#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Penjelasan WIKA Gedung Terkait Update Proyek Pembangunan Stadion Persija
10 February 2020 14:36 WIB
JAKARTA - Selain merekrut dan memagari para pemain pilarnya dengan kontrak jangka panjang, Persija perlu hal lain untuk mendukung kesuksesan klub jangka panjang yaitu kandang Macan Kemayoran. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak setiap saat bisa mereka gunakan. Karenanya harapan besar tentu berada pada Jakarta International Stadium (JIS), yang sudah lama digagas Pemerintah DKI Jakarta.

Arena multifungsi yang awalnya dinamai Stadion BMW itu semula direncanankan dibangun 2012 namun tertunda. Baru pada 2019 terlaksana dengan nama JIS, setelah ada pencanangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 14 Maret.

Sempat terjerat masalah sengketa lahan, 14 Mei 2019, banding Pemprov DKI akhirnya dikabulkan Pengadilan Tinggi, 30 September 2019. Lantas, bagaimana perkembangannya kini?


Baca Juga :
- Terkait Pemotongan Gaji, Pemain Persis Solo Pasrah
- Target Persib Tunggu PSSI dan PT LIB

Kabar baik untuk Macan Kemayoran dan fan sebab pembangunan berprospek baik. Itu tercermin dari laporan bulanan PT.Wijaya Karya (WIKA) Bangunan Gedung Tbk. Badan usaha milik Pemprof DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), memang melelang siapa pihak yang menggarap proses pembuatan stadion ini.

Pemenangnya adalah Kerja Sama Operasi (KSO) Wika Gedung, Jaya Konstruksi, dan PT Pembangunan Perumahan (PP). “Hingga Januari 2020, progres pekerjaan proyek JIS telah mencapai 17,5 persen. Itu meliputi pekerjaan pemancangan, struktur bawah, dan struktur kolom slipform sebagai kolom utama atap,” Bobby Kusuma, Sekretaris Perusahaan (Sekper) Wika Gedung mengungkapkan.

Pembangunan bakal “Kandang Macan” ini berlokasi di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Didirikan di atas lahan seluas 221 ribu meter persegi, dan memakan biaya Rp.4,08 triliun. JIS ditargetkan rampung pada Oktober 2021 dan nantinya dapat menampung hingga 82 ribu penonton disertai dengan atap yang bisa dibuka-tutup secara otomatis.

“Pembangunan JIS akan mengutamakan konsep green building. Di sekitar stadion kelak akan dibangun sejumlah fasilitas umum dan sosial yang mengutamakan seni, budaya, dan lingkungan,” kata Bobby lagi. Lebih detail mengenai progres pembangunan, realisasi berdasar perhitungan KSO ada di angka RI 17,5603 persen, RA 11,8267, dan Deviasi 57,337 persen.

Ketika ditanyai TopSkor terkait adakah hambatan untuk pembangunan sejauh ini, Bobby tak menepis atau mengiyakan adanya hambatan. Tapi, pihaknya sudah mengatasi hal itu. “Saat ini kami sedang koordinasi dengan PGN (Perusahaan Gas Negara) terkait pemindahan utilitas pipa gas yang ada di area pondasi utama proyek,” kata Bobby menjelaskan.

Dari laporan bulanan yang diberikan Wika Gedung, memang sudah muali terlihat kerangka-kerangka awal stadion. Melalui video di channel youtube resminya turut disertai keterangan lebih detail perkara tata letak bagian-bagian bangunan. Pada proyek ini terus dilakukan rapat koordinasi produksi, rapat perencanaan dan pelaksana, serta pemeriksaan kesehatan pekerja.


Baca Juga :
- Mudik ke Australia Saat Wabah Corona, Aaron Evans Dikarantina 14 Hari Sebelum Bertemu Keluarga
- Tanggapan Persis Solo Terkait Gaji Pemain Saat Kompetisi Dihentikan

Sementara itu Rabu (5/2) lalu, peninjauan dilakukan oleh Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta ke JIS. Itu dilakukan sebagai kontrol langsung pembangunan stadion bertaraf internasional yang dilakukan Jakpro. Hasilnya pun baik, sebab proyek dinilai menjalankan manajemen kinerja yang efektif berstandar kerja Internasional.

“Kunjungan ini melihat sejauh mana progres pembangunan JIS dan rencana kerja yang telah dibuat bisa dijalankan. Kami melihat hasil kerja di lapangan sudah sesuai yang telah direncanakan. Planning-nya sudah pakai software terbaru, sangat membantu meminimalisir masalah dan efesiensi waktu kerja,” kata Abdul Aziz, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.***TAUFANI RAHMANDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA