#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dampak Virus Corona, Formula 1 GP Cina pun Dibatalkan, Tak Jelas Bisa Digelar atau Tidak
13 February 2020 15:10 WIB
SHANGHAI – Akibat mewabahnya virus Corona, semua perhelatan olahraga yang digelar di Cina pasti akan berdampak. Setelah ajang Badminton Asia Team Championship (BAC) digeser ke Manila, Filipina, selanjutnya giliran ajang balap Formula 1 (F1) yang terkena dampaknya.

BAC memang di Wuhan, pusat wabah, jadi wajar jika digeser. Sedangkan F1 GP Cina sedianya akan digelar di Sirkuit Shanghai yang jaraknya lebih dari 800 kilometer dari Wuhan. Namun, keputusan sudah dibuat dan GP Cina pun dibatalkan. Keputusan ini diambil oleh operator F1 dan Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Mereka bersepakat untuk membatalkan GP Cina pada Rabu (12/2/2020). Sedianya, balapan itu sendiri akan digelar pada 19 April nanti. “Kesehatan dan keamanan publik adalah yang paling penting dan menjadi perhatian utama kami,” kata Ketua Eksekutif F1 Chase Carey.  


Baca Juga :
- Penolakan Koeman dan Ditundanya Piala Eropa, Membuat Posisi Setien Aman
- Virus Corona Bisa Membuat Timo Werner Bertahan di Leipzig

Langkah ini terpaksa dilakukan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim wabah virus corona sebagai masalah kesehatan serius berskala global. Carey mengungkapkan F1 dan FIA tak ingin main-main dengan keselamatan staf panitia, para pembalap dan timnya, serta fan dengan memaksakan balapan digelar sesuai jadwal.

Dua pekan lalu, Dr Sergio Brusin, ahli senior di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa di Stockholm, Swedia telah menyarankan GP Cina untuk dibatalkan. “Jika virus corona terus menyebar cepat seperti saat ini, saya tidak yakin mau datang menyaksikan balapan F1 di Shanghai meskipun punya tiket,” kata Brusin.

Penundaan atau hal semacam ini merupakan yang pertama sejak GP Bahrain pada 2011 lalu. Saat itu, balapan harus dibatalkan menyusul kerusuhan sipil yang terjadi. Jika operator meminta penundaan, maksudnya adalah menjadwal ulang balapan untuk memastikan mereka tidak kehilangan pemasukan.

Tetapi, dengan total 22 race pada F1 2020 ini, menemukan slot atau tanggal baru akan sangat sulit. Hal ini pun diakui oleh Ketua Eksekutif Grup Formula One (FOG) Chase Carey. “Tentu akan ada tantangan untuk bisa menyesuaikan jadwal yang telah dibuat jauh-jauh hari. Kami belum bisa mengatasinya karena ini sangat sulit,” ujar Carey.


Baca Juga :
- Bangkitlah Segera! Ini Pesan Mike Tyson untuk Wilder setelah Gelarnya Lepas
- Enak Aja! Juventus Mau Beli Theo Hernandez, Tawarannya Bagus tapi Pasti Ditolak Milan

GP Rusia, Singapura, dan Jepang telah menutup kemungkinan bertukar tanggal balapan dengan Cina. Memindahkannya ke akhir musim juga bakal sulit. Masalahnya, Abu Dhabi membayar dividen tinggi untuk bisa menggelar balapan pamungkas F1. Mereka diyakini tidak ingin melepaskannya.

Memaksakan GP Cina digelar di antara balapan di Brasil dan Abu Dhabi juga sulit. Bila dipaksakan, para pembalap dan timnya akan kelelahan karena lokasi yang terlalu berjauhan.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA