#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Lazio Jago PHP
07 January 2020 12:25 WIB
BRESCIA – SS Lazio sepertinya pemberi harapan palsu terulung di Seri A musim ini. Skuat besutan Simone Inzaghi kembali membuat lawannya kehilangan kans meraih poin di zona Cesarini (mencetak gol di menit akhir pertandingan). Minggu (5/1), korbannya adalah Brescia Calcio di Stadion Mario Rigamonti, 2-1.

Tertinggal dari tuan rumah lewat gol Mario Balotelli, tidak lantas membuat pasukan Inzaghi lemah. Mereka malah bangkit dan menyamakan skor dengan penalti Ciro Immobile. Ketika Brescia main dengan 10 pemain di babak kedua, setelah Andrea Cistana diganjar kartu merah, terlihat permainan klasik Inzaghi. Francesco Acerbi memberi operan kepada Sergej Milinkovic-Savic, yang memicu aksi Immobile yang menghasilkan gol kemenangan.

Sebenarnya ada enam gol yang diciptakan I Biancocelesti dalam menit-menit tambahan, termasuk empat dalam lima pertandingan terakhir. Mereka bertakhta di kategori tersebut, di mana Atalanta BC dan Parma Calcio, mengekor dengan raihan empat gol. Kapasitas fisik dan mental pantang menyerah yang terjaga selama 90 menit bisa jadi senjata untuk memenangi Scudetto.


Baca Juga :
- Enam Sisi Kelam Buffon: Dituduh Fasis, Berselingkuh, Berjudi, dan Memaki Wasit
- Rangnick Belum Jelas, Kini Muncul Nama Marcelino dan Emery sebagai Calon Pelatih Milan

“Kami bisa memenangkan Scudetto? Normal setelah dua piala dalam satu tahun publik mengharapkan tujuan yang tinggi, kami hanya perlu memainkan pertandingan demi pertandingan, jangan pernah menyerah dan terus yakin sampai akhir,” Inzaghi mengirim pesan kepada anak buahnya.

Lazio telah merebut 15 poin di babak tambahan, menariknya semua diciptakan dalam laga tandang. Sebelum Brescia, kemenangan lawan ACF Fiorentina, AC Milan, US Sassuolo dan Cagliari Calcio juga ditentukan di menit akhir.

Kemarin pasukan Inzaghi membukukan sembilan kemenangan beruntun, menyamai rekor Sven-Goran Eriksson musim 1998/99. Mereka juga mencetak sekurang-kurangnya dua gol sejak 12 pertandingan, mendekati rekor Grande Torino (13 pertandingan di tahun 1948).


Baca Juga :
- Setelah Juventus dan Inter, Milan Ikut-ikutan Memburu Tonali
- Konseptor dan Revolusioner, Inilah Sosok Calon Pelatih Milan: Ralf Rangnick

Di sisi lain, pertandingan di Brescia juga menjelaskan bahwa situasi sulit harus disikapi dengan cermat tanpa kehilangan permainan brilian. Eksperimen Joaquin Correa yang mengambil peran Luis Alberto hanya berlangsung satu babak, kemudian El Tucu main ke posisi trequartista (dari 3-5-2 menjadi 4-3-1-2), sementara Marco Parolo main dari menit pertama tapi kemudian digantikan oleh Danilo Cataldi.

Sementara Le Rondinelle main dengan mengandalkan Tonali dan Balotelli, setiap pemain dengan cara masing-masing. Pastinya tim Brescia mampu menghambat Lazio main dengan cepat tapi pada kenyataannya tim Inzaghi memang lebih kuat.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA