#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Walau Regulasi Pemain U-23 Dihapuskan, Kontestan Liga 1 Tetap Andalkan Tenaga Muda
07 February 2020 17:34 WIB
JAKARTA - Regulasi Liga 1 2020 mengalami perubahan. Salah satunya dihapuskan kewajiban klub Liga 1 untuk mendaftarkan tujuh pemain U-23 dalam skuatnya. Bahkan setiap klub kini diperbolehkan mendaftarkan pemain hingga 33 pemain, atau 36 bagi yang berkompetisi di Asia.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Kombes Pol. Sumardji pun angkat bicara. Khususnya, mengenai peraturan soal pemain U-23. “Menurut saya regulasi itu seharusnya tetap ada. Kita (klub) mesti turut mengakomodasi kepentingan regenerasi,” ucap pria yang baru diangkat menjadi Kapolresta Sidoarjo tersebut. “Saya khawatir jika yang muda tidak diberi peluang maka akan timbul masalah.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tanpa diberikannya waktu bermain berdampak pada performa pemain muda itu. Dan imbasnya adalah tim nasional Indonesia.


Baca Juga :
- PSSI Harus Concern Pada Tiga Pilar FIFA Terkait Kelanjutan Kompetisi
- Pelatih Debutan Asal Argentina di Liga 2 2020 Impikan Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Regulasi  terkait pemain U-23 ini mulai diterapkan sejak Liga 1 2017. Saat itu, untuk menunjang persiapan timnas jelang Asian Games. Setiap klub Liga 1 diwajibkan memainkan tiga dari lima pemain U-23 yang dimiliki di setiap pertandingan.

Sedangkan, musim 2019 klub hanya diwajibkan memiliki tujuh pemain, sedangkan menit bermain dibebaskan. Sumardji mengaku melihat sendiri fakta kalau performa pemain muda yang turun karena kurang menit bermain. “Bhayangkara sendiri tetap mengutamakan keberadaan pemain muda (meski tak wajib),” ucap Sumardji.

Respons senada juga dilontarkan Pembina Persija Marsma TNI AU Ardhi Tjahjoko. “Sebenarnya cukup disayangkan ya. Seharusnya disertakannya pemain U-23 itukan bisa jadi pembelajaran. Para pemain junior juga bisa merasakan atmosfer di Liga 1. Mereka bisa mendapat pengalaman dan transfer ilmu dari senior,” kata Ardhi. Tim Macan Kemayoran sendiri saat ini memiliki tujuh pemain U-23 dalam skuatnya.

Sementara itu, Manajer Persita I Nyoman Suryanthara tidak akan memanfaatkan kesempatan penghapusan regulasi U-23 dan penambahan kuota pemain. “Pertama- tama kami berencana mendatangkan 30 pemain, karena aturannya berubah tak ada kewajiban U-23 akhirnya kami putuskan 26 pemain saja. Saat ini sudah ada 24 pemain tinggal mencari dua pemain lagi,” kata Nyoman.

Menurutnya, pengurangan jumlah pemain ini demi efisiensi finansial Persita. “Mengurangi pemain sangat berefek pada penghematan pendanaan, baik itu operasional, akomodasi, dan lainnya,” kata Nyoman.

CEO Bali United Yabes Tanuri menuturkan sampai saat ini Serdadu Tridatu masih tetap memasukkan tujuh pemain dengan kategori U-23. Sementara terkait kelonggaran pendaftaran hingga 36 pemain, Yabes mengatakan timnya belum menentukan langkah. “Kami akan lihat dulu perkembangan yang ada sampai kompetisi dimulai nanti,” ucap Yabes.

Sementara itu PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana menggelar kompetisi Liga U-23 sebagai wadah pengganti. Meski demikian secara level jelas berbeda dengan kompetisi profesional di kasta tertinggi, baik itu atmosfer, tekanan, profesionalitas, dan lain sebagainya. “Kompetisi itu berguna untuk membuat pemain muda Indonesia berkembang karena bisa tampil reguler,” kata Direktur LIB Mayjen TNI Cucu Somantri.***TAUFANI R/M. B MARZUKI/SRI N/AGUSTIAN P.

 

 

 


Baca Juga :
- Ikut Until Tomorrow Challenge, Ramdani Mengenang Timnas Indonesia B
- Legenda Persib Ceritakan Kisah Telur Jimat di Gawang Barito Putera

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA