#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Transformasi Liverpool dalam Meraih Gelar Liga Primer
31 December 2019 08:15 WIB
LIVERPOOL – Liverpool menjadi tim yang produktif di Liga Primer musim ini yang masih berjalan. Rata-rata dalam satu laga, pasukan Juergen Klopp mampu mencetak 2,4 gol. Rapor kemasukan mereka pun 1,0 per pertandingan. Dengan kemenangan atas Wolverhampton, 1-0, Minggu (29/12) atau Senin dini hari WIB, The Reds merengkuh 55 poin dari 19 pertandingan. Ya, mereka bahkan masih kurang satu laga dibandingkan dengan Leicester City dan Manchester City yang masing-masing telah memainkan 20 pertandingan.

Liverpool unggul 13 poin atas Leicester dan 14 poin atas The Citizens. Semua data memperlihatkan dan memberitakan tanda: Liverpool akan tampil sebagai juara Liga Primer 2019/20. Demikianlah, di ajang domestik tertinggi sepak bola Inggris ini, Liverpool semakin bertambah baik. Tantangan terdekat setelah menaklukkan Wolverhampton, Jordan Henderson dan kawan-kawan akan menghadapi Sheffield United, Kamis (2/1).

Setelah itu, dua hari kemudian menjamu Everton dalam ajang Piala FA. Lalu, mereka kembali bertarung di Liga Primer. Dan, awal Januari akan menjadi tantangan yang jauh lebih sulit lagi. Mereka akan tandang menghadapi Tottenham Hotspur asuhan Jose Mourinho pada Sabtu, 11 Januari nanti. Tantangan mereka berlanjut dnegan menjamu Manchester United, sepekan kemudian atau Minggu, 19 Januari.


Baca Juga :
- Shaqiri Kasmaran dengan Si Cantik dari Kosovo
- Sadio Mane Mengaku Ikhlas Jika Liga Primer Dibatalkan dan Liverpool Urung Jadi Juara

Ya, demikianlah tantangan Liverpool pada awal tahun baru, 2020 nanti. Meski demikian, sebelum Klopp membawa pasukannya kembali masuk ke pertarungan tersebut, isu terkait “Liverpool akan juara Liga Primer” menjadi topik yang paling banyak muncul ke permukaan, baik oleh pers, publik, maupun dalam media sosial. 

“Kami tidak melihatnya dan kami juga belum merasakannya,” kata Klopp, soal keriuhan yang terjadi terkait peluang timnya mengakhiri penantian gelar Liga Primer selama 29 tahun ini.

Meski demikian, tentu, arah Liverpool memang ke trofi Liga Primer. Inilah (musim ini) saatnya bagi The Reds untuk mengakhiri perburuan tersebut dan memberikan fan mereka trofi yang sudah lama tidak pernah lagi diraih. Bersama Klopp, Liverpool telah meraih tiga gelar: Liga Champions 2018/19, Piala Super Eropa 2019, dan Piala Dunia Klub 2019.

Di Liverpool, pencapaian ini terjadi karena sejumlah pemain penting yang sangat dominan khususnya dari sisi teknik dan statistik. Meski demikian, jejak The Reds dalam meraih semua gelar tersebut dan berada dalam situasi yang sangat positif di Liga Primer, jelas dimulai dari sosok Klopp. Kehadiran pelatih asal Jerman pada Oktober 2015 ini telah menandai awal dari perubahan yang terjadi di Liverpool.

Sejak hampir lima tahun lalu, dalam setiap musim, telah terjadi transformasi yang sangat jelas. Dan, 2019 ini hanya mengaskan bahwa tidak ada klub seperti Liverpool. Dari sisi poin contohnya. Saat ini, Liverpool memang telah tampil dalam 19 pertandingan Liga Primer. Namun, dengan ukuran 18 pertandingan pun mereka memiliki poin yang jauh lebih baik.

Saat ini, Paris Saint Germain (PSG) memimpin Ligue 1 dengan 45 poin setelah 18 pertandingan. Bandingkan dengan Liverpool dengan jumlah pertandingan (pekan) yang sama. The Reds total meraih 52 poin dari 18 pertandingan tepatnya setelah mereka mengalahkan Leicester City, 4-0, dalam laga Boxing Day, 26 Desember lalu. Liverpool-nya Klopp juga superior jika dibandingkan dengan Barcelona yang memimpin La Liga atau Juventus dan FC Internazionale di Seri A.

Cara Klopp
Dari 8 Oktober 2015 setelah resmi diangkat sebagai pelatih Liverpool menggantikan Brendan Rodgers, Klopp pada musim berikutnya mendatangkan Sadio Mane dari Southampton. Sedangkan Roberto Firmino sudah ada sebelum kedatangan Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund ini tidak memiliki tipikal mesin gol ketika itu.

Hingga akhirnya, musim berikutnya, yang didatangkan Klopp pun bukan penyerang murni, melainkan pemain yang lebih banyak memiliki kemampuan dalam manuver di sisi sayap: Mohamed Salah, dari AS Roma. Ketiga pemain ini kemudian menjadi unsur penting dari transformasi Liverpool.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Pemain Milenial Jadi Miliuner, Tiga Pemain Muda Termahal Liga 1 2020
- INFOGRAFIS: Mbappe Lebih Mahal dari Neymar dan Messi, Ronaldo Malah Jauh

Bahkan, tidak ada yang menyangka jika Firmino justru ditempatkan dalam posisi penyerang, meski kemudian Klopp memperlihatkan peran Bobby—panggilan Firmino—sesungguhnya. Tidak ada tekanan atau keharusan bagi Firmino untuk mencetak banyak gol seperti layaknya mesin gol. Jelang lawan Leicester, ketika pers menyorot produktivitas Firmino yang minim, Klopp menyampaikan “rahasia kecil” yang membaut Firmino mampu menjawab kritik tersebut.

“Saya katakan kepadanya, Anda tidak harus mencetak gol dan dia mengatakan ‘terima kasih atas dukungan Anda’,” kata Klopp, saat itu. Klopp tahu bagaimana menetralisir isu yang terjadi di luar. Dan, seperti diketahui, yang terjadi kemudian justru di luar dugaan, Firmino dalam laga tersebut mencetak dua gol. “Klopp bukan hanya pelatih hebat, dia juga pria yang hebat,” kata Kevin Prince Boateng, yang pernah di bawah asuhan Klopp saat di Dortmund.* Irfan Sudrajat dari berbagai sumber 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA