#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Prestasi Shin Taeyong, Investasi Miliaran Dolar Korea, dan Perluasan Pasar K-League 2020
02 January 2020 17:12 WIB
JAKARTA - Tahun 2019 akan segera berakhir. Bisa dibilang, tahun ini sepak bola Indonesia belum bisa bergerak ke arah yang lebih baik. Setidaknya hal itu mengacu pada prestasi atau trofi bergengsi yang didapat tim nasional Indonesia mulai dari U-16, U-19, dan U-23.

Satu-satunya trofi yang bisa dibanggakan yakni ketika timnas U-22 asuhan Indra Sjafri berhasil menyabet gelar Piala AFF U-22 Juni lalu. Di partai puncak, Indonesia mengalahkan Thailand, skor 2-1. Sisanya, peringkat ketiga jadi pencapaian terbaik yang diraih timnas U-16 dan U-19 di Piala AFF serta medali perak yang diraih timnas U-23.

Namun dari segi kualitas permainan, timnas U-16 asuhan Bima Sakti dan U-19 Fakhri Husaini, memperlihatkan progres yang siginifikan. Setidaknya kedua timnas level usia muda ini bisa bersaing dengan tim-tim dari Asia lainnya. Pun dengan timnas U-23.


Baca Juga :
- Dendi Santoso ‘One man Club’ yang Sudah Membela Arema 12.861 Menit
- Kisah Yaris Riyadi, Pesona si Ucing yang Menancapkan Kukunya di Persib Bandung

Timnas U-16 berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-16 di Bahrain, setelah mampu menahan tim kuat Cina di laga terakhir babak kualifikasi. Sementara timnas U-19 sukses mengubur mimpi timnas Korea Utara tampil di putaran final Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.

Sementara kiprah timnas senior di bawah arah Simon McMenemy, menjadi kisah paling pilu sepak bola tanah air pada 2019. Di tengah keringnya prestasi, timnas senior justru jadi bulan-bulanan di Pra-Piala Dunia (PPD) Qatar 2022. Lima pertandingan dilalui dengan kekalahan. Sudah begitu, performa tim secara permainan juga sama sekali tak menghibur.

Sampai akhirnya, arsitek asal Korea Selatan (Korsel) Shin Taeyong ditunjuk sebagai nakhoda baru timnas Indonesia. Shin baru saja diresmikan oleh PSSI akhir pekan lalu di Stadion Pakansari Cibinong Bogor. Penunjukkan Shin di pengujung tahun, menghadirkan optimisme dalam menatap tahun 2020 lebih baik.

“Sebagai pelatih timnas U-16, saya sangat suport (Shin Taeyong). Pastinya dia juga punya metode, cara melatih yang bertujuan menciptakan tim yang hebat, tim juara. Karena tidak ada pelatih di dunia manapun yang ingin timnya tidak bagus,” kata Bima Sakti. “Dan satu lagi tidak ada pelatih yang bisa menentukan hasil.  Semua butuh proses. Semoga dia bisa membawa perubahan yang positif buat sepak bola kita.”

Sejumlah event penting sudah menanti dan akan menjadi ujian bagi Shin di tahun pertama. Selain memperbaiki catatan di PPD, Shin juga bertanggung jawab untuk timnas U-19 yang akan bertarung di Piala Asia U-19 2020. Ajang ini merupakan langkah awal mengukur diri sebelum terjun di Piala Dunia U-20 2021 di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Sejak memaparkan program di hadapan PSSI, Shin sejatinya langsung bekerja. Langkah awal yang dilakukannya adalah mengenal budaya dan iklim sepak bola di Indonesia. “Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2021 sangatlah penting. Bahkan Presiden Indonesia sangat tertarik dengan ini,” kata Shin yang akan memulai kerja pada 5 Januari 2020 mendatang itu.

Shin juga mengaku baru mengenal budaya Islam di Indonesia. Ada waktu salat dan ada pertandingan pada periode puasa bulan Ramadan. “Saya akan membahas beberapa hal ini,” kata Shin. “Saya menghormati agama, tetapi saya pikir saya perlu mempelajari bidang-bidang untuk meningkatkan kekuatan fisik pemain saya.”

Jika Shin berhasil memperbaiki performa timnas Indonesia, tentu gelombang sepak bola Korea Selatan akan semakin populer di Indonesia seperti popularitas K-pop di tanah air.

Apalagi pada November 2019 lalu, Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Korsel telah menyepakati untuk memperkuat kerja sama pada 2020. 

Salah satunya, investasi Hyundai Motor senilai 1,5miliar US Dolar dengan rencana membangun 250.000 mobil per tahun di Indonesia. Di samping itu, ada juga kerja sama di industri baterai lithium dan berinvestasi di industri makanan dan minuman serta internet of things.

Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan juga menargetkan peningkatan penjualan K-League di pasar Asia Tenggara tahun depan. “Prestasi para pelatih (Korsel) di Asia Tenggara dapat dikaitkan dengan kerja sama sistem sepak bola, pembinaan pesepak bola muda, hingga perekrutan pemain K-League dari pemain-pemain Asia Tenggara," Cho Yeon-sang, Sekjen AFS.

Shin juga tampak sudah tidak sabar untuk menghadapi langsung Park Hangseo, rekannya yang sukses bersama timnas Vietnam. Keduanya baru akan bertemu ketika Indonesia bertandang ke markas Vietnam pada pertandingan Pra-Piala Dunia 2022, 4 Juni 2020.


Baca Juga :
- Kisah Nur Coyo, Striker Legenda Persip sang Penakluk Api dan Tawon
- "Spiderman" di Sepak Bola Indonesia Ada Kaitannya dengan Persita

"Saya ingin menjadikan Indonesia tim yang unik dan kuat. Menghadapi Park Hangseo? Ini akan jauh lebih sulit bagi saya dibandingkan dengan Park, tetapi tidak memberatkan. Saya berharap untuk bisa menang melalui persaingan yang baik," kata Shin.

Shin terinspirasi oleh Park Hangseo yang mampu membuat lonjakan besar pada sepak bola Vietnam dalam tiga bulan menjabat sejak 2017. Ia sukses membawa Vietnam menjadi runner-up Piala Asia U-23 2018, empat besar Asian Games 2018, juara Piala AFF 2018, dan juara SEA Games 2019. Park pun dinobatkan sebagai pelatih terbaik AFF 2019.***FURQON AL FAUZI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA