#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PIALA AFC 2020
PSM Harus Cari Solusi Absennya Pluim dan Arfan
14 February 2020 21:14 WIB
JAKARTA - PSM gagal mengawali laga Grup H Piala AFC 2020 dengan positif. Tim asuhan Bojan Hodak itu harus mengakui keunggulan tuan rumah Tampines Rovers dengan skor 1-2 di Stadion Jalan Besar, Rabu (12/2) malam. Secara permainan, identitas PSM yang kerap tampil agresif sama sekali tak terlihat.

Tim Juku Eja, julukan PSM justru seperti bermain tanpa ide. Lini tengah yang menjadi sektor vital, gagal dikuasai. Menurunkan empat pemain bertipe menyerang secara bersamaan yakni Ferdinand Sinaga, Giancarlo Rodrigues, Osas Saha, dan Yakob Sayuri, menjadi bumerang.

Menyisakan dua gelandang di tengah, Rizky Pellu dan Ahmad Agung, justru berbuah malapetaka. PSM tak mampu keluar dari tekanan lawan sepanjang pertandingan. Keputusan Hodak memainkan delapan pemain baru PSM musim ini juga menjadi blunder.


Baca Juga :
- Lelang Jersey PSS Sleman, Aaron Evans Laku Rp 2,2 juta, Ega Rizki Rp 1,7 juta
- Lelang Jersey Perangi Covid-19, Suporter PSIS Berharap Tak Ada Lagi Oknum Bid and Run

Pasalnya sejumlah pemain bahkan belum lama berlatih bersama sebelum turun dalam laga resmi musim ini. Absennya kreator serangan William Jan Pluim, begitu terasa dalam aliran bola ke lini depan. Pun PSM tampaknya belum menemukan pengganti sepadan bagi Marc Klok.

Gelandang yang hijrah ke Persija di awal musim ini, merupakan tandem ideal untuk Pellu di lini tengah PSM dalam dua musim terakhir. Terlebih ketika Muhammad Arfan juga tak bisa diturunkan karena kartu merah yang didapat saat play-off sama halnya dengan Pluim. Sementara Hodak menilai, pasukannya memang perlu segera meningkatkan kerjasama tim terutama dalam menjalankan organisasi permainan.

“Ya kami memang tidak bermain baik. Kami bermain dengan banyak pemain baru, dan hasilnya mereka melakukan banyak kesalahan pemahaman satu sama lain,” kata Hodak. “Kami harus segera memperbaiki hal ini, untuk bermain lebih baik lagi.”

Hodak tidak punya cukup banyak waktu untuk mengevaluasi timnya. Namun paling tidak, ia sudah mengetahui kelemahan timnya yang paling menonjol sebelum bergulirnya Liga 1 2020. Terutama menambal bocornya sektor pertahanan yang sejatinya telah terlihat saat fase play-off Piala AFC lalu.

Menghadapi tim yang bisa dikatakan tidak terlalu tangguh, Lalenok FC, asal Timor Leste, gawang PSM jebol dua kali. Masuknya bek tengah asal Bosnia Serif Basic, membawa angin segar. Meskipun bek berusia 32 tahun tersebut mengawali debutnya bersama PSM dengan kartu merah saat melawan Tampines Rovers.

Hodak menilai, pemainnya itu sudah tampil maksimal, kendati baru dua kali mengikuti sesi latihan tim. “Dia hanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan permainan tim,” kata Hodak. Kalah di laga perdana memang tak serta merta menutup peluang PSM lolos ke fase selanjutnya.

Masih ada lima pertandingan lagi, PSM wajib mengamankan poin demi poin untuk menjaga asa mencapai target minimal menembus semifinal zona Asia Tenggara. Pada musim lalu, pencapaian PSM itu bisa dibilang memuaskan.


Baca Juga :
- Terkait Kondisi Pemain PSS Sleman, Begini Penjelasan Dokter Tim
- Lucu! Tanya-Jawab Warganet bareng Bagus Kahfi, dari Serius hingga Nyeleneh

Bersama pelatih Darije Kalezic, PSM sama sekali tak menelan kekalahan di fase grup. Dari enam laga, empat kemenangan dan dua hasil imbang berhasil diraih. Langkah PSM terhenti di semifinal zona ASEAN setelah kalah dari wakil Vietnam Becamex Binh Duong.***FURQON AL FAUZI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA