#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tertinggal Jauh dari Liverpool, Man. City Kini Fokus Kejar Leicester
30 December 2019 07:25 WIB
WOLVERHAMPTON – Kini rasanya hampir mustahil bagi Manchester City FC untuk bisa meraih gelar Liga Primer dalam tiga musim beruntun. Kekalahan 2-3 dari tuan rumah Wolverhampton Wanderers FC, Jumat (28/12) membuat The Citizens kini justru lebih dekat dengan tim-tim di papan tengah ketimbang pemuncak klasemen sementara, Liverpool FC.

Setelah kekalahan di Stadion Molineux tersebut, gap poin Man. City dengan The Reds adalah 14. Sementara itu, The Citizens, yang masih tertahan di peringkat ketiga, justru hanya berjarak 13 angka dengan Everton FC yang menempati posisi ke-10. Pelatih Josep “Pep” Guardiola pun tampak mulai realistis meskipun tidak secara eksplisit mengatakan harapan untuk menjadi juara telah tertutup.

“Ya, jaraknya sudah terlalu jauh. Bagi kami kini tidak realistis memikirkan persaingan dengan Liverpool. Kami harus fokus memangkas gap dengan tim terdekat, yakni Leicester City,” kata Pep kepada BBC Radio Live 5. “Kami masih berpeluang untuk mengejar posisi runner-up.”        


Baca Juga :
- Bukan Liverpudlian, Aryn Williams Sebut Liga Inggris Masih Greget Meski Liverpool Sudah Juara
- Mohamed Salah Ungkap Perpecahan yang Terjadi dalam Skuat Liverpool Sebelum Pastikan Gelar Liga Primer

Bukan hanya Guardiola yang kecewa. Gelandang serang Man. City Bernardo Silva pun frustrasi. Terlepas dari impresifnya performa Liverpool, pemain asal Portugal tersebut mengaku dirinya tak menyangka The Citizens bakal mengalami kemunduran signifikan pada 2019/20. “Situasinya benar-benar buruk. Saya pikir tidak ada yang memprediksi kami tertinggal begitu jauh dari Liverpool di paruh pertama kompetisi,” kata Bernardo.   

Musim ini memang menjadi periode terburuk Man. City sejak dilatih Guardiola. Rapor mereka setelah 19 laga menjadi yang terburuk dalam empat musim terakhir. Bahkan, catatan The Citizens lebih mengecewakan dibandingkan pada tahun debut mantan juru taktik FC Barcelona dan FC Bayern Muenchen tersebut. Pada 2016/17, mereka meraih 39 poin, lebih baik satu angka dari torehan pada 2019/20.

Bagi The Citizens, peluang meraih trofi masih tetap terbuka. Pasalnya, mereka masih berpeluang menjuarai Piala FA dan Piala Liga (Carabao Cup). Selain itu, dengan peluang yang menipis di Liga Primer, itu bisa memberikan sisi positif, membuat Guardiola dan skuatnya bisa mengalihkan fokus ke Liga Champions. Hanya gelar tersebut yang belum diraih Man. City bersama Pep.

Tetapi sang pelatih menegaskan bahwa Liga Primer bakal tetap menjadi prioritas. Guardiola ingin memastikan timnya berlaga di kompetisi Eropa musim depan. “Kami mungkin harus mengevaluasi apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Yang pasti, target lolos ke Liga Champions adalah salah satu yang utama. Hal terpenting, kami harus melewati periode padat akhir tahun dan awal tahun lebih dulu,” ujar Pep.

Sementara itu, bagi Wolves, ini kali pertama mereka sukses mengalahkan juara bertahan Liga Primer dua kali dalam satu musim kompetisi. Sebelumnya, pasukan Nuno Espirito Santo tersebut juga mengalahkan Man. City, 2-0, di Stadion Etihad pada Oktobet lalu. Meskipun kemenangan pada Jumat lalu diraih setelah The Citizens bermain dengan 10 orang sejak menit ke-14 akibat kartu merah yang diterima kiper Ederson Moraes.***

 

   

 

 


Baca Juga :
- Leicester Terancam Terlempar dari Empat Besar, Vardy Krisis Gol
- Man City Makin Ganas di Stadion Etihad, Real Madrid Harus Hati-Hati

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA