#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Liga 1 2020
Pasukan Muda Borneo FC Siap Menyerbu Liga 1 2020
13 February 2020 08:55 WIB
SAMARINDA - Meskipun tak lagi bekerjasama dengan pelatih sekaliber Mario Gomes, Borneo FC menatap optimistis Liga 1 2020. Manajemen Pesut Etam, julukan Borneo FC bergerak cepat mencari pengganti sepadan usai mengumumkan perpisahan dengan pelatih asal Argentina tersebut.

Eks pelatih Persija, Edson Tavares kemudian ditunjuk. Kendati hanya bekerja setengah musim di ibu kota, kinerja pelatih asal Brasil dinilai sosok yang tepat sebagai suksesor. Tavares, memiliki profil yang dianggap sesuai dengan filosofi Borneo FC, yakni memaksimalkan potensi dan mengorbitkan pemain muda.

Tavares memang dikenal pelatih yang berani memainkan pemain muda. Di Persija, ia memberikan tiga pemain usia di bawah 23 tahun melakoni debut di Liga 1. Setali tiga uang, musim ini skuat utama Borneo FC diyakini akan lebih segar dengan banyaknya pemain berusia muda yang sudah memiliki cukup pengalaman.


Baca Juga :
- Kepada Media Lebanon, Hussein El Dor Bercerita Mengapa Menolak Liga Malaysia dan Memilih Indonesia
- Virus Corona Bukan Satu-satunya yang Menghentikan Kompetisi Liga 1, tapi...

Di bawah mistar, mantan kiper Bali United Mochamad Dicky Indriyana (22 tahun), masuk untuk menempati posisi yang ditinggal Nadeo Argawinata. Dicky akan bersaing dengan kiper muda lainnya yaitu Gianluca Pandeynuwu (22).

Selain Dicky, Borneo juga melihat potensi yang dimiliki Kevin Gomes (23) bisa lebih berkembang di tangan pelatih yang tepat. Musim lalu, Gomes menjalani debutnya di kompetisi tanah air bersama klub yang diarsiteki sang ayah (Gomes Oliviera) yaitu Kalteng Putra.

Sementara gelandang petarung Wahyudi Hamisi (22) juga kemungkinan akan mendapatkan peran yang lebih vital di bawah arahan Tavares musim ini. Juga dengan Rifal Lastori (22) yang sudah terang-terangan mengatakan akan merebut tempat utama secara reguler musim depan.

“Kalau melihat persaingan di dalam tim pastinya ketat. Tapi saya tak kecil hati, dan tetap fokus dalam berlatih untuk mendapat kepercayaan,” kata Rifal.

Apa yang dikatakan Rifal masuk akal. Karena di posisinya, ia juga harus bersaing dengan dua winger muda yang musim lalu tampil stabil yakni Terens Puhiri (23) dan Muhammad Sihran (20). Keduanya kerap jadi senjata utama Gomes untuk memanfaatkan kelengahan lawan di sektor flank.

Satu tempat tampaknya bakal jadi milik Terens, mengingat Ambrizal Umanailo sudah menyeberang ke tim Kalimantan lainnya Barito Putera. Persaingan di lini depan Borneo juga akan semakin berwarna dengan dipromosikannya striker muda Arya Geryan Senyiur.

Musim lalu, Arya tampil memukau bersama tim Borneo FC U-18 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Puncaknya Arya masuk ke dalam skuat yang dibawa Shin Tae Yong dalam pemusatan latihan timnas U-19 di Thailand beberapa waktu lalu. “Dia (Arya) punya potensi bagus di usia yang masih sangat muda. Kami akan terus mengasahnya untuk semakin berkembang,” kata asisten pelatih Borneo Ahmad Amiruddin.

Mengenai target musim ini, manajemen Borneo tak mematok tinggi. Melampaui posisi di klasemen musim lalu dikatakan Presiden Borneo Nabil Husein Said Amin, jadi target awal. Namun jika berpeluang menjadi juara, timnya akan bekerja lebih keras.


Baca Juga :
- Beckham dan Zola Lanjutkan Tradisi Pemain Bersaudara di Persib Bandung
- Tak Bisa Pulang ke Mali, Makan Konate Melepas Rindu lewat Video Call dengan Istri

“Saya punya keyakinan dan ketertarikan terhadap coach Edson. Harapan saya dia bisa menghadirkan suasana tim dengan baik. Dan juga meningkatkan performa pemain-pemain muda yang ada di tim ini,” kata Nabil usai memperkenalkan Edson Tavares sebagai pelatih beberapa waktu lalu.*FURQON AL FAUZI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA