#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Krisis Barca Kian Bergejolak, Bilbao Siap Ambil Kesempatan
06 February 2020 09:30 WIB
BILBAO – Stadion Mestalla, Vicente Calderon, dan Nou Camp. Di tiga tempat itulah Athletic Bilbao menjalani tiga partai final Piala Raja dalam satu dekade terakhir, dengan musuh yang sama: FC Barcelona. Dari 2008/09, 2011/12, 2014/15, dan semuanya berakhir dengan kekalahan. Setelah itu mereka sempat bersua di 16 besar (2016/17) dan perempat final (2015/16). Dan lagi-lagi Los Leones tersingkir.

Musim ini, dua tim pengoleksi terbanyak gelar Piala Raja itu kembali bentrok di fase delapan besar. Barcelona dengan 30 trofi menantang Bilbao, pemilik 23 titel. Kali ini, dengan format baru yang hanya memainkan satu laga, Los Leones bertekad mengakhiri dominasi Barca terhadap mereka.

Tampil sebagai tuan rumah di Stadion San Mames, Kamis (6/2) atau Jumat dini hari WIB, inilah peluang emas Bilbao. Kondisi lawannya nanti sedang rapuh menyusul krisis yang kian bergejolak. Teranyar, ketegangan mencuat antara Direktur Olahraga Barca, Eric Abidal dan megabintang tim, Lionel Messi.


Baca Juga :
- Barcelona Sejajarkan Ter Stegen dengan Lionel Messi, Ini Alasannya
- Presiden LaLiga: Kedatangan Messi Tidak Akan Selesaikan Masalah Serie A

Kemelut di tubuh Barca dimulai sejak awal 2020, ketika kinerja Ernesto Valverde di kursi pelatih tim dianggap tidak memuaskan. Namun publik tidak berpikir posisinya dalam ancaman hingga akhirnya Barcelona tersingkir dari ajang Super Spanyol. 

Klub menginginkan legenda hidupnya, Xavi Hernandez, kembali untuk melatih Messi dan kawan-kawan. Mereka bahkan menemui langsung mantan gelandang brilian itu sebelum memecat Valverde. Namun, pinangan Barca ditolak Xavi yang baru menata karier kepelatihannya di klub Al Sadd, begitu juga Ronald Koeman dan Mauricio Pocchettino yang didekati sebagai alternatif.

Quique Setien pun datang setelah sejumlah penolakan tersebut. Dan perekrutan pelatih 61 tahun itu sepertinya tepat, mengingat filosofi sepak bolanya serupa Barca. Namun, pekerjaan rumah para direktur belum selesai. Mereka dituntut mencari penyerang baru menyusul cederanya Luis Suarez, dan pelepasan penyerang muda tim, Carles Perez ke AS Roma.

Di akhir penutupan bursa transfer, tidak satu pun striker yang datang ke Camp Nou. Dan kini, Setien hanya memiliki tiga penyerang, dan itu pun bukan penyerang murni. Tinggal Messi, Antoine Griezmann, dan Ansu Fati yang baru berusia 17 tahun. Situasi ini membuat  Ivan Rakitic mengkritik dewan klub setelah duel jornada 22 kontra Levante UD. Messi pun tersulut emosinya menyusul komentar Abidal yang menilai para pemain Barca tidak mau bekerja keras saat dilatih Valverde.

“Mereka yang bertanggungjawab di tingkat manajemen olaharga juga harus memikul tanggungjawab atas semua keputusan yang telah mereka buat,” tulis Messi di Instagram pada Selasa (4/2). “Dan pada akhirnya, jika kalian bicara tentang para pemain, sebutkan namanya. Karena jika tidak, kami semua yang akan jadi target dari komentar yang sebenarnya tidak benar.”

Perang sipil telah berkobar di Camp Nou dan pergerakan berikutnya bisa terjadi dalam beberapa jam (berupa pemecatan Abidal). Faktanya, teliminasi dari Super Spanyol, pemecatan Valverde, penolakan Xavi, kedatangan Setien, cederanya Suarez, berkurang kekuatan serangan, cedera Ousmane Dembele, dan kritik Messi terhadap klub, semua kondisi ini menguntungkan Bilbao.


Baca Juga :
- Chelsea Segera Pinjam Philippe Coutinho dari Barcelona, Tinggal Ini yang Kurang
- Setelah Moratti, Kini Giliran Benoit Cauet yang Kaitkan Messi dengan Inter

“Semoga saja, kami bisa merasakan kembali salah satu momen tak terlupakan di San Mames, kami selalu mengkhayalkan momen-momen tersebut, dan untuk bisa mewujudkannya kami harus bekerja sangat keras,” ujar striker gaek Bilbao, Aritz Aduriz yang jadi penentu kemenangan timnya atas Barcelona di pertemuan pertama LaLiga musim ini di San Mames.

Ya, Bilbao sukses mengejutkan publik saat berhasil membuat Barca memulai 2019/20 dengan kekalahan di pekan pertama. Aduriz yang tampil di menit ke-88 tampil sebagai bintang lewat golnya di menit ke-89. Modal lain Bilbao adalah tuah sang pelatih Gaizka Garitano. Sejak mengasuh Los Leones musim panas 2018, entrenador 44 tahun itu belum pernah merasakan kekalahan dari Barca. Ada tiga pertemuan yang berakhir dengan dua kali seri dan sekali menang.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA