#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Menanti Roberto Gomez dan Tiki Taka Ala Arema
06 January 2020 19:00 WIB

MALANG - Roberto Mario Carlos Gomez asal Argentina menjadi arsitek tim anyar Arema FC pada Kompetisi Liga 1 2020. Ini menjadi sejarah baru bagi tim Singo Edan sejak berdiri 11 Agustus  1987, dalam 30 musim kompetisi sebelumnya, ditukangi 22 pelatih lokal   Indonesia, dan Australia, Belanda, Republik Ceko, Bosnia and Herzegovina, Austria, serta Slovenia. 

Gaya permainan Arema FC pada Liga 1 2020 diprediksi juga akan lebih kental dengan gaya permainan khas Argentina Tango  berkarakter tiki-taka 4-3-3 dengan mobilitas tinggi. Memaksimalkan peran kecepatan dua winger cepat guna mem-back up penyerang tunggal. Gaya permainan yang mewajibkan semua lini mampu  menguasai ruang dan waktu permainan. 

Gomez membutuhkan pemain yang cepat, berteknik tinggi, dan kecepatan dalam berpikir di atas lapangan dalam memperagakan permaianan cepat dari kaki ke kaki dengan menjaga keseimbangan posisi bertahan dan menyerang. Taktikal dan strategi relatif menjadi pakem baru bagi tim Singo Edan. Dibandingkan 30 musim kompetisi yang pernah diikuti tim ini di bawah  22  pelatih sebelumnya, baik ketika kompetisi  Galatama (1987-1993), Liga Indonesia (1994-2007), Indonesia Super League (2008-2014), QNB League  (2015), Indonesia Soccer Championship (2016), maupun  Liga 1 2017-2019. 

"Tak peduli pelatih baru nanti mau membawa model dan gaya sepak bola seperti apa. Terpenting pemahaman para pemain di lapangan, ada karakter dan warna permainan tim jauh lebih memikat, dan kemenangan merupakan nafas marwah Arema. Juga tim tidak boleh lagi, begitu mudah membobol gawang lawan, tapi juga aangat mudah  kebobolan," ujar CEO Arema FC, Agoes Soerjanto.  

Tak pelak dalam membangun tim, Gomez membutuhkan sosok pemain-pemain yang dimodali kecepatan tinggi dengan skill-mental berkualitas bagus. Seperti prediksi formasi ala tiki-taka 4-3-3 dengan sederet pemain eks skuat 2019 dan incaran rekrutan baru.

Teguh Amiruddin/Kurniawan Kartika Ajie di bawah mistar gawang. Dilapis kuartet bek Alfin Ismail Tuasalamony, Bagas Adi Nugroho, Arthur Cunha da Rocha, dan Johan Ahmad Alfarizi. Trio gelandang Hendro Siswanto, Jonathan Jesus Bauman, Makan Konate atau Manuchekhr Nasrulloyevich Dzhalilov. Trisula depan dengan Dendi Santoso, Ezechiel Aliadjim N'Douassel, dan Ilham Udin Armyan.

"Tapi ada syaratya, semua elemen internal tim sama-sama berbenah tanpa terkecuali setelah Liga 1 2019. Kuncinya tiga faktor, bermain nothing to lose sebagai tim underdog, totalitas tim, dan dukungan Aremania dengan semangat menjunjung marwah tim, dan berhati Singa. Tekad kami 2020 semua sama, juara Piala Presiden 2020 dan LIga 1 2020 dan bawa ke Bhumi Arema, Malang,”tegas CEO PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Agoes Soerjanto.

Roberto Mario Carlos Gomez tak sendirian, dia dibantu tiga asisten pelatih yang juga legenda tim Singo Edan Singgih Pitono, Kuncoro, dan Charis Yulianto. Juga Martin Goncalves Felipe Americo (Brazil) sebagai pelatih kiper, dan pelatih fisik, Marcos Gonzales asal Argentina.


 

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA