#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Ingatlah Hari Ini, Bambang Pamungkas Gantung Sepatu dengan Gagah Walau Kalah
18 December 2019 11:23 WIB
JAKARTA – Pesta perpisahan Bambang Pamungkas (Bepe) ternoda. Pasalnya, Persija menelan kekalahan 1-2 dari Persebaya, dalam lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2019, Selasa (17/12) malam. Dua gol cepat pada babak pertama yang dilesakkan Osvaldo Haay (8) dan Diogo Campos (23) hanya diperkecil Marko Simic pada menit ke-30.

Meski begitu, tak ada raut kecewa di wajah Bepe. Justru, setelah sekian lama, Bepe sempat terkejut melihat perubahan total ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia bahkan sampai tak ingat kapan terakhir kali duduk di ruang jumpa pers stadion termegah di Indonesia itu.

“Saya pikir ini twenty one (bioskop). Ini adalah kali pertama saya hadiri sesi prescon di GBK,” Bepe memulai sesi wawancara. Kekalahan, dikatakannya, pasti membuat kecewa. Namun, tidak berarti ini menjadi kekecewaan berat, walau laga terakhirnya selama 16 tahun berseragam Persija berakhir dengan kekalahan.


Baca Juga :
- Bob Arum Tetap Mau Bikin Unifikasi Gelar Lomachenko vs Lopez dengan 2 Ribu Penonton
- Kasihan! Umtiti dan Dembele Mau Dijual tapi Situasinya Rumit, Dahulukan yang Mudah Saja

“Saya pikir tidak perlu memikirkan hasilnya (pertandingan). Karena pada akhirnya saya merasa lega, karena bisa mengakhiri karier profesional walau hasil tidak baik,” katanya. “Melihat sambutan The Jak di dalam stadion sangat luar biasa. Itu tanda saya sangat dicintai di sini,” ia menambahkan.

Disaksikan sekitar 53 ribu penonton, Bepe terus membesarkan hati rekan-rekannya. Ia senang karena akhirnya, keinginannya untuk tidak menangis saat melakukan salam perpisahan terwujud. Justru ia melihat beberapa rekannya di tim yang menangis haru. Salah satunya sahabat terdekat Bepe, Ismed Sofyan.

“Saya sempat menulis di bajunya (Ismed Sofyan). Jangan sedih boy. Cari temanmu sekamar yang  baru. Teruslah bermain sampai umur 50,” ujar Bepe. Ia pun menceritakan, sempat berencana pensiun bersama. Namun, pada akhirnya tidak terwujud karena Ismed masih melanjutkan karier.


Baca Juga :
- Hasil Undian Perempat Final Liga Champions; Partai Seru Belum Ketahuan, Main di Leg 2 Dulu
- Sebelum Naik Ring, Dua Juara Dunia Level Tiga Ini Bertarung Dulu dengan Lawan Masing-masing

Selepas gantung sepatu, striker yang telah mempersembahkan 200 gol untuk Macan Kemayoran ini mengaku belum tahu bakal melanjutkan kariernya di bidang apa. Namun, tanda-tanda akan kembali ke dunia yang telah puluhan tahun itu masih terbuka, termasuk mengambil lisensi kepelatihan.

“Kita lihat nanti. Dan tidak jauh-jauh dari sepak bola dan tidak juga terlalu dekat dengan sepak bola. Tapi sampai saat ini saya belum tertarik untuk menggeluti pelatih. Ada sih tertarik ketika melihat teman-teman seangkatan, tapi untuk saat ini mininal beberapa bulan ini untuk menikmati teh tanpa gula,” ucapnya.*** Furqon Al Fauzi

Ucapan Perpisahan Bambang Pamungkas

The Jaaaaaaaaaak....

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Selamat malam, salam sejahtera, shalom, salam kebajikan untuk kita semua.

Orang bijak berkata, lelaki sejati tidak menangis, tapi hatinya berdarah. Malam ini, izinkan saya untuk menjadi laki-laki sejati dengan tidak banyak berbicara, cukup hati saya yang berdarah.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk tim Persija Jakarta, tanpa terkecuali, atas perjuangan yang luar biasa, menguras emosi, tenaga, dan juga kesabaran, musim ini.

Kemudian terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk direksi Persija Jakarta, tanpa terkecuali, atas kerja sama yang luar biasa selama saya di sini.

Terima kasih untuk Pemda DKI, dalam ini pak Gubernur (Anies Baswedan) dan Gubernur-gubernur sebelumnya, selama saya berada di sini, karena telah mendukung Persija Jakarta dengan all out.

Dan tentu, tidak lupa untuk kalian semua, pendukung Persija Jakarta, yang malam ini hadir di stadion ini maupun di mana kalian berada.

Saya pernah merasakan menjadi pemain terbaik di sini. Saya pernah menjadi top scorer di sini. Saya juga pernah juara di sini. Namun demikian, saya juga pernah patah kaki di sini. Saya pernah depresi di sini, dan saya juga pernah dianggap pengkhianat di sini. Namun, dalam segala kondisi yang saya alami, kalian semua berada di belakang saya.

Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam. Akhir sekali, perjalanan seorang pesepak bola bukan tentang seberapa jauh dia melangkah, atau seberapa cepat dia sampai. Namun tentu, tentang makna perjalanan yang pernah ia lalui dan jejak apa yang dia tinggalkan. Semoga, di waktu saya bersama Persija Jakarta, saya bisa memberikan kesan yang baik di mata anda sekalian.

Sekali lagi terima kasih. Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuhu.

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA