tidak bisa melakukan transisi. Tapi kami perbaiki di sektor gelandang dan bisa mengimbangi sektor tengah untuk bermain lebih baik dan meraih kemenangan,” Farias melanjutkan. 


Baca Juga :
- Akademi Sepak Bola yang Baru Didirikan Mantan Striker Asing PSIS Ini Belum Bisa Berjalan karena Virus Corona
- Menpora Imbau Induk Cabor Bijak dalam Mengambil Keputusan di Tengah Wabah Virus Corona

“Bola tadi juga banyak di sektor Riko dan Novri di sebelah kiri.  Dalam permainan kami punya kesempatan dan selesaikan dengan baik karena kami mau segera lolos.”

Sementara pelatih Sabah FA Kurniawan Dwi Yulianto, menyesalkan performa para pemainnya yang mengulang kesalahan sama di laga ini. Menurutnya, pemain harus bisa lebih disiplin dan kompak terutama saat bertahan. “Komunikasi lini pertahanan dan finishing touch menjadi PR terbesar kami sebelum tampil di MSL 2020,” kata Kurniawan.*FURQON A./ NOVAL L

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA