#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sampai di Indonesia Nama Shin Taeyong Tidak Disebut Segamblang di Manila
13 December 2019 11:38 WIB
JAKARTA - Jika saat berada di Filipina, Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochammad Iriwan sempat menyatakan bahwa pihaknya menaruh minat lebih kepada Shin Taeyong untuk menangani timnas Indonesia. Tapi, seketika tiba di Tanah Air sepulang dari SEA Games 2019, Kamis (12/12) kemarin, justru Iwan Bule, sapaan Iriawan tak berani berbicara segamblang di Manila.

Entah karena saat konferensi pers, kemarin, di sampingnya ada Indra Sjafri yang juga menginginkan posisi pelatih timnas senior atau memang Iwan Bule punya alasan lain. Yang jelas saat ditemui wartawan usai bertemu pemain timnas U-22 Indonesia yang baru pulang dari SEA Games 2019, Iwan Bule meminta publik bersabar. Semua masih dalam tahap pembahasan.

Baik itu Shin Taeyong, Luis Milla, atau Ruud Gullit. Termasuk Indra Sjafri yang secara terang-terangan menaruh minat menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia senior. “Tunggu saja nanti akan keluar (pelatih yang dipilih),” kata Iwan Bule. “Kalau coach Indra Sjafri tentu sangat baik dan nanti tentu menjadi pembicaraan kami. Beliau memang telaten memberi yang terbaik buat timnas. Dan, di tim ini tidak ada naturalisasi. Murni pemain dari Indonesia dan berhasil melaju hingga final.”


Baca Juga :
- Tim Indonesia Dapat Tempat Terhormat di Divisi 2 Kejuaraan Catur Internasional
- Tiga Wonderkid Persija Jakarta Lolos Seleksi Pertama Timnas Indonesia U-19 Proyeksi Piala Dunia U-20 2021

Selain itu, isu Shin Tae Yong yang ditikung tim asal Cina, Shenzhen FC kembali muncul. Media m.Sportchuson.com mengungkapkan bahwa Shin sempat melakukan negoisasi dengan tim Shenzen FC pada 12 Maret lalu dan baru-baru ini akan mengadakan pertemuan untuk memberikan tandatangan kontrak. Namun kabar ini belum begitu valid.

TopSkor yang secara langsung menghubungi Yoo Jae Hoon, mantan penjaga gawang Persipura yang mempunyai kedekatan dengan Shin menampik kabar tersebut.

Yoo yang kini sedang pulang ke kampung halamannya di Korea Selatan mengaku Rabu (11/12) lalu baru saja berkomunikasi dengan Shin. Menurutnya, Shin masih mengutamakan timnas Indonesia.

“Saya komunikasian sama dia (Shin Tae Yong) itu kemarin (Rabu), dia tidak bilang soal tim Cina itu. Jadi mengenai kebenarannya juga saya tidak tahu pasti,” ujar Yoo.

Sejauh ini pelatih baru timnas Indonesia masih menjadi misteri. PSSI yang selalu dimintakan informasi selalu beralasan sedang proses dan masih melakukan evaluasi.

Pemerhati sepak bola Tanah Air pun berharap agar PSSI benar-benar jeli dalam memilih pelatih timnas yang baru. Hal yang kerap dilupakan adalah PSSI tidak melihat kondisi pemain timnas dalam mempunyai respek lebih terhadap pelatih.

Hal itu dirasa mantan pemain timnas era 1990-an Peri Sandria sangat penting. “Saya sebagai mantan pemain sangat nyaman dan enjoy saat bertanding ketika pelatih bisa dekat dengan kita. Pelatih yang mengerti kondisi setiap pemain, cara melatih yang baik, tidak kaku, bisa menjadi teman, intinya pelatih yang mempunyai sisi psikologis atau pendekatan ke pemain yang baik,” ujar Peri.

Ia mengatakan sebenarnya sosok Luis Milla sangat baik untuk timnas. Sayangnya, di saat pelatih asal Spanyol itu tidak mencapai target, PSSI langsung menyudahi kerja sama.

“Saya melihat respek pemain terhadap Milla sangat tinggi, dampaknya dalam segi permainan mereka meningkat walaupun hasil belum sesuai. Ke depan poin pentingnya juga PSSI harus butuh kesabaran dan kepercayaan terhadap pelatih timnas,” ujar Peri.

Sementara itu, pengamat sepak bola Anton Sanjoyo juga mengamini pernyataan Peri. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pelatih dengan pemain sangat penting.

Karena itu, ia menilai pelatih lokal yang sudah mengerti pemain Indonesia sejak lama adalah yang paling cocok untuk menangani timnas.

“Saya melihat timnas saat ini terlalu rumit, membawa pelatih asing memberikan pesan melalui translator lalu baru sampai ke pemain. Menurut saya ini kurang efektif, tentu ini bukan saya merendahkan mengenai pengetahuan bahasa para pemain. Karena memang komunikasi itu sangat penting antarpelatih dan pemain. Kalau pemain ada masalah kalau pelatih lokal tentu tek tok cara ngobrolnya akan lebih jelas,” ujar pria yang akrab disapa Bung Joy itu.


Baca Juga :
- Bek Persib Victor Igbonefo Merespons Keputusan PSSI Terkait Penghapusan Sistem Degradasi Liga 1 2020
- Persijap Jepara dan PSCS Cilacap Bulatkan Tekad Tetap Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Liga 2 2020

Namun, jika memang pelatih asing yang tetap dipilih PSSI, Joy berharap agar asistennya adalah pelatih lokal seperti Indra Sjafri atau Fakhri Husaini. Jika itu dilakukan dirasa akan lebih efektif. Selain bisa transfer ilmu dan persiapan untuk menangani timnas senior di masa depan, pelatih lokal juga bisa membantu dalam menjelaskan karakter pemain Indonesia, sejarah, dan iklim sepak bola ASEAN atau Asia.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA