#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
I Gede Sukadana: Kalau Bukan Menjadi Pemain, Mungkin Saya Supir Travel
02 February 2020 21:40 WIB
JAKARTA - Namanya mungkin saja tidak sebesar para gelandang bintang asal Indonesia lainnya. Namun I Gede Sukadana tetaplah pemain yang punya peran vital. Itu terlihat dari sepak terjang yang sudah ditunjukkan bersama klub-klub yang dibelanya. Persela, Arema FC, Bali United, hingga Kalteng Putra yang dikapteninya sudah pernah merasakan jasanya.

Sekarang menyambut musim 2020, gelandang 32 tahun ini bakal memulai langkah lainnya bersama klub baru yang dipilihnya, PSS. Ia pun sudah bergabung dengan tim untuk melakukan pemusatan latihan (TC) di Jakarta per 24 Januari. Di sela-sela agenda yang padat, TopSkor berkesempatan berbincang langsung dengannya. Berikut wawancara selengkapnya:

Bagaimana hari-hari pertama Anda sebagai pemain PSS?


Baca Juga :
- Terkait Kondisi Pemain PSS Sleman, Begini Penjelasan Dokter Tim
- Lucu! Tanya-Jawab Warganet bareng Bagus Kahfi, dari Serius hingga Nyeleneh

Tidak jauh berbeda dengan saat berada di tim-tim sebelumnya. Hanya saja di sini suasananya sangat muda bisa dilihat sendiri. Tim diisi banyak pemain muda. Dengan itu terasa lebih enjoy di sini.

Mengenai adaptasi Anda?

Tidak ada masalah. Sudah banyak pemain yang saya kenal di PSS.

Apa harapan Anda untuk Liga 1 2020?

Semoga musim ini lebih baik dari musim kemarin. Tahun lalu ada beberapa hal yang kurang bagus, ada beberapa masalah di sekitaran tim yang tentu itu juga mempengaruhi kinerja tim.

Apa target individu Anda?

Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin membawa PSS bisa berbicara banyak di Liga 1 2020.

Sebelum merapat ke PSS, apa ada tawaran lain?

Ya, sebenarnya banyak tim lain yang memberikan tawaran kepada saya. Tapi akhirnya saya memilih untuk bermain di Yogya saja.

Anda terlihat sangat romantis dengan pasangan…

Ya betul. Kepindahan klub yang saya lakukan ini pun sebenarnya istri saya juga menjadi salah satu pihak yang menentukan. Sebelumnya saat di Kalteng, tim sempat berada di Yogya selama tiga bulan, dan istri saya pun ikut ke sana. Ketika musim berakhir istri bilang bahwa saya bermain di Yogyakarta saja.

Berarti istri akan tinggal di Yogya?

Sejauh ini belum. Istri saya masih di Bali sebab nanti di sana bakal ada Hari Raya Galungan. Nah nanti setelah perayaan itu baru dia ke Yogya. Kemungkinan sepanjang musim dia bakal juga tinggal di Yogya.

Di usia kepala tiga, apa sudah ada gambaran untuk pensiun?

Untuk berhenti bermain masih lama. Umur saya 32 tahun dan rasanya saya masih bisa bermain hingga lima tahun lagi. Baru kemudian memikirkan hal setelahnya.

Anda berminat menjadi pelatih di kemudian hari?

Ya. Saya pun pasti akan mengambil kursus untuk mendapatkan lisensi pelatih. Tapi itu tidak dalam waktu dekat ini. Mungkin dua hingga tiga tahun lagi.

Anda berasal dari Bali, tapi begitu fasih berbahasa Jawa?

Itu karena saya lama berada di Jawa, jadi saya ikut terbawa bahasanya yang menjadi komunikasi sehari-hari. Dari 2007 sampai 2016 saya main di tim asal Jawa sehingga turut terbawa.

Terakhir, jika bukan menjadi pesepak bola, akan menjadi apa Anda?


Baca Juga :
- Dilelang, Jersi PSS Sleman Milik Yevhen Bokhashvili Terjual Rp3,2 Juta
- Dendi Santoso ‘One man Club’ yang Sudah Membela Arema 12.861 Menit

Oooh kalau bukan menjadi pemain sepak bola mungkin saya akan menjadi supir travel (tertawa). Karena saya tinggal di Bali toh? (tertawa lagi). Di sana kan banya tempat wisata dan wisatawan jadi saya mungkin akan menjadi supir travel.*TAUFANI RAHMANDA

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA