#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Luizinho Passos Bicara soal Potensi Tiga Kiper Persib, Proses Adaptasi, dan Rumor Penambahan Kiper
16 January 2020 13:42 WIB
BANDUNG – Sudah sepekan Luzinho Passos menjalankan tugas khusus melatih kiper Persib Bandung. Suka dan duka sudah ia rasakan. Dari suasana Kota Bandung, makanan yang ia konsumsi, sampai kesehariannya di lapangan menangani tiga penjaga gawang Maung Bandung.

Kebetulan mantan pelatih kiper Borneo FC ini sudah tiga tahun tinggal di Indonesia. Apakah pelatih bernama lengkap Fernando Silva Luiz Passos itu masih kesulitan beradaptasi? Bagaimana prospek tiga kiper Persib musim 2020? Berikut wawancara TopSkor dengan pria kelahiran Ipatinga, Brasil, 3 Maret 1975 ini di sela latihan Rabu (15/1):

Halo coach, apa kabar?


Baca Juga :
- Virus Corona Hentikan Bisnis Ayam Geprek Gian Zola
- Semangat! Dukungan buat Wander Luiz Tidak Pernah Putus

Halo, kabar baik, terima kasih.

Bagaimana suasana Kota Bandung menurut Anda?

Sangat enak, udaranya tidak sama dengan di Samarinda (kandang Borneo FC, tempat Passos bergabung musim lalu). Bandung sangat sejuk sama dengan udara di kota kelahiran saya di Ipatinga, Brasil.

Anda tidak kesulitan untuk beradaptasi?

Tidak, karena saya sudah tiga tahun berada di Indonesia, begitu ke Bandung juga tidak sulit.

            Bagaimana Anda bisa bergabung dengan Persib?

Kebetulan saat itu Persib membutuhkan pelatih kiper, lalu saya mencoba untuk membantu dan siap mencetak talenta-talenta untuk menjadi kiper tangguh. Dan sepekan di sini, saya sangat senang bisa melatih tiga kiper tangguh yaitu I Made Wirawan, Dhika Bhayangkara, dan Muhammad Aqil Savik.

            Anda optimistis di tangan Anda kiper Persib, terutama yang muda-muda, akan sebagus seperti Muhammad Ridho dan Nadeo Argawinata di Borneo FC?

Saya pikir ini masalah waktu. Ya, butuh waktu untuk memproses dan mencetak kiper-kiper bagus.

Lalu setelah menjalani rangkaian latihan dan menerpa semua kiper, siapa yang paling menojol di antara kiper yang ada?

Semua punya prospek bagus. Kualitas ketiganya merata. Saya menilai ketiganya masing-masing punya kelebihan. Made sangat berkualitas. Performanya luar biasa karena pada usianya yang sudah senior, ia tetap mau bekerja keras. Itu membuat saya sangat kagum. Lalu, Dhika tidak kalah dalam segi motivasi. Ditambah Aqil, yang usianya jauh lebih muda, dia adalah aset Persib yang harus terus kami bina.

Kalau boleh disimpulkan seperti apa prospek tiga kiper Persib?

Sejak awal melatih mereka saya bisa menyimpulkan bahwa Persib tidak akan kehabisan kiper. Sejak kontak pertama dengan mereka saya mulai merasakan hal ini, tapi semua butuh kerja keras. Semua akan sama-sama maju kalau kita juga sama-sama bekerja untuk Persib.

Dengan jumlah kiper yang ada saat ini, apakah sudah cukup atau sebaiknya ada penambahan?

Untuk soal ini harus didiskusikan dengan manajemen. Tugas saya hanya melatih kiper. Siapa pun kiper di sini saya harus bisa membuatnya tangkas dalam menghalau bola yang mengancam gawang Persib. Saya juga belum dengar akan ada penambahan kiper.

Mengenai antusiasme suporter Persib, apa yang Anda rasakan?

Luar biasa, atmosfernya terutama. Setiap latihan selalu banyak yang menonton. Itu membuat saya sangat yakin bahwa Persib adalah tim yang sangat besar dan satu-satunya tim besar di Indonesia.

Artinya dukungan suporter bisa mendongkrak prestasi Persib?

Ya, saya pikir dengan situasi dan kondisi Persib sekarang, kami tinggal berjuang untuk memberikan gelar juara kepada Persib pada tahun 2020.


Baca Juga :
- Kocak! Achmad Jufriyanto Posting Foto #Untiltomorrowchallenge dengan Berbagai Model Rambut
- Budiman Yunus Ingin Ikuti Jejak Djadjang Nurdjaman

Soal makanan, apa yang Anda suka di Indonesia?

Makanan di Indonesia buat saya juga enak-enak, saya suka bakso dan soto.*Arief Nugraha K

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA