#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Cuaca Bisa Menentukan Hasil Final Trial Game Asphalt
14 December 2019 09:36 WIB
BOYOLALI – Putaran final Trial Game Asphalt (TGA) 2019 di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (14/12), bakal ketat. Terutama untuk kategori Free For All (FFA) 250 yang notabene berstatus sebagai kelas utama. Ini karena Farudila Adam, Tommy Salim dan Doni Tata, masih berpeluang menyabet gelar juara umum.

Farudila masih memimpin klasemen dengan 184 poin namun hanya unggul tiga angka dari Tommy yang ada di posisi kedua. Adapun juara umum TGA dua kali beruntun, Doni Tata, membuntuti dengan selisih 15 poin dari peringkat pertama. Tapi, Farudila yakin dapat mengunci gelar juara di Sirkuit Boyolali.

“Saya sempat mengikuti balapan di Sumatra, beberapa waktu lalu, sebagai persiapan untuk final TGA 2019. Semoga bisa menambah kemampuan balap dan kecepatan saya untuk menghadapi lomba di Sirkuit Boyolali. Untuk motor, kami memperbaiki kekurangan dan membawa mesin cadangan,” katanya.


Baca Juga :
- Reward untuk Aguero, Boleh Kapan Saja Cabut dari Man City, Ini Alasannya
- Valverde Tamat Beneran, Penggantinya Eks Pelatih Real Betis, Kandidat Lama

Sirkuit Boyolali merupakan trek permanen hingga membuat setiap peserta memiliki kepercayaan diri tinggi. Tidak terkecuali Farudila yang bertekad untuk menekan karena para rival merupakan pembalap road race. Trek di Boyolali juga tak terlalu lebar hingga peserta bakal kesulitan menyalip.

“Sulit untuk memprediksi jalannya lomba. Jadi, bisa memimpin balapan sejak awal sangat penting di sini karena trek cukup kecil dan tak banyak ruang untuk menyalip. Jika tertinggal, kecil kemungkinan untuk memenangkan perlombaan. Tapi, saya optimistis bisa menang di sini,” Farudila menuturkan.

Hal senada dikemukakan Tommy yang mengincar gelar juara umum TGA untuk kali pertama. Ia memiliki keyakinan besar mampu menjejak podium tertinggi karena karakter trek cocok dengan gaya balapnya. Terlebih ia merupakan pembalap road race yang terbiasa dengan kondisi di Sirkuit Boyolali.

“Persiapan saya untuk putaran final ini hanya melakukan setelan pada suspensi karena tak ada masalah besar pada motor. Kondisi trek juga jadi fokus utama karena tak terlalu lebar dan harus konsentrasi pada garis balap. Saya harus bisa menutup celah sekecil mungkin jika sedang memimpin,” kata Tommy.

Cuaca bakal jadi faktor penentu pada putaran final TGA lantaran berpotensi tiba-tiba berubah. “Jika hujan turun di tengah perlombaan, saya akan melihat kondisinya terlebih dahulu sebelum memutuskan mengganti ban. Namun, saya juga tak akan terlalu menekan demi amankan poin,” ia menambahkan.

Berbeda dengan dua pesaing terdekat, Doni Tata lebih memilih untuk realistis karena peluangnya untuk mengamankan gelar juara umum tak terlalu besar. Namun, ia akan coba memaksimalkan segala peluang karena apa pun bisa terjadi di lintasan, mengingat ada potensi lomba digelar di trek basah.


Baca Juga :
- Ibrahimovic Pergi, LA Galaxy Datangkan Chicharito, Pembeliannya Jadi Rekor Klub
- Full Squad! Ada 20 Wakil Kita di Indonesia Masters 2020, Ayo Kejar Prestasi

“Apa pun masih bisa terjadi. Cuaca yang tak menentu juga membuat kami tak bisa memprediksi siapa yang akan memenangi balapan. Jadi, saya akan berusaha keras. Saya juga sudah mempersiapkan motor dengan baik dan secara umum tak ada masalah besar. Semoga bisa finis di podium tertinggi,” katanya.

Sirkuit Boyolali dipilih sebagai lokasi final TGA 2019 karena dianggap paling cocok untuk Trial Game Asphalt Internasional Championship (TGAIC) 2019. “Awalnya kami memilih Sirkuit Mijen, Semarang, tapi karena beberapa faktor akhirnya memutuskan Sirkuit Boyolali. Keamanan dan desain trek, pas,” ujar Direktur Lomba Jim Sudaryanto.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA