#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Dampak Buruk karena Terlalu Mengandalkan Striker Asing
19 December 2019 20:21 WIB
JAKARTA - Perolehan 28 gol milik penyerang Persija Marko Simic musim ini nampaknya sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh para pemburu sepatu emas Liga 1 2019. Di bawah Simic, ada dua nama penyerang subur yaitu Alex dos Santos Goncalves (Persela) dam Alberto Goncalvez (Madura United) yang mengumpulkan 17 gol.

Lalu, di bawah mereka ada Makan Konate (Arema), Ilija Spasojevic (Bali United), Yevhen Bokhasvili (PSS) dengan torehan 16 golnya. “Kalau saya melihat memang persaingan mereka di awal musim cukup ketat ya. Namun Simic berhasil bangkit kembali kepada performa terbaik setelah dirinya berhasil menjadi top scorer juga di Piala Presiden 2018 lalu,” ucap pengamat sepak bola nasional Supriyono Prima.

Menurutnya, Simic memang betul-betul menunjukkan karakter sebagai pemain nomor sembilan. “Artinya dia fight untuk selalu memanfaatkan peluang dan memang sudah terbukti dia haus gol,” kata Supriyono.


Baca Juga :
- Margin Ketat, Ronaldo Taklukkan Messi
- INFOGRAFIS: Khabib Terperangkap Lockdown, McGregor vs Ferguson?

Peran Simic dalam setiap pertandingan juga dinilai sangat berbeda dibanding pemain lain, seperti Alex ataupun Beto, sapaan Alberto Goncalves. Menurut, mantan pemain timnas Primavera tersebut, terkadang Beto bermain sebagai nomor tujuh atau sebelas bersama Madura United. Yang artinya pemain naturalisasi berdarah Brasil ini tidak terlalu fokus di posisi sembilan. Sementara, Alex tajam di awal namun tumpul di akhir musim. Kini, performa penyerang asal Brasil ini memang tengah menurun.

“Simic di Persija sangat dimanja. Selain dia berusaha dengan membuat gol dari individunya, teknik sepakan tendangan bebasnya, dia juga sangat disupport full oleh para pemain Persija, seperti Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, hingga Heri Susanto,” kata Supriyono.

Tetapi, kondisi ini justru bisa menjadi bumerang bagi tim yang terlalu mengandalkan satu kekuatan asing di lini serang, seperti Persija. “Jika nanti ketika pemain itu tidak bermain tentu akan sulit pemain baru atau pengganti menyesuaikan diri untuk mengganti posisi Simic,” ujar Supriyono.
Ketergantungan klub-klub tanah air pada penyerang asing sejatinya bukan masalah baru. Bahkan, dalam dua musim terakhir top scorer Liga 1 juga dikuasai penyerang asing yaitu Sylvano Comvalius pada musim 2017 dan Alexandar Rakic di 2018.  

Akibatnya, penyerang-penyerang lokal kerap kurang mendapatkan panggung. Bayangkan saja dari segelintir penyerang lokal hanya nama Titus Bonai yang mampu bersaing dan bercokol di 10 besar daftar top scorer Liga 1 musim ini. Sejauh ini penyerang Persipura Jayapura itu berhasil menciptakan 13 gol. Tentunya di samping nama pemain naturalisasi seperti Beto dan Ilija Spasojevic.

“Ya memang cukup miris jika jajaran di pencetak gol terbanyak di liga kami sendiri didominasi pemain asing, bukan produk lokal. Artinya PSSI masih harus kembali berbenah untuk menciptakan bibit unggul yang bisa diproyeksikan hingga jangka panjang (senior),” ujar Supriyono.

Supriyono mengatakan beberapa penyerang lokal berkualitas seharusnya mempunyai potensi untuk menjadi lebih baik. “Saya rasa jika berbicara untuk menciptakan pemain lini serang yang berkualitas tidak hanya berpatok kepada PSSI saja. Tetapi kepada pemain itu sendiri, bagaimana mereka bisa menjaga pola kehidupan mereka, dari makan hingga istirahat,” kata Supriyono.


Baca Juga :
- Skuat Muda Liverpool Juga Oke
- Strategi Defensif El Cholo Meredam Potensi Besar sang Winger

Eks pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini sempat menyarankan kepada PSSI untuk mengurangi kuota pemain asing di Liga 1. Ini demi membuka peluang kepada pemain-pemain untuk tampil dan berkembang dalam level kompetisi kasta tertinggi. Terlebih, hal ini juga positif untuk menambah pemain-pemain pilihan untuk timnas.

“Semakin banyak dibuka kesempatan dan kuota untuk pemain asing, semakin berkurang kuota untuk anak-anak muda ini. Kita bisa bayangkan hanya beberapa pemain muda saja yang punya kesempatan main,” kata Fakhri, beberapa waktu lalu.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA