#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ketika Conte Panaskan Mesin, Pioli Low Profile
08 February 2020 09:17 WIB
MILAN – Derbi selalu menciptakan antusiasme tersendiri. Derby della Madonnina episode ke-225 di San Siro akan diwarnai rekor dari sisi penonton. Minggu (9/2) atau Senin dini hari WIB, kandang FC Internazionale akan menjamu sekitar 75 ribu tifosi sehingga kuota satu juta penonton yang datang ke stadion dalam 17 laga dalam satu musim terlewati. Untuk menghormati para suporter, baik Inter maupun AC Milan wajib menyuguhkan duel yang indah.

Skuat asuhan Antonio Conte difavoritkan dalam pertandingan tersebut. Sebagai tuan rumah, I Nerazzurri tak pernah kalah delapan kali beruntun. Dengan satu hasil positif lagi, maka mereka akan mencapai rekor Milan pada musim 1959.

Sebagai seorang yang perfeksionis, Conte menuntut anak buahnya tampil habis-habisan karena ada gengsi yang dipertaruhkan pekan ini. Romelu Lukaku dan kawan-kawan tidak boleh kehilangan fokus. Striker raksasa tersebut tidak akan ditemani pasangan idealnya, Lautaro Martinez. Penyerang 22 tahun tersebut masih menjalani larangan bermain satu kali lagi. Big Rom telah mencetak gol dalam derbi debutnya. Kalau dia bisa mengulang prestasi itu, maka akan masuk ke klub berisi lima pemain asing (Youri Djorkaeff, Ronaldo, Diego Simeone, Zlatan Ibrahimovic dan Diego Milito) yang berhasil merobek gawang Milan pada dua derbi di tahun pertamanya memperkuat Inter.


Baca Juga :
- Tommasi Bawa Kabar Pedih, Musim Seri A Berakhir, tapi Putusannya Besok
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona

“Gol dalam derbi? Sungguh emosional karena bagi saya bermain untuk Inter adalah impian. Ibra? Sungguh menarik berhadapan dengannya, seorang pemain juara dan profesional,” kata Lukaku.

Skuat Inter akan bernuansa Liga Primer. Ya, Lukaku akan berdampingan dengan rekannya semasa di Manchester United, Alexis Sanchez. Mereka perlu menemukan lagi chemistry di lapangan karena pesepak bola asal Cile itu baru kembali ke lapangan. Tiga rekrutan baru: Ashley Young, Christian Eriksen dan Victor Moses. Conte memerlukan dua pemain sayap yang bertenaga, serta trequartista kreatif.

Setiap malam sebelum pertandingan, latihan di Milanello opsional. Pelatih Milan, Stefano Pioli, membebaskan anak buahnya melakukan apa yang diinginkan setelah bekerja keras. Tradisi ini juga berlaku meski mereka akan melakoni duel dengan musuh bebuyutan. Jika Conte berancang-ancang memanaskan mesin, Pioli berusaha mempertahankan tim tetap low profile: kecemasan dan ketegangan berlebihan tidak akan membantu para pemain muda.


Baca Juga :
- Conte Sumbang 12 Komputer untuk Rumah Sakit Anak di Turin
- Melanggar Karantina, Kakak Dybala Terancam Bui hingga Dua Tahun

Keseimbangan di berbagai aspek menjadi kunci Pioli. Ibra, yang telah menemui Inter, dalam 13 kesempatan di berbagai kompetisi masih berlatih terpisah. Kemungkinan bisa memperkuat tim inti. Theo Hernandez membuat permainan tim tamu sulit ditebak dan memberi ruang gerak bagi Andrea Conti di sayap pasangannya.

Bek sentral Mateo Musachio mengisyaratkan tak gentar kalau harus berduel dengan Lukaku. Dia akan melakukan apapun demi menghentikan kesialan I Rossoneri selama empat tahun terakhir. “Lukaku penyerang hebat, tapi kami lebih baik memikirkan diri sendiri. Kami tahu akan menjalani laga berat, apalagi Inter sangat hebat saat ini, tapi kami yakin dengan hasil kerja keras. Kami ingin menorehkan prestasi besar,” katanya. “Sejak Ibra datang, skuat ini menjadi jauh lebih baik. Semoga dia bersama kami, Minggu nanti.”*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA