#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sempat Grogi, Fajar Macho Taklukkan Petarung Senior di Debut ONE Championship
13 February 2020 16:57 WIB
JAKARTA - Indonesia memiliki satu lagi harapan pada Fajar "Macho" untuk meraih prestasi tinggi dalam kancah internasional. Seniman bela diri campuran asal Tangerang, Banten, ini berhasil menunjukkan potensinya saat berlaga dalam ajang ONE: WARRIOR'S CODE.

Pada Jumat, 7 Februari, atlet berusia 25 tahun tersebut memasuki arena ONE Championship untuk pertama kalinya di Istora Senayan Jakarta. Ia tampil dalam laga pembuka menghadapi atlet yang lebih senior Egi Rozten dalam laga divisi flyweight. Meski mengakui sempat gugup dalam laga debut di pentas global ONE, Fajar mampu menunjukkan kapasitasnya dengan keluar sebagai pemenang pada menit ke 2:39 ronde pertama. 

Pengalaman yang didapatkan dari olahraga sambo kombat membuatnya tampil dominan atas lawannya. Setelah menjatuhkan Egi untuk berduel di atas kanvas, Fajar segera melayangkan serangkaian serangan sebelum dihentikan wasit dan menang lewat TKO. 
 
“Saya belum terlalu puas, karena tadi terlalu terburu-buru juga. Tetapi saya bersyukur tidak mengecewakan teman-teman dan keluarga saya, karena mereka semua datang menonton pertandingan saya," tutur Fajar yang mendedikasikan kemenangan tersebut bagi almarhumah ibunya serta sang ayah yang menonton langsung di Istora. 

Fajar bukanlah nama asing dalam kancah bela diri domestik. Ia merupakan mantan pemegang sabuk juara nasional OPMMA kelas bantamweight. Bahkan ia adalah penyumbang medali emas dari ajang SEA Games tahun lalu di Filipina dari cabang olahraga sambo kombat. Kala itu, ia mengalahkan salah satu atlet veteran Rene Catalan, yang merupakan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Championship divisi strawweight. 

Sebelumnya, Fajar pun menyumbang medali perak dari kejuaraan sambo kombat di India. Meski telah kenyang pengalaman internasional, Fajar mengaku tetap merasa grogi ketika tampil perdana di depan ribuan penonton. 

"Yang pasti berbeda karena ini levelnya sudah internasional, jadi saya lebih bersemangat saat tampil. Cukup bangga serta menegangkan juga karena ini debut saya di ONE Championship – dan juga laga pembuka," tutur Fajar mewakili BSA Martial Arts Center. 

"Macho" sadar bahwa ia memiliki potensi, dan para penggemarnya pun bisa berharap banyak darinya. Namun ia merupakan pendatang baru yang harus melihat peta persaingan global yang ada di ONE Championship. Kemenangan dalam debutnya di ONE – yang sekaligus mempertajam rekor profesionalnya menjadi 4-1 – merupakan langkah awal menuju tantangan berikutnya. 

“Saya bukan tipikal atlet yang mencari lawan, tetapi jika saya dikasih lawan, In Saah Allah saya siap. Ketika sudah berlaga di panggung dunia seperti ini memang sudah tidak ada lagi kesempatan saya untuk lari dari tawaran bertarung,” tuturnya mempertajam teknik yang dimiliki untuk bisa bersaing dengan deretan atlet kelas dunia yang ada di ONE Championship.* 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news

Top Olympic

ARTIKEL SEBELUMNYA