#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dovizioso: Marquez Terlalu Kuat untuk Semua Pembalap
16 December 2019 11:02 WIB
BOLOGNA – Andrea Dovizioso menganggap MotoGP 2019 sebagai tahun yang “aneh”. Beberapa alasan, di antaranya dominasi Marc Marquez dan performanya yang naik-turun sepanjang musim ini. Belum lagi menanjaknya penampilan para pembalap muda hingga mengubah peta persaingan.

Dovizioso sejatinya masih berstatus penantang terkuat Marquez dalam perebutan gelar juara dunia pembalap sejak 2017. Namun, tahun ini, dirinya kembali gagal meraih trofi karena beberapa masalah teknis. Belum lagi insiden yang disebabkan pembalap lain hingga perolehan poinnya tersendat.

“Tujuan utama kami pada 2019 adalah memperjuangkan gelar tapi gagal. Kami tak senang dengan itu dan memiliki beberapa titik yang harus ditingkatkan. Tapi, kami juga harus realistis karena Honda dan Marc melakukan sesuatu yang luar biasa,” kata Dovizioso seperti dilansir Crash.net.


Baca Juga :
- Marc Marquez Ragukan Keputusan Pensiun Jorge Lorenzo karena Alasan Ini
- Dovizioso Paling Sedikit Jatuh, Zarco Sebaliknya

Ironisnya, Dovizioso juga tak mampu membawa Ducati juara dunia tim, menyusul kekalahan pada putaran terakhir. Padahal, musim ini, Marquez berjuang sendiri untuk membawa Honda menang, “Honda mencatat beberapa rekor dan berhasil memenangi seluruh gelar,” kata Dovizioso.

“Saya kecewa karena gagal memberi gelar untuk tim. Pasalnya, awal musim ini, saya mengatakan kalau saya dan Danilo Petrucci merupakan pasangan terkuat. Marc melakukan segalanya sendiri tapi rasanya tetap terlalu kuat untuk semua orang. Bahkan di hari terburuknya sekalipun,” ujarnya.

Marquez juga berhasil mencatat rekor sebagai satu-satunya pembalap MotoGP yang mampu membukukan 400 poin atau lebih. Tapi, di sisi lain, Dovizioso bangga karena dapat membawa Ducati jadi runner-up klasemen tim. Namun, ia berharap tim bisa lebih berkembang, 2020, demi merebut gelar.

“Jika melihat kejuaraan tahun ini secara keseluruhan, rasanya sedikit aneh. Marc berhasil mencatat rekor poin dan saya mengakhiri musim di posisi kedua dengan jarak hampir 60 poin dengan urutan ketiga. Itu berarti, kami bekerja dengan cara yang sangat baik,” kata pembalap asal Italia tersebut.

Dovi, sapaannya, pernah mengatakan bahwa kegagalannya meraih gelar, tahun ini, karena insiden di Grand Prix (GP) Katalunya, 16 Juni lalu. Pasalnya, setelah itu ia kesulitan finis di zona podium secara konsisten. Insiden di GP Inggris, 25 Agustus, membuatnya makin sulit untuk ketinggalan dari Marquez.

“Saya dua kali gagal mendapat poin dan itu bukan kesalahan sendiri. Saya pikir kami harus bangga dengan apa yang telah kami lakukan karena level musim ini sangat tinggi. Saya juga sedikit terkejut karena ada banyak penantang gelar. Saya pikir kami menjalankan tahun ini dengan baik,” ujar Dovizioso.


Baca Juga :
- Lengkap, Daftar Pembalap MotoGP 2020
- Pilih Alex, Honda Tegaskan Tak Ada Intervensi Marquez

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, mengaku bangga dengan kinerja tim. Pencapaian podium mereka musim ini jadi yang terbanyak sejak 2007, utamanya jika digabung dengan milik pembalap Pramac Ducati, Jack Miller. Untuk itu, ia berharap pada tahun depan Ducati bisa tampil lebih kuat lagi.

“Untuk kali pertama, kami akan mengeluarkan empat motor pabrikan, tahun depan. Bukan hanya untuk tim utama, melainkan juga satelit, Pramac Racing. Kami memiliki beberapa titik kuat, terutama soal kecepatan. Tapi, Honda semakin mendekati, jadi kami harus tetap bekerja meningkatkan beberapa area,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA