#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Komposisi Pelatih Arema untuk 2020 Telah Komplet
26 December 2019 10:25 WIB
MALANG – Manajemen Arema FC mengaku telah punya komposisi pelatih untuk 2020 mendatang. Namun, nama-nama pelatih tersebut belum akan diumumkan pada 2019 ini. Mengenai romor yang beredar bahwa pelatih baru Singo Edan, julukan Arema, adalah Roberto Mario Carlos Gomez, tak ingin ditanggapi serius.

Faktanya, kontrak pelatih asal Argentina itu bersama Borneo FC berakhir pada 2019 ini. Eks pelatih Persib itu pun mengaku tak ingin memperpanjang kontraknya bersama Pesut Etam, julukan Borneo FC, meski sudah ditawari kontrak baru. Hal inilah yang membuat publik berasumsi bahwa Gomes akan ke Malang.

“Saya belum ingin menyebut nama si A atau si B untuk posisi pelatih kepala Arema FC yang baru untuk Liga 1 2020. Kalau di luar sana sudah muncul namanya (Mario Gomez), ya biarkan saja. Namanya juga rumor. Ditunggu saja, kalau sudah benar-benar fixed yang bersangkutan akan tiba di Malang,” kata manajer Arema Ruddy Widodo.


Baca Juga :
- PSSI: Asosiasi Pelatih Ingin Kompetisi Dilanjutkan dengan Protokol Kesehatan
- Jokowi Siap Menuju ‘New Normal’, Asosiasi Pelatih Nasional Sampaikan Sejumlah Saran

Setelah memastikan kontrak Milomir Seslija tak diperpanjang, yang akan berakhir pada 31 Desember ini, nasib empat asisten pelatih Seslija juga sama. Nasib Singgih Pitono, Kuncoro, Siswantoro, dan pelatih kiper Yanuar Hermansyah, masih abu-abu. Bila keempatnya didepak, ini akan jadi era baru.

“Semua nama-nama sudah ada dan deal, tapi kami tidak mau kalau yang bersangkutan belum ada di Malang. Intinya, siapa mereka termasuk pelatih kepala, segera kami umumkan. Head coach, tiga asisten, pelatih kiper, dan pelatih fisik sudah kami hubungi semua, tinggal datang ke Malang dan tandatangan kontrak,” ucap Ruddy.

Sementara itu, terkait proses perpanjangan kontrak gelandang serang asal Mali, Makan Konate belum tuntas. Namun, manajemen Arema tak ingin disebut proses negoisasinya mentok. Bagi Arema, Konate merupakan prioritas dan sang pemain menyatakan hal sama. Ini yang menjadi kekuatan.

Dinamika Konate

Terkait alotnya proses negoisasi, itu dianggap normal. Pemain yang berkontribusi besar, niscaya menginginkan peningkatan angka kontrak. Arema pun tak tutup mata dengan hal tersebut. Namun, ada hal-hal yang perlu dinegoisasi, sebagai bagian dari bisnis sehat yang berdinamika dengan baik.


Baca Juga :
- Nasib Kompetisi Akan Diputuskan PSSI dan Klub Liga 1 dalam Rapat Virtual, Rabu (27/5)
- Finis Ketiga, Pembalap Formula Ini Didiskualifikasi dan Didenda Rp160 Juta, karena Pakai Joki Saat Balapan Virtual

“Soal Makan Konate belum ada kesepakatan, tapi kami tetap ingin mempertahakan dia. Apalagi Konate juga merasa masih betah di Arema.  Tentu saja nilai kontrak dia akan berbeda dengan musim lalu. Proses negoisasi  tidak buntu dengan Konate, tapi dia butuh waktu untuk memastikan,” Ruddy menjelaskan.

Selain diminati sejumlah klub, Konate juga dibidik tiga klub Malaysia. Hal ini membuat Konate agak gamang. Apalagi, nilai penawaran dari klub Malaysia lebih tinggi dari penawaran Arema. Terlepas itu, pihak Arema berharap Konate memberikan jawaban sebelum statusnya free transfer pada 31 Desember ini.* Noval Luthfianto 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA