#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tuntutan Prestasi, Persebaya Belanja Pemain yang Wah
09 February 2020 15:49 WIB
SURABAYA - Semenjak juara Liga 2 2017 hingga saat ini belum ada satu pun trofi kembali mampir di Persebaya. Padahal ada beberapa turnamen yang diikuti tim Bajul Ijo musim 2018 dan 2019 lalu.

Mulai Liga 1, Piala Presiden hingga Piala Indonesia. Dan tahun ini Persebaya dipastikan kembali mengikuti beberapa kompetisi selain tiga di atas. Seperti ASEAN Club Championship dan terdekat turnamen Piala Gubernur Jatim yang akan dimulai Senin (5/2) ini.

Terakhir musim 2019 lalu Persebaya jadi tim spesialis runner-up. Runner-up Liga 1 hingga Piala Presiden. Sedangkan untuk Piala Indonesia prestasi Persebaya hanya sampai perempat final.


Baca Juga :
- Diremehkan Media Argentina, Mateo Bustos Beri Pembelaan Berkelas untuk Liga Indonesia
- Kocak, Dian Agus Disangka Penjaga Kos dan Dicurhati Para Mahasiswa yang Tinggal di Kos-kosan Miliknya di Ponorogo

Manajer Persebaya Candra Wahyudi menyatakan ada kenaikan bujet untuk belanja pemain musim ini. Dengan kenaikan tersebut dia ingin Persebaya bisa meraih prestasi.

Pada musim lalu dia menjelaskan Persebaya Runner Up di Liga 1 dan Piala Presiden. “Pastinya harus berprestasi lebih baik dari musim kemarin. Iya harus juara,” kata Candra.

Hanya saja Candra tidak mau menyebutkan detail berapa kenaikan anggaran belanja pemain Persebaya. Apakah sampai Rp50 miliar atau separuhnya saja. “Itu biar urusan dapur Persebaya,” kata Candra.

Musim ini Persebaya berhasil menggaet beberapa pemain bintang. Seperti Makan Konate yang diambil dari rivalnya Arema FC. Masih ditambah juga kedatangan pemain asing lain Mahmoud Eid dari Palestina.

Itu masih ditambah lagi dengan beberapa pemain lokal berpengalaman. Seperti Patrich Wanggai, Arif Satriya, Hambali Tolib,dan kiper Angga Saputra serta Rivky Mokodompit. Selain itu Persebaya juga masih tetap menunggu kedatangan M Abduh Lestaluhu yang sudah tanda tangan kontrak.

Selain itu ada beberapa pemain lokal berpengalaman juga yang berhasil dipertahankan. Seperti Hansamu Yama, Rachmat Irianto, Alwi Slamat, Irfan Jaya, dan predator asingnya David da Silva.

Sementara itu pelatih Persebaya Aji Santoso menyatakan kini tugasnya adalah bagaimana agar bisa memadukan pemain baru dan lama. Terutama yang berstatus bintang seperti Makan Konate dan David da Silva. "Bagaimana sukanya si Konate, David dan Mahmoud Eid. Menurut saya harus ada komunikasi dua arah,” ujarnya.

Karena itu dalam beberapa kali latihan beberapa pemain baru dan lama yang akan jadi kerangka tim itu sering dipertemukan. “Saya mendapat laporan dari beberapa asisten pemahaman itu sudah mulai terlihat,” kata Aji.

Aji menjelaskan dalam latihan selama ini sudah menuju arah untuk memadukan pemain. Bagaimana agar mereka bisa memahami satu dengan lainnya. “Menjadikan understanding each player. Pemahaman pengertian antarpemain tidak dari berapa lama dia bergabung bersama. Tapi bagaimana dia secepat mungkin beradaptasi satu sama lain,” kata pria asal Malang ini.


Baca Juga :
- Ritual-ritual Khusus Pemain Liga 1 Sebelum Bertanding
- "Spiderman" di Sepak Bola Indonesia Ada Kaitannya dengan Persita

Terdekat untuk pembuktian padu atau tidaknya pemain ini Persebaya akan mengikuti turnamen Piala Gubernur Jatim (PGJ) dan juga uji coba Internasional melawan Sabah FA, Sabtu (8/2) hari ini.

“PGJ saya lihat ada beberapa tim kualitasnya cukup bagus. Persela dengan pemain bagus mendatangkan Irfan Bachdim dan saya baca berita pemain asing sudah datang bagus. Persiapan menuju kompetisi setelah PGJ ada waktu sembilan hari ke depannya seperti apa,” ujar mantan kapten timnas ini.***MUHAMMAD BAHRUL MARZUKI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA