#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Beban Berat Kulusevski Pilih Juve
03 January 2020 13:20 WIB
TURIN – Juventus tak mau buang waktu. Ketika bursa transfer musim dingin dibuka, mereka segera menggelar tes medis untuk Dejan Kulusevski. Gelandang belia itu tiba di J Medical, Kamis (2/1) pukul 08.35. Dia meresmikan kontrak dengan Juventus seusai proses tersebut, lalu kembali ke Parma untuk latihan.

I Bianconeri menyodorkan kontrak sampai 2024 dengan gaji 2,5 juta euro (sekira Rp38,8 miliar)  bersih per musim, ditambah bonus. Direktur Olahraga Juve, Fabio Paratici, memberikan tawaran 35 juta euro kepada CEO Atalanta BC, Luca Percassi. Insentif 9-10 juta euro bisa dicairkan kalau pesepak bola Swedia tampil setidaknya 50 persen dari jumlah laga Juve. Syarat lainnya adalah Juve mencapai target menang di Liga Champions.

Kulusevski punya beban berat sejalan dengan pilihannya ke Juve. Jadi selama enam bulan ke depan bersama Parma Calcio, dia harus meningkatkan kemampuan sehingga bisa bersaing dengan para gelandang milik Sarri ketika bergabung Juni mendatang.


Baca Juga :
- Andrea Pirlo dan Morata Ternyata Sudah Bertemu dalam Liburan Awal September Ini
- Klasemen Liga Italia, Genoa di Atas, Juventus dan Milan Mengekor

Paratici berhasil mengalahkan mentornya Giuseppe Marotta, yang kini bekerja sebagai CEO FC Internazionale. Kabar tentang Kulusevski jadi milik Juve merupakan kejutan di penghujung tahun. Pasalnya, selama beberapa pekan dia digembar-gemborkan akan berkostum I Nerazzurri. Namun, tawaran gaji dua juta euro tidak memuaskan remaja tersebut. Selain itu ada keterlambatan respons dari klub milik Suning karena masih fokus kepada operasi transfer Gabigol dengan Flamengo. Mereka juga tida bisa berinvestasi lebih dari 40 juta euro demi menjaga keseimbangan neraca dan mematuhi aturan Financial Fair Play.

Dalam beberapa tahun ini, pemain diperhatikan Antonio Conte dan Maurizio Sarri selama melatih Chelsea FC. Kebetulan Kulusevski penggemar The Blues. Centrocampista kelahiran 2000 tersebut suka kalau didapuk sebagai trequartista dan ideal untuk pola permainan Sarri.

Sekarang Atalanta sedang melakukan dialog dengan Brommapojkarna. Berdasarkan perjanjian ketika La Dea merekrut pemain pada 2016, klub Swedia itu mendapat kompensasi 10 persen dari nilai transfer.  Keluarga Percassi ingin mendapatkan diskon.

Misi Kulusevski sekarang adalah bermain rutin sehingga dipanggil ke tim nasional Swedia untuk Piala Eropa 2020. Awalnya Juve setuju untuk membiarkannya tetap membela Parma hingga akhir musim, tapi mungkin saja dipercepat ketika Emre Can berhasil dijual.

Saat ini si Nyonya Tua masih melakukan negosiasi dengan Paris Saint-Germain dan manajer gelandang asal Jerman itu ada di ibu kota Prancis. Masih ada perbedaan harga karena Juve membandrolnya 30 juta euro. Leandro Paredes yang ditawarkan sebagai paket operasi mercato, kini tampak kurang menarik setelah Kulusevski tiba.

De Ligt Bola Emas


Baca Juga :
- Pemain Baru Juventus Ini Dinilai Memiliki Kemampuan seperti Edgar Davids
- Cetak Dua Gol Masih Tidak Senang, Ibrahimovic: Jika Saya Berusia 20 Tahun Bisa Tambah Dua Lagi

Performa Matthijs De Ligt memang belum gemilang seperti saat memperkuat Ajax. Itu karena bek tersebut sedang beradaptasi dengan gaya sepak bola yang berbeda. Kendati demikian, banyak yang optimistis pemain itu akan melesat ke jajaran difensore terbaik dunia.

“Pavel Nedved (Wakil Presiden Juve) mengatakan kalau De Ligt, lebih gila dari dirinya dan berpeluang mendapat Bola Emas. Matthijs hanya ingin bermain, tidak peduli dengan uang,” ujar agen pemain, Mino Raiola, kepada Voetbal International. “De Ligt sebenarnya bisa tiba di Juve setahun lebih cepat, tapi gara-gara Frenkie De Jong bisa dijual dengan harga sangat tinggi, Ajax pun minta uang lebih banyak.”* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA