#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ironi Borja Iglesias
14 December 2019 13:40 WIB

BARCELONA – RCD Espanyol akan berhadapan dengan Real Betis pada jornada 17 La Liga 2019/20, Minggu (15/12). Borja Iglesias tentu saja akan menjadi sorotan utama di Stadion RCDE, kandang nama tim pertama. Pasalnya penyerang asal Spanyol itu adalah mesin gol yang ditakuti saat berseragam Espanyol, tapi mulai musim ini pindah ke Betis.

Namun alih-alih melakukan reuni yang berpotensi berkesan, ironi malah harus dirasakan oleh striker yang dijuluki Panda itu. Situasi yang dialami di tim barunya tidak sesuai harapan. Produktivitasnya anjlok sehingga mengalami kehilangan kepercayaan dari pelatih Francesc “Rubi” Ferrer, yang juga melatihnya kala di Espanyol, 2018/19.

Dari 15 pertandingan yang sudah dilakoninya untuk Betis musim ini (763 menit main) baru satu gol yang mampu diciptakan, plus ada dua assist. Padahal sebelum ganti klub per 14 Agustus, ia masih subur dengan mencetak tiga gol dari tiga laga kualifikasi Liga Europa untuk Espanyol, yang tentunya sudah masuk dalam kalender 2019/20.


Baca Juga :
- The Gunners Incar Nabil Fekir Karena Alasan Ini, Fans Arsenal Setuju?
- Dipermalukan Real Betis, Zidane Akui Penampilan Terburuk Madrid

Di musim lalu pasca direkrut dari Celta Vigo, Iglesias langsung melejit dengan 20 gol (tiga assist) dari 43 bentrokan lintas kompetisi untuk Periquitos, julukan Espanyol. Kini striker 26 tahun inipun harus puas mendapati hanya menjadi pengganti pada lima pertandingan terakhir Los Verdiblancos –julukan Betis– akibat anjloknya produktivitas.

Terpinggirkan yang dialami juga terjadi karena di waktu bersamaan saat periode seret gol yang dialaminya, Loren Moron selaku striker tim lainnya malah mampu subur. Ujung tombak yang dipromosikan dari Betis B sejak Januari 2018 itu adalah mesin gol utama tim asal Andalusia musim ini lewat torehan delapan gol (dua assist) dari 15 laga.

Alhasil hampir pasti bahwa Moron lah yang akan jadi striker Los Verdiblancos saat lawan Espanyol. Iglesias sendiri sejatinya berharap besar bisa bereuni nanti, “Saya selalu ingin bermain dan telah menantikan bisa kembali ke RCDE. Perpisahan yang kami alami memang sulit dimengerti, tapi saya rasa saya bisa disambut hangat fan Espanyol.”

Krisis Menjalar

Sementara itu di sisi tuan rumah, 2019/20 adalah musim yang kelam sebab terus menemui hasil negatif. Periquitos yang biasanya bersaing untuk zona Eropa kini malah tenggelam di dasar klasemen. Segala upaya seperti mengganti pelatih sudah dilakukan tapi kondisi tak kunjung membaik. Teranyar krisis yang mereka alami malah menjalar.

Sebelumnya meski terpuruk di La Liga, mereka bisa bersaing pada Liga Europa. Tapi teranyar mereka malah keok 0-1 di kandang sendiri lawan CSKA Moskow yang adalah juru kunci klasemen Grup H, tengah pekan (12/12). Itu jadi kegagalan menang kedua mereka pada kompetisi tersebut setelah imbang 2-2 di markas Ferencvaros TC.

Kendati begitu pelatih Pablo Machin membela diri dan mengaku siap untuk duel nanti. “Setiap laga yang kami mainkan tentu selalu ingin kami menangkan. Kami sudah berusaha keras namun hasil positif memang belum datang. Tapi saya tahu apa yang bisa kami lakukan akhir pekan nanti. Itu duel penting dan penggemar tak perlu khawatir.”* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

ANGKA


Baca Juga :
- Diimbangi Espanyol, Simeone Masih Yakin Atletico Bakal Finis di Empat Besar
- Komisi Disiplin LaLiga Konfirmasi Hukuman untuk Clement Lenglet dan Nabil Fekir

56

Sebelumnya sudah ada 56 pertandingan Espanyol menjamu Betis yang hasilnya 27 dimenangkan tuan rumah, 19 seri, 10 jadi milik tim tamu (99 berbanding 55 gol).

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA