#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Ibra Masih Gesit Dibanding Rekan-rekannya yang Lebih Muda
14 January 2020 07:00 WIB
MILAN – Zlatan Ibrahimovic selalu bermain dengan cepat sejak kecil. Bahkan di FBK Balkan, dia bisa mengalahkan rekan setimnya yang rata-rata lebih tua dua tahun. Dia menjadi bintang mercato level junior di usia 13 tahun dengan direkrut Malmoe FF. Klub yang membuka jalannya menuju kejayaan.

Seperempat abad berselang, Ibra ternyata masih mempertahankan irama mengesankan. Dia mampu bersaing dengan para pemain AC Milan yang jauh lebih muda. Dalam laga lawan Cagliari Calcio, Sabtu (12/1) lalu, akselerasinya hanya kalah dari Davide Calabria, 23 tahun. Sprint pesepak bola Swedia itu bahkan melewati raihan dua rekannya yang terkenal gesit, Rafael Leao dan Samu Castillejo.

Berdasarkan beberapa indikator yang dibuat Lega Calcio, terlihat kalau grafik performa Ibra menanjak. Jadi pelatih Stefano Pioli boleh mengharapkan penampilan terbaik attaccante gaek itu mulai pekan ini hingga akhir musim.


Baca Juga :
- Jelang Liga Europa, Pelatih Shamrock Mulai Tebar Ancaman kepada Milan
- RESMI: Milan Permanenkan Ante Rebic, Fiorentina Ikut Kecipratan Uang

“Saya baik-baik saja. Ketika berada dalam kondisi prima, gol pasti akan datang. Di awal pertandingan, saya melakukan kesalahan beberapa bola, tapi itu saya perlu bermain untuk mencapai performa terbaik. 90 menit? Saya tahu pelatih ingin berhati-hati karena memikirkan usia saya, tapi itu bukan masalah karena otak selalu sama…,” kata Ibra yang selalu total dalam latihan maupun pertandingan.

Di Cagliari, Ibra tetap berada di lapangan sebagai acuan di lini serangan: terus bergerak di area serangan dan tengah Milan dengan jarak total yang ditempuh 9,7 km. Ketika berlari, dia sempat memberikan umpan balik dan mampu memenangi duel dalam beberapa kesempatan. Di akhir aksinya, eks pemain LA Galaxy itu berusaha membidik gawang lawan dengan akurat.

Bersama pemilik kostum nomor 21 itu, I Rossoneri telah mendapat satu hasil seri, satu kemenangan dan tidak kebobolan. Mungkin hanya kebetulan atau sejatinya perjuangannya menginspirasi koleganya di lini belakang. Setelah pertandingan melawan Cagliari dua hari lalu, Ibra mengunggah foto ketika berpelukan dengan tim: "One strong, together stronger".

Pioli mesti memanfaatkan suasana positif tersebut untuk membangkitkan Milan. Rabu (15/1), tim tersebut akan meladeni SPAL di perdelapan final Piala Italia dilanjutkan Udinese Calcio, Minggu. Dua laga itu dipanggungkan di San Siro yang merupakan arena favoritnya. Pada Jumat, mereka melawat ke Brescia, disusul Hellas Verona dua hari berikutnya. Tiga pertandingan yang bisa dimenangkan sebelum Derby della Madonnina putaran kedua yang digelar, Minggu (9/2).

Pelatih perlu mengistirahatkan Ibra dalam salah satu laga tersebut. Striker itu berpeluang disimpan di Piala Italia dan tempatnya diberikan kepada Krzysztof Piatek.


Baca Juga :
- Brahim Diaz: Dengan Ibra dan Tonali, AC Milan Sudah Harus Membidik Scudetto
- Giacomo Bonaventura Hanya Dapat Piala Super Italia di Milan, Kini Bergabung ke Fiorentina

Semua orang membicarakan Ibra, termasuk wali kota Milan Giuseppe Sala. “Saya tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan membawa patung Zlatan ke Milan, jika ada yang mengusulkan ide ini saya tidak akan menentang. Ibra masih seorang pemain besar dan saya harap bisa memberikan kontribusinya di Milan. Sebagai pendukung FC Internazionale, saya bisa katakan pembelian Ibra akan menguntungkan Seri A. tempat bagi patung Zlatan? Tanyakan saja kepada para Milanisti, mungkin dekat dengan markas mereka,” dia menandaskan.

Sementara itu, Direktur Teknik Milan Paolo Maldini merampungkan operasi pertama untuk mercato Januari. Simon Kjaer dipinjamkan oleh Sevilla hingga 30 Juni.*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA