#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Evaluasi Uji Coba Persib saat lawan Barito, Robert Condong Menggunakan Skema Empat Bek Sejajar
13 February 2020 14:20 WIB
BANDUNG – Pelatih Persib Bandung Roberts Rene Alberts melakukan eksperimen dalam dua latih tanding dan satu uji coba terakhir untuk persiapan berlaga pada kompetisi Liga 1 2020. Yakni, menerapkan skema yang kurang familiar, 3-4-3 dan 3-5-2, dengan merukir beberapa pemain dari posisi sebenarnya.

Di antaranya Ardi Idrus dan Zalnando yang biasanya berposisi bek sayap ditempatkan sebagai sayap. Ardi sebelah kanan, dan Zalnando kiri. Sedangkan trio lini belakang ditempati Victor Igbonefo (kanan), Fabiano Beltrame (tengah), dan Nick Kuipers (kiri).  

Dalam uji tanding melawan Persib U-20 dan PSKC Cimahi skema ini berjalan efektif karena lawan memang tidak sepadan. Tapi ketika uji coba resmi melawan tim selevel Barito Putera Selasa (11/2) malam lalu, baru terlihat skema ini tidak berjalan dengan semestinya.


Baca Juga :
- Hampir Sepekan Karantina, Kondisi Wander Luiz Menggembirakan
- Begini Kondisi Striker Persib Geoffrey Castillion Setibanya di Amsterdam Belanda

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, pada babak kedua Robert mengganti beberapa pemain dengan mengubah skema menjadi normal, 4-4-2. Barulah serangan bisa mengalir dan akhirnya Maung Bandung mencetak dua gol ke gawang Barito Putera.      

Hasil ini pun membuka pemikiran Robert. Bila disuruh memilih, ia mengaku akan memilih skema kedua yang lebih atraktif dan menjanjikan. “Terlihat lebih menjanjikan ketika kami memainkan skema seperti babak kedua. Kecepatan dan pergerakan bola lebih meningkat, serangan pun menjadi lebih berbahaya,” kata Robert, Rabu (12/2).

“Kami sudah mendapatkan jawaban (soal skema ideal) pada laga uji coba ini, tapi mungkin kami masih akan merotasi sistem bermain dengan tiga bek. Kami melihat ada perbedaan   skema ketika latihan tanding dengan  uji coba dengan lawan tim sekelas Barito,” pelatih asal Belanda itu menambahkan.

“Namun, terkait nihil gol pada babak pertama, saya menilai itu bukan karena skema dan komposisi. Melainkan karena babak pertama kami bermain sangat lambat. Tidak sesuai dengan penampilan saat latih tanding sebelumnya,” ia menambahkan.

Hingga akhirnya, menurut Robert, kubu Barito mampu membaca strateginya. “Lawan bisa menerapkan strategi yang mereka inginkan. Setelah 15 menit terakhir kami bermain lebih cepat barulah ada perbedaan dalam tempo serangan yang kami terapkan,” Robert menjelaskan lagi.

Selain itu, Robert menilai kegagalan timnya mencetak gol pada babak pertama lebih disebabkan timnya terlalu lama berpikir untuk mengambil keputusan. “Akhirnya, dengan semua faktor itu kami tidak bisa memainkan pola yang kami inginkan,” Robert menambahkan lagi.

Babak kedua, Robert memasukan Dedi Kusnandar dan Beckham Putra Nugraha yang lebih fresh. Dedi menggantikan Beltrame dan Beckham menggantikan Omid Nazari. Bek kanan senior Supardi Nasir juga masuk menggantikan Zalnando. Praktis dengan pergantian pada babak kedua ini, formasi dan komposisi mengalami perubahan.

Masuknya Supardi mengembalikan Ardi ke posisi yang biasa ia tempati yakni bek kiri, sedangkan Supardi mengisi bek kanan. Dedi berperan sebagai gelandang bertahan dan Beckham diplot jadi penyuplai bola kepada Febri Hariyadi, Esteban Vizcarra, maupun Geoffrey Castillion.

“Kenapa saya ubah formasi babak kedua, karena saya ingin para pemain lebih banyak melakukan kombinasi dengan bola. Sebab pada babak pertama kedua striker kami jarang mendapatkan bola akibat tidak ada aliran bola,” ucap pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda, ini.

Ternyata hasilnya memang tidak sia-sia. Perubahan tersebut membuahkan hasil. Gol pembuka kemenangan juga tercipta berkat assist pemain pengganti, Dedi, yang diselesaikan dengan baik oleh Vizcarra.


Baca Juga :
- Selain Persib Senior, Tim di Bawah PT PBB seperti Persib U-16, U-19, dan Persib Putri Juga Divakumkan Sementara
- Legenda Persib Ceritakan Kisah Telur Jimat di Gawang Barito Putera

“Dengan perubahan formasi, permainan kami jadi dominan. Lebih bagus dan banyak menciptakan peluang. Yang jelas dalam uji coba hasil bukan utama. Terpenting kami akhirnya mendapatkan jawaban soal kekurangan dan kelebihan tim, dan bagaimana cara kami lebih siap dalam permainan 90 menit,” ucap Robert.*Arief Nugraha K

 

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA