#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Hukum Tak Tertulis namun Wajib Dipraktekkan, Dilarang Menganggap Remeh Lawan
23 December 2019 11:43 WIB
BOGOR – ASIOP tak ingin terlena. Meski belum tersentuh kekalahan, juga belum kebobolan, justru membuat Aulia Siregar, pelatih ASIOP, waswas. Pada pertandingan sisi musim ini, Mutiara dari Senayan, julukan ASIOP niscaya jadi bidikan. Setiap tim akan berlomba memberikan kekelahan peradana.

Teranyar, upaya Bina Taruna menaklukkan ASIOP pada pekan kesembilan Grup Skor Liga Hansaplast TopSkor U-13 2019/20, Minggu (22/11) menemui kegagalan. Meski sudah memberikan perlawanan ketat, tim asuhan Earland tersebut harus mengakui keunggulan ASIOP, dengan skor 0-2.

Saat pertandingan baru berjalan enam menit, ASIOp sudah langsung unggul. Itu bermula dari kesalahan pembacaan bola dari kiper Bina Taruna, yang berujung gol pembuka. Ternyata, gol cepat itu membuat jalannya pertandingan berubah. Determinasi Bina Taruna tak segarang lima menit awal laga.


Baca Juga :
- Jadon Sancho Kemahalan, MU Mulai Pertimbangkan Winger Roma Ini, Harganya Sepertiga
- Tak Ambil Penalti di Final Coppa Italia, Ronaldo Dianggap Egois, Ada Alasannya tapi Salah juga

“Mereka (BT) mungkin bermain lebih bagus dari kami. Lebih gigih, tapi mereka hanya kurang beruntung,” kata Aulia. “Saya terus ingatkan kepada pemain untuk tetap rendah hati dalam setiap pertandingan. Jangan pernah anggap remeh lawan, sekalipun kami sudah meraih delapan kemenangan beruntun.”

Pada pertandingan lainnya, Remaja Masa Depan (RMD) dan Garuda Muda Soccer Academy (GMSA) terus membuntuti ASIOP di papan atas klasemen Grup Skor. RMD bahkan berpesta gol ke gawang Tunas Cileungsi, lima gol tanpa balas. Hasil ini disyukuri Joni Herwanto, pelatih RMD, tapi tidak dengan proses golnya.

“Secara hasil, iya saya puas pastinya. Namun, untuk permainan secara menyeluruh saya pikir belum. Akan ada beberapa evaluasi perbaikan di sejumlah sektor ke depannya. Menang besar bukan berarti tim kami tanpa celah. Malah saya pikir banyak celah yang harus terus kami perbaiki,” Joni menjelaskan.


Baca Juga :
- Tak Bakat Main Bola, Putra Carlo Ancelotti Ini Jadi Asisten Pelatih Termuda di Liga Primer
- Guardiola Pasrah lawan Madrid di Lisabon, Laga di Etihad Hilang Gara-gara Covid

Kemenangan besar juga dikemas Matador Mekarsari, saat bentrok dengan tim asal Tangerang Selatan, Villa 2000, skor 7-2. Ini hasil yang cukup mengejutkan, mengingat kedua tim sama-sama memainkan pemain terbaiknya. Kalah dalam hal efektivitas, disinyalir jadi faktor kegagalan Villa 2000.

Sementara itu, Putra Selatan akhirnya meraup kemenangan perdana musim ini, saat jumpa Siaga Pratama, dengan skor 2-0. “Saya melihat pemain terlalu menganggap remeh. Mentalitas seperti ini yang akan kami benahi. Padahal secara permainan, sudah cukup baik,” ujar Nanan, asisten pelatih Siaga Pratama.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA